Tuesday, June 3, 2014

Kemosintesis pada Bakteri Sulfur - Pengertian Proses

Kemosintesis adalah proses konversi secara biologis dimana satu atau lebih molekul karbon (biasanya karbondioksida atau metan) dan nutrient (nutrisi) diubah menjadi bahan organik melalui proses oksidasi molekul anorganik (misalnya, hidrogen, gas, dan hydrogen sulfida) atau metan sebagai sumber energi kimiawi. Sumber energi ini lebih sering digunakan dibandingkan dengan sumber energi lainnya seperti sinar matahari, yang kita ketahui berperan penting pada proses fotosintesis.

Mengapa organisme melakukan kemosintesis? Hal ini karena organisme tersebut biasanya tinggal pada kondisi yang sangat ekstrim (bacalah uraian di bawah tentang cacing tabung) sehingga diperlukan adaptasi fisiologis. Selain itu, organisme tersebut memiliki sedikit klorofil atau bahkan tidak memiliki sama sekali.

Tumbuhan hijau menggunakan energi cahaya untuk membentuk bahan makanan berupa karbohidrat atau glukosa. Namun, pada beberapa bakteri, seperti bakteri sulfur dan bakteri besi, hal ini tidaklah mungkin dapat dilakukan. Bakteri sufur menggunakan energi yang diperolehnya dari senyawa kimia seperti hidrogen sulfida (H2S) dan juga CO2 untuk dapat membentuk karbohidrat. Bakteri tersebut menguraikan (memecah) senyawa H2S menjadi atom hidrogen dan sulfur. Selanjutnya, pada reaksi gelap, atom-atom hidrogen tersebut digunakan untuk mereduksi CO2 dan pada akhirnya CO2 ini digunakan untuk membentuk gula atau karbohidrat. Proses ini tidak melepaskan (menghasilkan) oksigen, namun menghasilkan sulfur. Persamaan reaksinya sebagai berikut : (Baca juga : Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi, Belerang, Besi, Hidrogen dan Metana)

CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S

Bakteri sulfur ditemukan di kedalaman laut. Koloni bakteri ini pertama kali ditemukan di sekitar Kepulauan Galapgos di sepanjang ventilasi hidrotermal laut dalam. Pada area ini, banyak terdapat senyawa hidrogen sulfida yang berasal dari ventilasi vulkanik, sehingga para ilmuwan berhipotesis bahwa area ini merupakan suatu lingkungan yang nyaris mustahil untuk berlangsungnya kehidupan (tidak layak huni). Namun, di luar perkiraan, ada salah satu bakteri yang sanggup hidup di dalam area tersebut yaitu bakteri sulfur. Bakteri ini mampu mengubah hidrogen sulfida menjadi elemen sulfur, bahkan pada saat yang bersamaan ia juga mampu memproduksi molekul organik yang selanjutnya digunakan sebagai nutrisi. {1]
Venenivibrio stagnispumantis
Venenivibrio stagnispumantis. Bakteri ini memperoleh energi dengan cara mengoksidasi gas hidrogen. [2]
Persamaan reaksi kemosintesis hidrogen sulfida : [2]

12H2S + 6CO2 → C6H12O6 (=karbohidrat) + 6H2O + 12S

Bakteri sulfur juga ditemukan di cold seeps (rembesan dingin) atau cold vent di Teluk Meksiko, di mana hidrogen sulfida merembes keluar, namun suhunya tidak panas. Sebelumnya, kita harus mengetahui bahwa gas ini merupakan salah satu gas yang dikeluarkan oleh aktivitas gunung berapi dan gas alam serta bersuhu sangat panas (tinggi). [1]

Sifat hidrogen sulfida, H2S , adalah gas beracun, tidak berwarna, mudah terbakar dan baunya seperti telur busuk. [3]
Lamellibrachia_luymesi-cacing-tabung-tubeworm
Lamellibrachia luymesi, Salah satu jenis cacing tabung (tube worm).  [4]
Bakteri sulfur ini bersimbiosis dengan cacing tabung (tube worm), dimana bakteri ini hidup di dalam tubuh cacing tersebut. Cacing tabung ini menyerap gas hidrogen sulfida dan ketika gas ini berada di dalam tubuh cacing tersebut maka pada gilirannya, maka bakteri sulfur akan melakukan kemosintesis sehingga dihasilkan molekul organik yang dibutuhkan oleh cacing tabung. Dengan kata lain, nutrisi atau molekul organik tersebut digunakan bersama-sama oleh bakteri sulfur dan caing tabung. [1]

Dimanakah letak bakteri sulfur di dalam tubuh cacing tabung ?

Cold seeps adalah area di dasar laut dimana terjadi rembesan sejumlah besar senyawa misalnya hidrogen sulfida, metana, dan hidrokarbon sehingga area ini memiliki kandungan senyawa tersebut dalam jumlah yang tinggi. Cold tidak berarti suhunya lebih dingin dibandingkan suhu air laut di sekitarnya, malahan suhu air laut di area ini lebih tinggi dibandingkan suhu air laut di sekelilingnya. Cold seeps merupakan bioma yang dapat mendukung kehidupan beberapa spesies endemik. [4]

Anda sekarang sudah mengetahui Kemosintesis. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Referensi Lainnya :

[1] http://www.ehow.com/list_7347967_types-chemosynthetic-bacteria.html

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Chemosynthesis

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_sulfida

[4] http://en.wikipedia.org/wiki/Cold_seep

Search