Wednesday, December 26, 2012

Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati

Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati - Tingginya keanekargaman hayati yang dimiliki Indonesia memang dinilai sangat menguntungkan karena banyak di antara jenis hayati yang ada memiliki manfaat sebagai bahan obat, bahan bangunan, bahan dasar industri, maupun bahan-bahan lain yang sangat diperlukan baik oleh Indonesia sendiri maupun oleh negara lain. Jenis-jenis lain yang secara langsung tidak atau kurang bermanfaat bagi kehidupan manusia pun ternyata sangat penting untuk mendukung kehidupan jenis hayati yang diperlukan oleh manusia. (Baca juga : Keanekaragaman Hayati)

Keanekaragaman hayati yang tinggi juga menyebabkan banyak di antara jenis hayati Indonesia memiliki populasi yang kecil atau daerah sebarannya sangat terbatas (endemis) sehingga menjadi rawan punah. Selain itu terdapat pula jenis pemangsa puncak, jenis megaherbivora, jenis-jenis yang berbiak dalam kelompok, dan jenis-jenis yang melakukan migrasi. Berbagai kegiatan manusia juga menyebabkan beberapa kelompok hayati menjadi rawan mengalami kepunahan. Kegiatan tersebut berupa pemanfaatan secara besar-besaran sampai melampaui daya reproduksinya. Kegiatan lain adalah penebangan kayu yang menyebabkan terjadinya fragmentasi hutan. Sehingga jenis-jenis hayati yang hanya dapat hidup di tengah rimba tidak dapat bertahan hidup karena kehilangan habitat. Contohnya adalah orang utan (Pongo pygmeaus).

Orang utan merupakan primata arboreal, yaitu jenis kera besar yang habitatnya adalah pepohonan dengan kanopi yang lebat. Akibat fragmentasi habitat, orang utan terpaksa tidak lagi hidup di kanopi hutan, tetapi tergusur dari habitat aslinya dan hidup di permukaan tanah yang sangat kurang akan bahan makanan. Kakinya yang tidak dirancang untuk berjalan pun terpaksa digunakannya untuk menapak di lantai hutan. 

Upaya manusia dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati seringkali menimbulkan ancaman karena manusia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya, terkadang melakukan hal-hal yang tidak terkendali. Tindakan eksploitasi alam dengan tidak memikirkan akibat negatifnya menjadi ancaman bagi berbagai jenis hayati yang ada.

Di bidang pertanian, manusia seringklali menggunakan insektisida dan pestisida secara berlebihan. Penggunaan insektisida memang dapat meningkatkan produksi pertanian, asalkan dalam dosis dapat. Tetapi, jika dosisnya berlebihan akan menyebabkan rusaknya keanekaragaman hayati karena ikut meracuni organisme nontarget.

Selain pertanian, penebangan liar juga menyebabkan ekosistem hutan terganggu. Akibatnya berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir dan tanag longsor. Begitu pula dengan usaha mengubah fungsi hutan untuk industrialisasi. Selain itu, sistem ladang berpindah yang dilakukan oleh penduduk lokal juga dapat merusak tanaman, hewan, dan struktur tanah.

Perburuan liar juga merupakan ancaman serius bagi keanekaragaman hayati. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa hutan merupakan habitat yang nyaman bagi beberapa hewan dan tumbuhan tertentu. Tetapi jika manusia melakukan perburuan liar, maka berbagai jenis hewan akan mati. Apabila kegiatan berburu tersebut berlangsung terus menerus maka hewan-hewan yag diburu tersebut akan semakin berkurang populasinya sehinga terancam punah. Sayangnya kegitan berburu ini justru seringkali dilakukan hanya sebagai hobi atau sarana olah raga, daripada untuk memenuhi kebutuhan akan pangan. Tidak heran bila kita sering melihat orang-orang yang memiliki tingkat penghasilan yang tinggi memiliki hobi yang membunuh ini. Mereka de ngan bangga memamerkan hasil buruannya tanpa merasa bersalah telah membunuh berbagai hewan yang tidak berdosa. 

Di ekosistem perairan, penangkapan ikan dengan alat-alat modern juga merupakan ancaman bagi keanaekaragaman hayati. Para nelayan yang tidak sabar menggunakan kail atau jaring memilih menangkap ikan dengan menyetrum atau menggunakan bahan kimia dan bahan peledak. Memang ikan yang tertangkap lebih banyak, tetapi cara ini mengganggu ekosistem karena ikan-ikan yang masih kecil juga akan ikut mati.

Anda sekarang sudah mengetahui Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.