Tuesday, June 3, 2014

Filum Arthropoda : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh

Arthropoda adalah hewan tak bertulang belakang yang memiliki tubuh beruas-ruas atau bersegmen dan kaki yang bersendi. Arthropoda berasal dari Bahasa Yunani, yaitu arthros (sendi atau ruas) dan podos (kaki). Ciri-ciri Filum Arthropoda antara lain :
  • Jumlah kaki mengalami modifikasi sesuai dengan kelasnya.
  • Memiliki rangka luar yang tersusun oleh kitin.
  • Tubuh simetri bilateral, bersegmen.
  • Memiliki perbedaan yang jelas antara caput, thorak, dan abdomen.
  • Beberapa bagian caput dapat bersatu.
  • Memiliki anggota gerak yang berpasangan dan juga bersegmen.
Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuhnya, Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu Crustacea, Myriapoda, Arachnida, dan Insecta. (Baca juga : Hewan Tak Bertulang Belakang)

1. Kelas Crustacea

Ciri-ciri Kelas Crustacea antara lain :
  • Pada umumnya hidup di air laut, mulai dari pantai hingga di laut dalam. Namun, ada juga yang hidup di air tawar dan di darat terutama di tempat-tempat yang lembab.
  • Tubuhnya memiliki kepala yang menyatu dengan dada, disebut cephalothoraks.
  • Cephalothoraks memiliki 5 pasang kaki dan terdapat 2 pasang antenna di anterior.
  • Abdomen mempunyai segmentasi yang jelas dan terdapat telson pada ujungnya. Telson adalah suatu segmen terakhir tubuh Crustacea setelah abdomen, membentuk ekor kipas.  Ada yang menganggap bahwa telson adalah segmen terakhir dari tagma abdomen, tetapi ada pula yang menganggap bahwa telson bukan bagian dari tagma abdomen.
  • Alat geraknya mengalami modifikasi, sesuai dengan fungsinya.
Contoh hewan dari Kelas Crustacea adalah udang windu (Penaeus monodon), lobster (Panulirus humarus), dan kepiting bakau (Scylla cerata). 

2. Kelas Myriapoda

Ciri-ciri Kelas Myriapoda antara lain :
  • Semua anggotanya hidup di darat.
  • Tubuhnya terdiri dari caput (kepala) yang memiliki sepasang antena, sepasang mata, dan 2 atau 3 pasang rahang.
  • Badannya terbagi ke dalam ruas-ruas dengan ukuran yang relatif sama, masing-masing memiliki sepasang kaki.
Kelas Myriapoda dibagi menjadi 2 subkelas, yaitu Diplopoda dan Chilopoda.
2.1. Subkelas Diplopoda
Subkelas Diplopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seribu (millipedes), karena memiliki jumlah kaki yang sangat banyak.
Ciri-ciri Subkelas Diplopoda antara lain :
  • Umumnya memiliki 30 pasang kaki atau lebih.
  • Tubuhnya bulat memanjang (silindir), beberapa segmen menyatu, pada setiap segmen terdapat 2 pasang kaki.
  • Hidupnya sebagai herbivora, banyak dijumpai di bawah serasah, bebatuan, atau di dalam tanah, dan selalu menghindar dari cahaya.
  • Gerakannya sangat lambat dan jika ada getaran, tubuhnya akan melingkar membentuk spiral atau bola.
  • Pada kepalanya terdapat sepasang antena, dua pasang mata tunggal, dan alat mulut tanpa taring bisa.
Contoh hewan dari Subkelas Diplopoda adalah Polyxenus sp., Sigmoria sp., dan luwing (Spirobolus sp.).
2.2. Subkelas Chilopoda
Subkelas Chilopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seratus (centipedes).
Ciri-ciri Subkelas Chilopoda antara lain :
  • Tubuhnya terdiri atas kepala (caput) dan badan (abdomen), berbentuk pipih dengan 15 pasang kaki atau lebih, dan beruas-ruas.
  • Tiap ruas badan terdapat satu pasang kaki.
  • Pada kepala terdapat 5 pasang antena yang panjang dan 2 pasang mata tunggal.
  • Mulut dilengkapi sepasang taring bisa, yaitu modifikasi alat gerak dari segmen tubuh yang pertama (kaki depan).
Contoh hewan dari Subkelas Chilopoda adalah kelabang atau lipan (Scolopendra sp.) dan Lithobius forficatus.
Lipan Scolopendra cingulata
Gambar 1. Lipan (Scolopendra cingulata)
3. Kelas Arachnida

Ciri-ciri Kelas Arachnida antara lain :
  • Tubuh terbagi atas kepala yang menyatu dengan dada (cephalothoraks) dan perut (abdomen).
  • Bagian abdomen terdiri dari beberapa segmen, kadang-kadang cephalothoraks dan abdomen menyatu.
  • Pada cephalotoraks terdapat sepasang cheli cera (alat gerak pertama), sepasang pedipalpus (alat gerak ke dua) yang berbentuk capit, dan 4 pasang kaki.
  • Arachnida tidak mempunyai antena.
Kelas Arachnida diklasifikasikan menjadi 3 ordo, yaitu Scorpionida (kalajengking), Araneida (laba-laba), dan Acarina (kutu tungau atau caplak).
3.1. Ordo Scorpionida
Ordo Scorpionida merupakan anggota Arthropoda darat yang paling tua. Ciri-ciri Ordo Scorpionida antara lain :
  • Memiliki pedipalpus yang berbentuk seperti catut yang besar.
  • Memiliki chelisera yang kecil.
  • Mempunyai sengat.
Contohnya Ordo Scorpionida adalah Scorpio sp.
3.2. Ordo Araneida
Ordo Araneida adalah anggota Arthropoda yang mampu membentuk sarang (jaring) dengan benang-benang sutera karena mempunyai spinneret. Spinneret adalah organ yang terdapat di depan anus. Araneida juga memiliki karapaks dibagian anterior.
Contohnya Ordo Araneida adalah Argyope sp.
3.3. Ordo Acarina
Ordo Acarina adalah anggota Arthropoda yang ukuran tubuhnya kecil dan tidak bersegmen-segmen, serta abdomennya bersatu dengan cephalothoraks. Contoh Ordo Acarina adalah caplak (Dermacentor sp.) (Gambar 2)
Caplak Dermacentor occidentalis
Gambar 2. Caplak (Dermacentor occidentalis)
d. Kelas Insecta

Kelas Insecta adalah hewan dari Filum Arthropoda yang sering kita sebut sebagai serangga. Ciri-ciri Kelas Insecta antara lain memiliki 3 pasang kaki, sehingga disebut juga heksapoda. Kelas Insecta merupakan kelas dengan keanekaragaman tertinggi di antara kelas-kelas yang lain. Penyebaran Insecta sangat luas, dari perairan hingga puncak gunung, dari khatulistiwa hingga ke kutub. Jumlah spesiesnya juga cukup banyak. Di dunia ini sedikitnya ditemukan 750.000 jenis yang dikelompokkan ke dalam 100 suku dan 26 ordo. Cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari hewan-hewan anggota kelas ini adalah Entomologi.
Kutu Buku Lepisma saccharina
Gambar 3. Kutu Buku (Lepisma saccharina)
Berdasarkan ada tidaknya sayap, Kelas Insecta dibagi menjadi 2 subkelas, yaitu Subkelas Apterygota dan Subkelas Pterygota.

4.1. Subkelas Apterygota

Subkelas Apterygota adalah serangga yang tidak bersayap. Subkelas Apterygota terdiri atas 4 ordo yaitu Protura, Diplura, Collembola, Thysanura. Ordo-ordo tersebut merupakan kelompok serangga yang tidak mengalami metamorfosis (Ametabola), contohnya adalah kutu buku (Lepisma sp.). Perhatikan Gambar 3.

4.2. Subkelas Pterygota

Subkelas Pterygota adalah kelompok Insecta yang memiliki sayap. Kelompok bersayap ini bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan sifat- sifat tertentu.
Tipe-tipe mulut anggota Subkelas Pterygota
Gambar 4. Tipe-tipe mulut anggota Subkelas Pterygota
Berdasarkan tipe mulutnya, anggota Pterygota terbagi menjadi beberapa tipe (Gambar 4).
4.2.1. Tipe mulut penjilat
Contoh hewan tipe mulut penjilat adalah Ordo Diptera, misalnya lalat (Musca sp.).
4.2.2. Tipe mulut pengisap
Contoh hewan tipe mulut pengisap adalah Ordo Lepidoptera, misalnya Attacus sp.
4.2.3. Tipe mulut penggigit-pengisap
Contoh hewan tipe mulut penggigit-pengisap adalah Ordo Hymenoptera, misalnya lebah madu (Apis mellifera).
4.2.4. Tipe mulut penggigit-pengunyah
Contoh hewan tipe mulut penggigit-pengunyah adalah Ordo Orthoptera, misalnya belalang (Valanga sp.).
Tipe-tipe mulut tersebut merupakan penyesuaian dari fungsinya, yaitu berkaitan dengan jenis makanan yang mereka makan.
Berdasarkan proses metamorfosisnya, Pterygota dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu hemimetabola dan holometabola.
a. Hemimetabola
Hemimetabola adalah kelompok serangga bersayap yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Kelompok ini terdiri dari 14 ordo, di antaranya adalah Orthoptera, Hemiptera, dan Homoptera. Contoh Hemimetabola adalah belalang (Valanga sp.), capung merah (Crocotermis sp.), walang sangit (Leptocoriza sp.), dan tonggeret (Dundubia mannifera).
b. Holometabola
Holometabola adalah kelompok serangga bersayap yang mengalami metamorfosis sempurna. Kelompok ini terdiri dari 9 ordo, seperti ordo Lepidoptera, Coleoptera, Diptera, dan Hymeroptera. Contoh Holometabola adalah undur-undur (Myrmeleon frontalis), kunan-kunang (Photinus sp.), kupu-kupu jeruk (Papilio memmon), dan lalat rumah (Musca domestica).
Perbedaan antara proses metamorfosis sempurna dan tidak sempurna ditunjukkan oleh Gambar 5-6.
Proses metamorfosis tidak sempurna pada Ordo Hemiptera
Gambar 5. Proses metamorfosis tidak sempurna pada Ordo Hemiptera
Proses metamorfosis sempurna pada Ordo Lepidoptera
Gambar 6. Proses metamorfosis sempurna pada Ordo Lepidoptera
Anda sekarang sudah mengetahui Filum Arthropoda. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

2 comments:

  1. Makasih banget gan. gue jadi mudeng nih. thanks banget deh. sorry anonymous

    ReplyDelete
  2. thanks banget gan untuk informasinya,, ijin copy buat makalah saya

    ReplyDelete

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search