Monday, December 24, 2012

Klasifikasi Fungi

Klasifikasi FungiFungi dipelajari secara spesifik di dalam cabang biologi yang disebut mikologi. Para ahli mikologi (mycologist) mengelompokkan kingdom ini ke dalam 4 divisi. Dasar yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah persamaan ciri-ciri. Salah satu ciri Fungi adalah bereproduksi dengan spora, baik spora berflagela maupun spora tidak berflagela. Jenis-jenis Fungi yang sporanya berflagela dikelompokan dalam Dunia Protista. Sedangkan yang memiliki spora tidak berflagela dimasukkan ke dalam Dunia Fungi dan dibagi menjadi 3 divisi, yaitu Divisi Zygomycotina, Divisi Ascomycotina, dan Divisi Basidiomycotina. Dasar klasifikasi ketiga divisi tersebut adalah cara reproduksi fungi secara seksual. Sedangkan Fungi yang reproduksi seksualnya belum diketahui, diklasifikasikan ke dalam satu divisi, yang diberi nama Divisi Deuteromycotina.

Dalam uraian berikut, kalian akan mempelajari 4 divisi dalam Kingdom Fungi. Secara umum masing-masing divisi tersebut memiliki ciri tertentu. Zygomycotina membentuk zigospora hasil pembiakan secara kawin, Ascomycotina membentuk spora generatif di dalam askus, Basidiomycotina membentuk spora generatif pada basidium dan umumnya memiliki tubuh buah berukuran besar, serta Deuteromycotina membentuk spora secara vegetatif dan belum diketahui fase kawinnya. Bentuk pengelompokan lain pada fungi adalah khamir (fungi uniselular, memperbanyak diri dengan budding), kapang (fungi bermiselium), dan cendawan (fungi yang memiliki tubuh buah makroskopis). Pengelompokan yang terakhir tersebut adalah pengelompokan yang bersifat umum, bukan klasifikasi ilmiah.

Anda sekarang sudah mengetahui Klasifikasi Fungi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Search