Friday, December 7, 2012

Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata

Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata - Organ adalah kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh, misalnya kulit. Berdasarkan letaknya, organ pada tubuh dibedakan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Kulit yang menutupi permukaan luar tubuh kita merupakan salah satu contoh organ luar yang terdiri atas jaringan pengikat, epitelium, otot, saraf, dan jaringan pembuluh darah. Seluruh jaringan yang terdapat pada kulit bersama-sama berfungsi untuk melindungi tubuh dari kekeringan, perubahan suhu, cahaya matahari, zat kimia, infeksi, tekanan mekanik, sebagai tempat pengeluaran keringat dan penimbunan lemak, serta sebagai indra peraba. Sementara itu, contoh organ dalam yaitu usus. Usus merupakan salah satu organ penyusun sistem pencernaan yang tersusun atas berbagai jaringan, misalnya jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Perhatikan Gambar 1. berikut.
Jaringan-jaringan penyusun organ usus
Gambar 1. Jaringan-jaringan penyusun organ usus
Pada permukaan usus terdapat jonjot-jonjot kecil (vili) yang mirip jari-jari tangan. Permukaan jonjot ditutup oleh sel epitelium. Di dalam setiap jonjot terdapat jaringan pengikat, pembuluh darah, dan saluran limfa. Pembuluh darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan berupa glukosa dan asam amino. Sementara itu, saluran limfa mengangkut sari-sari makanan berupa asam lemak dan gliserol. Jaringan otot yang tersusun secara sirkular dan longitudinal berperan dalam gerakan peristaltik. Terdapat juga jaringan saraf yang bertugas untuk mengkoordinasi kerja jaringan epitelium, jaringan pengikat, dan jaringan otot. Keempat jaringan tersebut membentuk satu kesatuan yang mempunyai fungsi sama yaitu mencerna makanan.

Organ-organ menempati posisi tertentu dalam tubuh kita dan disesuaikan dengan fungsinya. Kumpulan berbagai organ yang bekerja sama melakukan suatu fungsi tertentu disebut sistem organ. Misalnya sistem peredaran darah yang tersusun oleh organ jantung, jaringan darah, dan pembuluh darah. Selain sistem peredaran darah juga terdapat sistem organ yang lainnya, misalnya sistem pencernaan. Perhatikan Gambar 2.

Sistem pencernaan manusia beserta organ-organ penyusunnya
Gambar 2. Sistem pencernaan manusia beserta organ-organ penyusunnya
Organ penyusun sistem pencernaan meliputi mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain terdapat kelenjar pencernaan yang meliputi kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Selama proses pencernaan, makanan akan mengalami pemecahan baik secara mekanik maupun kimiawi. Setelah sampai di usus sari-sari makanan akan diserap dan masuk ke dalam sistem peredaran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Setiap organ mempunyai peran penting dalam suatu sistem organ. Oleh karena itu, kerusakan pada salah satu organ dari suatu sistem organ akan mengganggu fungsi dari sistem organ sehingga menimbulkan gangguan pada tubuh. Hal ini karena setiap sistem organ mempunyai peran penting bagi tubuh dalam menyelenggarakan proses kehidupan.

Berbagai sistem organ pada tubuh hewan mamalia dan manusia dijelaskan dalam Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Sistem Organ Tubuh Hewan Mamalia dan Manusia

No.
Sistem
Organ
Fungsi
1.
Pencernaan (digesti)
Kelenjar ludah, gigi, lidah, laring, esofagus, lambung, usus, hati, kantong empedu, dan pankreas
Mencerna makanan secara fisik dan kimia untuk diabsorpsi darah dan digunakan oleh Jaringan tubuh.
2.
Pernapasan (respirasi)
Hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru
Mengambil O2 dan mengeluarkan CO2 dari tubuh.
3.
Urinaria
Ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra
Mengeluarkan hasil metabolisme yang tidak berguna  ke luar tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan  lingkungannya.
4.
Peredaran (transportasi atau sirkulasi)
Jantung, pembuluh limfatik (getah bening), dan kelenjar limfa
Mengangkut O2 dan sari makanan ke sel-sel tubuh dan mengangkut hasil metabolisme yang tidak berguna ke luar tubuh, serta melindungi tubuh dari penyakit.
5.
Rangka
Tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada, rangka penopang tulang-tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul serta tulang anggota badan bagian atas dan bawah
Menggerakkan bagian tubuh dan untuk berpindah tempat menegakkan tubuh, melindungi organ-organ di bawahnya, tempat melekatnya otot, dan alat gerak  pasif.
6.
Otot
Otot rangka, otot polos, dan otot jantung
Menentukan postur tubuh, menyimpan glikogen, dan sebagai alat gerak aktif.
7.
Kelenjar buntu (endokrin)
Kelenjar buntu, pituitari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, dan kelenjar kelamin (buah zakar dan  indung telur)
Memproduksi hormon-hormon untuk mengatur metabolisme dalam tubuh.
8.
Saraf
Otak, sumsum tulang belakang, dan simpul-simpul saraf (ganglion)
Menerima dan merespon rangsang dari lingkungannya.
9.
Perkembangbiakan (reproduksi)
Testis dan ovarium
Perkembangbiakan.
10.
Integumen
Kulit dan derivatnya
Pelindung tubuh.

Dalam tubuh makhluk hidup terdapat berbagai macam sistem organ. Seperti yang telah dibahas di depan, manusia juga mempunyai beberapa sistem organ.

Anda telah mempelajari berbagai macam sistem organ yang terdapat di dalam tubuh. Kesatuan dari sistem organ dalam tubuh membentuk organisme (individu). Tahapan terbentuknya suatu organisme dapat diringkas sebagai berikut. Sel telur dibuahi sel sperma → zigot → morula → blastula → gastrula → neurula → jaringan → organ → sistem organ → organisme (individu).

Selain hewan-hewan tingkat tinggi seperti yang telah Anda pelajari di depan, beberapa hewan tingkat rendah juga ada yang sudah mempunyai jaringan.

Anda sekarang sudah mengetahui Organ Tubuh Manusia dan Hewan Vertebrata. Terima kasih sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.