Saturday, December 22, 2012

Virus : Cara Hidup dan Berkembang Biak Replikasi Reproduksi

Cara Hidup dan Berkembang Biak / Replikasi / Reproduksi Virus - Berikut ini adalah ulasan mengenai : 

a. Cara Hidup Virus

Virus bersifat parasit obligat, dan hidup pada jaringan tubuh organisme lainnya (hewan, tumbuhan dan manusia). Dapat dikatakan bahwa virus berkembang secara parasit di dalam sel suatu organisme. (Baca juga : Ciri-ciri Virus)

b. Cara Berkembang Biak Virus

Virus hanya hanya dapat berkembang pada sel-sel dari organisme hidup serta hanya membutuhkan asam nukleat untuk bereproduksi / replikasi. Oleh karena virus dapat bereproduksi, maka virus dianggap sebagai suatu organisme atau makhluk hidup. Pada mekanisme  replikasi / reproduksi, virus membutuhkan sel-sel yang masih hidup sehingga virus memerlukan inang atau host. Beberapa contoh organisme yang dijadikan inang oleh virus adalah jaringan embrio, bakteri, hewan, tumbuhan dan manusia. Virus berkembang biak dengan cara mereplikasi dirinya. Berikut ini adalah skema proses replikasi virus sejak dari penempelan pada sel inang hingga terbentuknya virus baru yang melibatkan beberapa siklus, seperti siklus litik dan siklus lisogenik. Lihat Gambar 1.

Siklus litik dan lisogenik Bakteriofag
Gambar 1. Siklus litik dan lisogenik Bakteriofag
Pada saat siklus litik, virus mengalami replikasi yang bersamaan dengan matinya sel pada inang akibat terbentuknya virus yang baru. Siklus litik pada virus yang telah berhasil dipahami oleh para peneliti adalah siklus litik dari virus T (Bacteriophage). Virus ini menyerang bakteri Escherichia coli, bakteri ini hidup pada usus besar (kolon) manusia. Siklus litik pada virus terdiri dari 5 tahapan atau fase, yaitu : fase adsorbsi, fase penetrasi sel inang, fase eklifase, fase replikasi, dan fase pemecahan sel inang. Fase-fase tersebut akan dijelaskan pada paragraf berikut.

1). Fase Adsorbsi
Pada saat fase adsorbsi, terjadi penempelan ujung ekor baketriofag pada bagian tertentu dinding sel bakteri normal. Daerah penempelan tersebut disebut daerah reseptor (receptor site atau receptor spot). Virus yang menyerang E. coli biasanya mempunyai enzim yang disebut dengan lisosim (lisozyme), enzim ini berfungsi untuk mendegradasi dinding sel bakteri agar virus mampu melakukan penetrasi.
2). Fase penetrasi sel inang
Pada saat fase ini berlangsung, ADN (materi genetik) pada virus akan masuk menuju ke sitoplasma bakteri melalui saluran yang terbentuk dari penempelan ujung ekor virus dan dinding sel bakteri E. coli.
3). Fase eklifase
Pada fase eklifasi, ADN dari virus yang telah larut dalam sitoplasma bakteri akan mengambil alih ADN dari bakteri. ADN virus akan mengambil alih kendali proses sintesis protein bakteri yang terjadi pada sitoplasma bakteri, agar virus dapat melakukan sintesis protein pada kapsidnya.
4). Fase replikasi (fase sintesis: penyusunan)
Pada fase ini mulailah terbentuk virus baru. ADN virus akan menyusun pembentukan ADN virus baru dari materi genetik yang diperoleh dari ADN milik bakteri, yang kemudian akan membentuk selubung protein pada bagian kapsid virus. Proses replikasi ini terjadi secara berulang-ulang sehingga terbentuklah ratusan molekul ADN virus baru yang sudah dilengkapi dengan selubung protein pada kapsidnya. Dari satu sel bakteri E. coli, T virus mampu bereplikasi dan menghasilkan sekitar 200-300 virus T baru.
5). Fase pemecahan sel inang atau litik
Pada saat terbentuknya virus baru, maka dinding sel bakteri akan mengalami fase yang disebut litik atau pemecahan. Sel-sel virus baru tersebut kemudian akan menyerang sel-sel bakteri E. coli lainnya. Proses replikasi atau reproduksi virus selain secara litik juga dapat terjadi secara lisogenik. Pada siklus lisogenik, sel inang dari bakteri tidak akan mengalami litik, akan tetapi virus ikut bereplikasi bersamaan dengan pembelahan sel inang.

Anda sekarang sudah mengetahui Reproduksi Virus. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.