Wednesday, February 20, 2013

Majas Depersonifikasi, Pengertian, Contoh, Macam-macam / Jenis, Perbandingan

Artikel dan Makalah tentang Majas Depersonifikasi, Pengertian, Contoh, Macam-macam / Jenis, Perbandingan - Depersonifikasi adalah majas yang menampilkan manusia sebagai binatang, benda-benda alam, atau benda lainnya. Jadi, sebenarnya depersonifikasi adalah lawan dari personifikasi, namun proses pembentukan kedua majas ini sama.

Contoh : "Aku heran melihat Tono, mematung."

Unsur yang dibandingkan: tubuh manusia (Tono) dengan patung. Komponen makna penyama: ‘sesuatu yang diam, tidak bergerak’.Komponen makna pembeda untuk Tono adalah ‘manusia’ ‘mempunyai tubuh dan jiwa’, sedangkan patung (mematung) adalah ‘benda’, ‘hasil karya manusia’ ‘terbuat dari batu, kayu atau semen’. Yang muncul kata mematung, sedangkan “tubuh” bersifat implisit. Acuan bukan lagi benda melainkan manusia.

Contoh lain:

a. Penonton acara “Dangdut dengan bor Inul sangat populer, penonton tampak menyemut

Unsur yang dibandingkan adalah penonton (manusia) dan semut. Komponen makna penyama adalah: ‘jumlah’,‘banyak sekali’. Komponen makna pembeda adalah ‘manusia’ dan ‘binatang’. Yang muncul dalam teks adalah menyemut, sedangkan manusia bersifat implisit

b. Hari, tokoh partai X tidak disukai karena ia sering menjadi bunglon.

Unsur yang dibandingkan adalah manusia dengan binatang (bunglon). Komponen makna penyama adalah ‘mudah berubah-ubah’. Komponen makna pembeda untuk manusia adalah, ‘pikiran berubah-ubah’ (ideologi)’, sedang pada binatang adalah ‘warna kulitnya’. Yang muncul dalam teks adalah bunglon, sedangkan manusia bersifat implisit. Di sini juga terjadi penyimpangan makna yang menimbulkan ketidaksesuaian kolokasi: Tono (manusia) tidak berkolokasi dengan mematung, penonton (manusia) tidak berkolokasi dengan menyemut, tokoh partai tidak berkolokasi dengan menjadi bunglon.

Apabila diperhatikan, tidak semua metafora dapat dikelompokkan dalam personifikasi atau depersonifikasi.

Contoh : “Kalau sudah menduduki kursi empuk, anggota DPR lupa rakyatnya”.

Kursi empuk dibandingkan dengan kedudukan anggota DPR, jadi tidak termasuk personifikasi maupun depersonifikasi. Itulah sebabnya perlu membuat subklasifikasi berdasarkan pengelompokkan lain. Di bawah ini akan dikemukakan suatu usaha pembuatan subklasifikasi berdasarkan konkrit atau abstraknya unsur yang dibandingkan.

Referensi :

Zaimar, O. K. S. 2002. Majas dan Pembentuknya. Makara. Sosial Humaniora, 6 (2) : pp. 45-57.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search