Friday, February 22, 2013

Majas Sinekdoke, pars pro toto, totem pro parte, Pengertian, Contoh, Macam-macam/Jenis, Perbandingan

Artikel dan Makalah tentang Majas Sinekdoke, pars pro toto, totem pro parte, Pengertian, Contoh, Macam-macam/Jenis, Perbandingan - Berikut ini adalah macam-macam majas sinekdike, yaitu :

1. Majas Sinekdoke pars pro toto (Sebagian untuk keseluruhan)

Seperti dalam metonimi, dalam sinekdoke bukan hanya komponen makna yang berperan melainkan juga hubungan antar acuan. Penanda dari kata pertama dapat ditransfer ke kata berikutnya, berkat adanya hubungan antar acuan. Makna yang dimiliki oleh petanda tertentu dengan acuan tertentu dapat digunakan untuk mengemukakan suatu petanda lain dengan acuan yang lain pula, berkat adanya hubungan antar acuan.

Hal ini mengingatkan kita pada metonimi. Perbedaan di antara keduanya hanyalah bahwa apabila dalam metonimi kedekatan acuan itu bersifat spasial, temporal atau kausal; maka dalam sinekdoke kedekatan acuan itu disebabkan karena acuan yang pertama merupakan bagian dari acuan yang kedua (pars prototo) atau acuan yang pertama mencakup acuan yang kedua (totem pro parte). Berikut ini akan dikemukakan dalam bentuk bagan, hubungan antara acuan dan makna.

Contoh sebagian untuk keseluruhan: “Kemarin, Budi tak tampak batang hidungnya”.
bagan, hubungan antara acuan dan makna majas sinekdoke pars pro toto
Bentuk kotak mewakili acuan dan bentuk bulat mewakili makna. Acuan mempengaruhi makna. Bagian yang diberi warna hitam menunjukkan sebahagian yang berada dalam lingkup yang lebih besar, yaitu keseluruhan. Sebenarnya ada dua kata (bentuk lain), sehingga seharusnya ada dua penanda. Namun, penanda yang kedua bersifat implisit. Yang muncul pada ujaran adalah kata majemuk batang hidung, sedangkan yang tersembunyi adalah keseluruhan tubuh dan wajah manusia. Dalam wilayah makna hidung terdapat komponen makna ‘bagian dari wajah manusia’. Jadi, makna dan acuan “batang hidung” (sebahagian) digantikan oleh “manusia” (keseluruhan).

Contoh lain: “Ia menawarkan dagangannya dari pintu ke pintu

Contoh ini mengemukakan pintu (sebagian) untuk menggantikan rumah (keseluruhan).

2. Majas Sinekdoke totem pro parte (Keseluruhan untuk sebagian)

Prinsip yang telah dijelaskan dalam pars prototo sama saja dengan yang berlaku dalam totem proparto. Berikut ini juga akan dikemukakan hubungan antara makna dengan acuan dalam bentuk bagan.

Contoh keseluruhan untuk sebagian:

- “Italia mengalahkan Inggris dengan telak” Bagan wilayah makna:

bagan hubungan antara makna dengan acuan majas sinekdoke totem pro parte
Bentuk kotak mewakili acuan dan bentuk bulat mewakili makna. Acuan mempengaruhi makna. Bagian yang diberi warna hitam menunjukkan keseluruhan yang mencakup bahagiannya, yang seharusnya muncul dalam ujaran, tetapi di sini bersifat implisit. Di sini juga sebenarnya ada dua petanda, yang pertama adalah (semua) penduduk Italia dan Inggris, sedangkan yang ke dua adalah kesebelasan sepakbola yang berasal dari kedua negara itu. Dengan demikian makna dan acuan kata yang pertama (keseluruhan) yang bersifat eksplisit, mencakup makna dan acuan dari kata yang kedua (sebagian) yang bersifat implisit. 

Contoh lain: “Baso adalah makanan favorit anak muda.”


Referensi :

Zaimar, O. K. S. 2002. Majas dan Pembentuknya. Makara. Sosial Humaniora, 6 (2) : pp. 45-57.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.