Friday, February 22, 2013

Perkembangan, Kemunduran dan Runtuhnya Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Artikel dan Makalah tentang Perkembangan, Kemunduran dan Runtuhnya Kerajaan Hindu Budha di Indonesia - Pada bab sebelumnya, kalian telah mempelajari pengaruh agama Hindu Budha terhadap perkembangan agama dan kebudayaan di Indonesia. Terlihat bahwa pengaruh tersebut meninggalkan sejumlah peninggalan berupa bangunan fisik, kesusastraan, dan sejumlah karya seni lainnya. Peninggalan-peninggalan tersebut mengindikasikan bahwa pengaruh Hindu Budha tak hanya melingkupi level agama dan budaya. Peninggalan-peninggalan tersebut merupakan manifestasi adanya pengaruh secara politis dalam perkembangan masyarakat Indonesia masa dulu, yaitu berupa kerajaan bercorak Hindu Budha. (Baca juga : Kerajaan Hindu Budha di Indonesia)

Pada Bab ini kalian akan mempelajari perjalanan kerajaan-kerajaan tradisonal Hindu Budha yang tersebar di Indonesia, dari abad ke-4 hingga ke-15 M terutama dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial.











12. Kerajaan Majapahit

Pada abad ke-4 masyarakat Indonesia telah mengenal agama dan budaya Hindu Budha dari India. Pengaruh India tersebut berkembang pada tataran politik, yakni dengan berdirinya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu dan Buddha. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah Kutai, Tarumanagara, Kendan-Galuh, Melayu, Sriwijaya, Sunda-Pajajaran, Mataram Hindu Budha, Medang Kamulan atau Kahuripan, Bali, Kediri, Singasari, dan Majapahit. Untuk mempertahankan eksistensi kerajaan, maka raja bersangkutan harus mampu bertahan dalam menghadapi pemberontakan dalam negeri mauapun invasi kerajaan lain. Dan bila kerajaan bersangkutan telah kuat maka ia akan semakain memperluas wilayahnya. Dalam perkembangannya, kerajaan-kerajaan tersebut mengalami jatuh-bangun yang akhirnya runtuh untuk selama-lamanya, tak terkecuali Sriwijaya atau Majapahit.

Dalam bidang sosial-ekonomi, masyarakat Hindu Budha tersebut mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing, bergantung kepada letak geografis, geologis, lingkungan ekologis, serta kekuatan militer, hukum, dan politik mereka. Dalam bidang sosial di hampir setiap kerajaan terdapat pengkelasan dalam masyarakat, meski tidak seketat di India. Sementara dalam bidang ekonomi yang meliputi aktifitas perdagangan, perpajakan, transportasi air dan darat, tenaga kerja, serta penguasaan tanah, setiap kerajaan memiliki cara-cara kerja masing-masing walaupun dalam beberapa hal sama. Dalam hal pajak, misalnya, masing-masing menerapkan sistem upeti, yakni raja bawahan atau pedagang asing memberikan hadiah berupa barang-barang dagang yang mewah atau emas kepada raja yang dilobinya. Warga negara pun tak luput dari pajak: mereka harus menyerahkan hasil bumi kepada pihak kerajaan.

Dalam hal penguasaan tanah, rajalah yang memegang otoritas. Ia akan menghibahkan suatu wilayah kepada orang-orang yang berjasa kepada Negara, kepada kaum brahmana, kepada kerabat istana. Sementara itu, tenaga kerja pada masa Hindu Budha ini bermacam-macam, dari pekerja kasar (buruh), militer, seniman, pengrajin, hingga pejabat pemerintah seperti menteri, patih, dyaksa, dan sebagainya.

Anda sekarang sudah mengetahui Perkembangan, Kemunduran dan Runtuhnya Kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Suwito, T. 2009. Sejarah : Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 368.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search