Sunday, February 24, 2013

Sejarah Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam Di Indonesia

Artikel dan Makalah tentang Sejarah Perkembangan Pengaruh Agama dan Kebudayaan Islam Di Indonesia - Islam datang ke Indonesia ketika pengaruh Hindu dan Budha masih kuat. Kala itu, Majapahit masih menguasai sebagian besar wilayah yang kini termasuk wilayah Indonesia. Masyarakat Indonesia berkenalan dengan agama dan kebudayaan Islam melalui jalur perdagangan, sama seperti ketika berkenalan dengan agama Hindu dan Budha. Melalui aktivitas niaga, masyarakat Indonesia yang sudah mengenal Hindu Budha lambat laun mengenal ajaran Islam. Persebaran Islam ini pertama kali terjadi pada masyarakat pesisir laut yang lebih terbuka terhadap budaya asing. Setelah itu, barulah Islam menyebar ke daerah pedalaman dan pegunungan melalui aktifitas ekonomi, pendidikan, dan politik.

Kali ini kalian akan mempelajari jejak pengaruh agama dan kebudayaan Islam di berbagai wilayah di Indonesia serta proses persebarannya. Akan diuraikan pula proses bagaimana Islam, sebagai agama baru, mampu berasimilasi dengan budaya tradisional masyarakat Indonesia yang telah terpengaruh tradisi Hindu Budha.

A. Sejumlah Teori, Kronik Asing, Dan Sumber Sejarah Lokal Tentang Persebaran Islam Di Indonesia

Agama Islam pada akhirnya menyebar hingga ke Asia Tenggara dan Asia Timur. Hal ini terjadi akibat jalur perdagangan yang makin ramai, dengan dibukanya Bandar Hurmuz di Teluk Persia. Indonesia sebagai salah satu wilayah yang memiliki banyak pelabuhan, merupakan salah satu tujuan para saudagar asing untuk memperoleh barang dagang yang laku di pasaran internasional, terutama rempah-rempah.




Islamisasi di Indonesia melibatkan banyak faktor: perdagangan, pendidikan, politik, serta semangat “jihad” masyarakat muslim. Para ulama (syekh, wali, kyai) memegang peranan penting dalam hal ini. Di bawah ini akan diuraikan proses pengislaman di berbagai wilayah di Indonesia.




Islam datang ke Indonesia ketika pengaruh Hindu dan Budha masih kuat. Ketika itu, Majapahit masih menguasai sebagian besar wilayah yang kini termasuk wilayah Indonesia. Sama seperti ketika berkenalan dengan agama dan kebudayaan Hindu-Budha, masyarakat Indonesia berkenalan dengan agama dan kebudayaan Islam melalui jalur perdagangan. Melalui aktifitas ekonomi ini masyarakat Indonesia yang Hindu-Budha lambat laun mengenal ajaran Islam, terutama masyarakat pesisir laut yang cenderung lebih terbuka terhadap budaya asing.

Ada beberapa teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia, yaitu:
  1. Teori Mekah, mengatakan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia adalah langsung dari Mekah atau Arab sekitar abad pertama Hijriah. Tokoh yang menperkenalkan teori ini adalah Haji Abdul Karim Amrullah atau HAMKA
  2. Teori Gujarat, mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah J. Pijnapel dari Universitas Leiden, Belanda. Teori ini juga dikembangkan oleh J.P. Moquetta
  3. Teori Persia, mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia. Pencetus teori ini adalah Hoesein Djajadiningrat yang memberikan analisisnya pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia.
  4. Teori Cina, mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari para perantau Cina. Sumanto Al Qurtuby dalam bukunya Arus Cina-Islam-Jawa menyatakan, menurut kronik Dinasti Tang (618-960), di daerah Kanton, Zhang-zhao, Quanzhou, dam pesisir Cina bagian selatan, telah terdapat sejumlah pemukiman Islam. 
Semua teori di atas masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Tidak ada kemutlakan dan kepastian yang jelas dalam masing-masing teori tersebut. Dalam perkembanganya, tradisi agama dan kebudayaan bercorak Islam mampu membaur dengan budaya pribumi Indonesia yang telah juga dipengaruhi agama dan budaya Hindu Budha.

Dari proses asimilasi tersebut muncullah agama dan budaya Islam yang sinkretis. Peninggalan-peninggalan bercorak Islam dapat dilihat dari: penggunaan bahasa Arab, bangunan fisik (candi dan nisan pada makam), khasanah kesusastraan, karya seni kaligrafi, musik, dan tari. Hingga sekarang tradisi bernilai Islam tersebut masih dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia

Anda sekarang sudah mengetahui Sejarah Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam Di Indonesia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Suwito, T. 2009. Sejarah : Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 368.

1 comment:

  1. Thanks ya gan udah sharing, thanks kebetulan sedang ada tugas tentang sejarah ni hehe tengkyu bacaanya :)

    ReplyDelete

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search