Tuesday, February 26, 2013

Sistem Reproduksi Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan

Artikel dan Makalah tentang Sistem Reproduksi Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan - Tumbuhan dapat bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Keduanya memiliki mekanisme dan keuntungan yang berbeda. Apakah perbedaan reproduksi secara vegetatif dan generatif?

1. Reproduksi secara Vegetatif

Reproduksi vegetatif adalah pembentukan suatu individu baru tanpa terjadinya peleburan antara gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi vegetatif pada tumbuhan merupakan pembentukan tumbuhan baru yang berasal dari satu induk.

Tumbuhan baru berkembang dari induk tumbuhan yang berbeda. Tumbuhan baru ini dapat berkembang dari akar, batang dan daun. Oleh karena tumbuhan baru hannya berasal dari satu induk maka secara genetis tumbuhan baru tersebut akan mewarisi sifat genetis yang sama dari tumbuhan induknya. Reproduksi vegetatif dibagi menjadi dua jenis, yaitu : reproduksi vegetatif alami dan vegetatif buatan.

2. Reproduksi Secara Generatif

Reproduksi genertaif adalah pembentukan individu baru melalui proses peleburan gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi generatif terjadi pada tumbuhan berbunga (Angiospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Gymnospermae). Pada artikel ini, hanya akan diterangkan mengenai reproduksi generatif pada Angiospermae.

Angiospermae memiliki organ reproduksi berupa bunga. Bunga dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap tersusun atas kelopak (kaliks), mahkota (korola), benang sari (stamen) dan putik (pistilum). Benang sari terdiri atas kepala sari (antera) dan tangkai benang sari (filamen). Sedangkan putik terdiri dari kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan ovarium (Gambar 1).
struktur bagian bunga
Gambar 1. Struktur bunga sebagai alat perkembangbiakan pada Angiospermae.
Bunga tidak lengkap ialah bunga yang tidak mempunyai salah satu atau lebih bagian-bagian dari bunga. Contohnya adalah bunga yang tidak memiliki mahkota ata kelopak bunga.

a. Penyerbukan (Polinasi)

Penyerbukan merupakan suatu proses melekatnya serbuk sari (polen) pada kepala putik bunga yang lain. Polinasi (penyerbukan) terdiri dari dua jenis, yaitu penyerbukan silang (cross pollination) dan penyerbukan sendiri (self pollination). Penyerbukan silang terjadi ketika serbuk sari yang menempel pada kepala putik berasal dari bunga yang berbeda. Sedangkan penyerbukan sendiri adalah penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari berasal dari satu bunga.

Beberapa proses penyerbukan pada tumbuhan memerlukan bantuan atau perantara. Berdasarkan perantaranya, penyerbukan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu anemogami (dibantu oleh angin), hidrogami (dibantu oleh air) dan zoodigami (dibantu oleh hewan). Contohnya seperti pada gambar 2.
Polinasi dengan bantuan hewan (zoodiogami).
Gambar 2. Polinasi dengan bantuan hewan (zoodiogami). (Wikimedia Commons)
Perantara penyerbukan dapat disebut juga dengan polinator. Angin adalah polinator yang bersifat acak, tiupan angin tidak dapat deperkirakan pada saat membawa polen bunga. Biasanya, tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin memproduksi polen dalam jumlah yang sangat banyak.

Lain halnya dengan hewan, hewan merupakan polinator yang lebih efisien bila dibandingkan dengan angin. Tumbuhan Angiospermae yang penyerbukannya bergantung pada hewan akan menyediakan makanan untuk hewan tersebut. Ketika hewan (misalnya serangga) pindah dari satu bunga ke bunga yang lain, polen yang tidak sengaja terbawa oleh hewan tersebut akan melekat pada putik bunga yang lain. Tumbuhan yang proses penyerbukannya dibantu oleh polen biasanya tidak menghasilkan serbuk sari dalam jumlah banyak. Selain itu tumbuhan tersebut bisanya juga memiliki mahkota bunga yang besar dan berwarna terang. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian serangga.

Beberapa jenis tumbuhan, seperti anggrek lebah (bee orchid), dapat melakukan penyerbukan sendiri apabila tidak ada serangga sebagai perantara. Anggrek lebah mempunyai kelopak bunga yang bentuk dan aromanya menyerupai lebah betina. Hal ini bertujuan unuk menarik perhatian lebah jantan agar mau hinggap di bunga tersebut. Namun, apabila tidak ada serangga yang hinggap, maka anggrek ini dapat menunduk untuk melakukan penyerbukan sendiri. (Sumber: Science Library: Plants, 2004)

b. Pembuahan (Fertilisasi)

Proses penyerbukan berakhir ketika polen (serbuk sari) telah melekat pada stigma (kepala putik) tumbuhan yang berasal dari satu spesies. Senyawa kimia yang terkandung di dalam kepala putik akan menyediakan tempat untuk pertumbuhan polen. Setelah itu akan terbentuk struktur yang disebut dengan sel tabung (pollen tube) pada putik. Sel tabung inilah yang menghubungkan stigma dengan ovarium. Inti generatif dari polen akan membelah dengan cara mitosis hingga membentuk inti sel sperma yang haploid. Pada saat sel tabung mencapai mikrofil, ujung selnya akan mendorong dinding ovarium supaya terbuka. Kemudian inti sel tabung menghilang dan dua inti sel sperma akan membuahi inti sel yang ada pada ovarium (ovum).

Satu inti dari sel sperma akan membuahi sel telur, sedangkan sisanya akan bergabung dengan inti sel kutub untuk membentuk endosperma yang bersifat triploid (3n). Inti sel sperma yang membuahi telur akan berkembang menjadi zigot kemudian menjadi embrio. Endosperma berfungsi sebagai pemberi nutrisi bagi embrio. Embrio dan endosperma akan membentuk biji. Proses pembuahan ini adalah proses pembuahan ganda, dimana terjadi dua proses pembuahan, yaitu pembuahan sel telur dan sel kutub.
Pembuahan ganda pada tumbuhan
Gambar 3. Pembuahan ganda pada tumbuhan.
Anda sekarang sudah mengetahui mengenai Sistem Reproduksi Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Firmansyah, R. A. M. Hendrawan dan M. U. Riandi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 210.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search