Macam-macam, Jenis Ikatan Kovalen, Proses Pembentukan, Pengertian, Contoh Soal, Kunci Jawaban


Macam-macam, Jenis Ikatan Kovalen, Proses Pembentukan, Pengertian, Contoh Soal, Kunci Jawaban - Pernahkah Anda mengamati kompor gas? Bahan bakar apa yang digunakannya? Salah satu gas yang digunakan sebagai bahan bakar yaitu gas metana (CH4). Berdasarkan rumus kimianya, gas metana tersusun atas 1 atom C dan 4 atom H.
metana
Struktur metana 2 Dimensi. [1]
Menurut Anda, bagaimanakah cara atom C mengikat 4 atom H? Apakah sama dengan proses pembentukan ikatan ion? Selidikilah oleh Anda dengan melakukan kegiatan berikut.

Percobaan Kimia 1 :

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen

Tujuan :

Menyelidiki proses terjadinya ikatan kovalen

Alat dan Bahan :

Tabel periodik unsur-unsur kimia

Langkah Kerja :
  1. Tuliskanlah konfigurasi elektron atom-atom yang menyusun gas metana.
  2. Gambarkan struktur Lewis atom-atom yang menyusun gas metana.
  3. Tuliskanlah konfigurasi elektron atom O dan N.
  4. Gambarkan struktur Lewis atom O dan N.
  5. Tuliskanlah konfigurasi elektron atom P dan Cl.
  6. Gambarkan struktur Lewis atom P dan Cl.
Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta.
  1. Berapakah elektron valensi atom C?
  2. Berapakah elektron valensi atom H?
  3. Bagaimanakah cara atom C untuk mencapai kestabilannya?
  4. Bagaimanakah cara atom H untuk mencapai kestabilannya?
  5. Bagaimanakah cara atom C dan H berikatan?
  6. Bagaimanakah cara atom O untuk mencapai kestabilannya?
  7. Bagaimanakah cara atom N untuk mencapai kestabilannya?
  8. Apakah yang terjadi jika 2 atom O berikatan?
  9. Apakah yang terjadi jika 2 atom N berikatan?
  10. Apakah yang terjadi jika atom P dan atom Cl berikatan?
Diskusikanlah hasil yang Anda peroleh dengan teman Anda.

Bagaimana hasil penyelidikan Anda? Untuk mengetahui proses pembentukan ikatan kovalen, pelajarilah penjelasan berikut.

1. Pengertian Ikatan Kovalen [2]

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi antara unsur nonlogam dengan unsur nonlogam yang lain dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron. Adakalanya dua atom dapat menggunakan lebih dari satu pasang elektron. Apabila yang digunakan bersama dua pasang atau tiga pasang maka akan terbentuk ikatan kovalen rangkap dua atau rangkap tiga. Jumlah elektron valensi yang digunakan untuk berikatan tergantung pada kebutuhan tiap atom untuk mencapai konfigurasi elektron seperti gas mulia (kaidah duplet atau oktet).

Penggunaan bersama pasangan elektron digambarkan oleh Lewis menggunakan titik elektron. Rumus Lewis merupakan tanda atom yang di sekelilingnya terdapat titik, silang atau bulatan kecil yang menggambarkan elektron valensi atom yang bersangkutan.

Sifat-sifat senyawa kovalen sebagai berikut.

a. Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2, CO2), cair (misalnya: H2O dan HCl), ataupun berupa padatan.
b. Titik didih dan titik lelehnya rendah, karena gaya tarik-menarik antarmolekulnya lemah meskipun ikatan antaratomnya kuat.
c. Larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berinteraksi dengan pelarut polar.
d. Larutannya dalam air ada yang menghantar arus listrik (misal HCl) tetapi sebagian besar tidak dapat menghantarkan arus listrik, baik padatan, leburan, atau larutannya.

Anda dapat memprediksi ikatan kimia apabila mengetahui konfigurasi elektron dari atom unsur tersebut (elektron valensinya). Dari situ akan diketahui jumlah kekurangan elektron masing-masing unsur untuk mencapai kaidah oktet dan dupet (kestabilan struktur seperti struktur elektron gas mulia). Jarak antara dua inti atom yang berikatan disebut panjang ikatan. Sedangkan energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan disebut energi ikatan. Pada pasangan unsur yang sama, ikatan tunggal merupakan ikatan yang paling lemah dan paling panjang. Semakin banyak pasangan elektron milik bersama, semakin kuat ikatan dan panjang ikatannya semakin kecil/pendek.

Contoh:

Ikatan
:
N–N
N = N
N ≡ N
Panjang Ikatan (Å)
:
1,47
1,24
1,10
Energi Ikatan (KJ/mol)
:
163
418
941

2. Atom C dan H Berikatan dengan Cara Pemakaian Elektron Bersama dan Membentuk Ikatan Kovalen Tunggal

3. Senyawa-Senyawa yang Memiliki Ikatan Kovalen Rangkap Dua

4. Senyawa yang Memiliki Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

5. Senyawa-Senyawa yang Tidak Mengikuti Kaidah Oktet

6. Kepolaran Senyawa Kovalen (Ikatan Kovalen Polar dan Ikatan Kovalen Non Polar)




Anda sekarang sudah mengetahui Ikatan Kovalen. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rahayu, I. 2009. Praktis Belajar Kimia, Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p 210.

Referensi Lainnya :

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Metana

[2] Setyawati, A. A. Kimia : Mengkaji Fenomena Alam Untuk Kelas X SMA/MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 186.



Pengunjung dapat menyalin materi di blog ini menggunakan Browser Google Chrome. Google Chrome
Bacalah terlebih dahulu Panduan Pengunjung jika anda ingin menggunakan materi dari blog ini.
DMCA.com
Judul : Macam-macam, Jenis Ikatan Kovalen, Proses Pembentukan, Pengertian, Contoh Soal, Kunci Jawaban

Rating : 9 out of 10 based on 666 ratings. 9 user reviews.

Reviewer : Puri Maulana

Masukkan Kata Kunci




Artikel Terkait :

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.