Macam-macam Organisasi Sosial Di Indonesia Pada Masa Pergerakan Nasional Awal Abad Ke-20

Leave a Comment
Macam-macam Organisasi Sosial Di Indonesia Pada Masa Pergerakan Nasional Awal Abad Ke-20 - Salah satu cara yang dilakukan bangsa Indonesia menghadapi pemerintah kolonial adalah mendirikan organisasi. Melalui organisasi itu dilakukan perjuangan, baik berupa tuntutan kepada pemerintah maupun perbaikan di bangsa sendiri. Ada organisasi yang secara tegas menyatakan diri sebagai organisasi politik, ada pula yang menitikberatkan kegiatannya di bidang tertentu seperti agama, ekonomi, dan pendidikan. (Baca juga : Pengaruh Paham Baru Terhadap Kesadaran dan Pergerakan Nasionalisme di Indonesia)

Strategi perjuangan disesuaikan dengan ciri khas masing-masing organisasi. Secara umum, strategi itu dapat dibedakan atas kooperasi (bersedia bekerja sama dengan pemerintahan Belanda) dan non kooperasi (menolak kerja sama dengan pemerintah Belanda). Bagi sebagian organisasi strategi itu relatif sifatnya, disesuaikan dengan situasi yang dihadapi (bersifat pragmatis). Pada masa tertentu mereka bersikap kooperasi, tetapi pada masa yang lain bersikap non kooperasi. Walaupun dua strategi namun tujuan akhir semua organisasi itu sama, yakni mencapai kemerdekaan.

Berikut ini akan diuraikan beberapa organisasi masyarakat yang lahir pada abad ke-20 di Indonesia sebagai akibat munculnya paham-paham baru di Barat. Organisasi-organisasi ini dibagi atas dasar jenis organisasi bersangkutan, yakni berdasarkan kepemudaan (kesukuan dan keagamaan), keagamaan, sosial ekonomi, serta ideologi (nasionalis, sosialis, komunis) yang berwujud partai politik. Selain itu diuraikan pula organisasiorganisasi wanita yang merupakan sayap organisasi lainnya.

1. Organisasi Ekonomi dan Pendidikan

a. Budi Utomo (1908)

b. Sarekat Islam (1911)

c. Taman Siswa (1922)



Anda sekarang sudah mengetahui Organisasi Sosial Di Indonesia Pada Masa Pergerakan Nasional. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Suwito, T. 2009. Sejarah : Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 368.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.