Friday, March 8, 2013

Makanan Sumber dan Fungsi Kalium (K) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan, Pengertian, Manfaat, Kegunaan

Makanan Sumber dan Fungsi Kalium (K) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan, Pengertian, Manfaat, Kegunaan - Kalium adalah unsur teringan yaang mengandung isotop radioaktif alami. Secara umum fungsi dari kalium adalah metabolisme normal, memelihara volume cairan tubuh. Konsentrasi pH, hubungan tekanan osmotik, mengaktifkan enzim intraseluler dan pada empede bekerja sama dengan natrium berfungsi untuk mengemulsikan lemak. Kalium adalah kation (K+) utama cairan intarsel. Dengan demikian, sumber utama kalium adalah materi seluler dari bahan pakan. Kalium mudah terserap usus halus, sebanding dengan jumlah yang dimakan dan beredar dalam plasma. Makanan sumber kalium adalah Sayuran, buah-buahan, dan kecap.

Pengertian Kalium :

Kalium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang K dan nomor atom 19. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali tanah. Secara alami, kalium ditemukan sebagai senyawa dengan unsur lain dalam air laut atau mineral lainnya. Kalium teroksidasi dengan sangat cepat dengan udara, sangat reaktif terutama dalam air, dan secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium. Dalam bahasa Inggris, kalium disebut potassium. [1]

Kalium dalam cairan ekstrasel memasuki semua jaringan dalam tubuh daa dapat mempunyai efek yang sangat besar pada fungsi organ, terutama depolarisasi dan kontraksi jantung. Ginjal tidak dapat menghemat ion kalium seefektif ginjal menghemat ion natrium. Penghematan natrium selalu disertai dengan pembuangan kaalium dan ini merupakan efek aldosteron. Bila intake ion kalium kurang dari kebutuhan minimal, konsentrasi ion kalium serum akan menurun, ion kalium intarsel juga akan menurun dan tubulus renalis bersama-sama sel-sel tubuh mulai menggunakan proton (H+) sebagai pengganti K+  Apabila konsentrasi H+ meningkat maka akan menyebabkan asidosis intraseluler. Kehilangan K+ obligatorik oleh tubulus renalis diganti dengan kehilangan H+ obligatorik, karena tubulus renalis menghemat Na+ dengan membuang H+ , bukan membuang K+. Hal ini akan menyebabkan alkalosis ekstraseluler dan asidosis intraseluler.

Defisiensi / kekurangan kalium secara umum menyebabkan kelemahan seluruh otot, jantung lemah dan melemahnya otot pernafasan. Pada kegagalan ginjal, kehilangan K+ obligatorik mungkin lebih jauh dari normal. Keracunan K+ (hiperkalemia) sering terjadi pada payah ginjal karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan K+  Efek listrik hiperkalemia dapat dilawan oleh peningkatan konsentrasi kalsium serum. Pompa kalsium-natrium dalam membran sensitif terhadap penghambatan oleh preparat digitalis yaitu ouabain. Pada hipokalemia, jantung menjadi sensitif terhadap ouabain dan dapat terjadi keracunan ouabain. Toksisitas ouabain dapat dinetralisasikan oleh penambahan konsentrasi kalium serum.

Anda sekarang sudah mengetahui Fungsi Kalium. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

DAFTAR PUSTAKA PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK

Artikel ini merupakan materi yang ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, Ms. (Fakultas Peternakan-perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Buku Ajar Berjudul "PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK" tahun 2006.

Referensi Lainnya :

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Kalium

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search