Friday, March 8, 2013

Makanan Sumber dan Fungsi Tembaga (Cu) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan, Pengertian, Manfaat, Kegunaan

Makanan Sumber dan Fungsi Tembaga (Cu) : Akibat Kekurangan bagi Tubuh Manusia dan Hewan, Pengertian, Manfaat, Kegunaan - Tembaga merupakan elemen yang sangat dubutuhkan oleh hewan biarpun dalam komposisi yang relatif sedikit. Makanan sumber tembaga adalah Padi-padian, polong-polongan, kerang, ginjal, dan hati. Absorpsi tembaga dalam traktus gastrointestinal memerlukan mekanisme spesifik, karena sifat alamiah ion kupri (Cu2+) yang sangat tidak larut. Dalam sel mukosa usus, tembaga mungkin berikatan dengan protein pengikat metal (banyak mengandung sulfur) dengan berat molekul rendah yaitu metalotionein pada bagian tionein. Biosintesis metalotionein diinduksi dengan pemebrian Zn, Cu,Cd dan Hg dan diblokir oleh inhibitor-inhibitor sintesis protein. 

Pengertian Tembaga :

Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum.Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik.Selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali. Tembaga murni sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna jingga kemerahan. Tembaga dicampurkan dengan timah untuk membuat perunggu. [1]

Meskipun tembaga akan merangsang produksi protein hati yang berikataan dengan tembaga, seng juga diperlukan untuk akumulasi Cu-tionein. Seng akan menstabilkan Cu-tionein terhadap degradasi oksidatif. Tembaga masuk dalam plasma, dimana tembaga terikat pada asam-asam amino, terutama histidin, dan pada albumin serum pada tempat pengikatan tunggal yang kuat. Dalam kurang dari satu jam, tembaga yang baru diserap diambil dari sirkulasi oleh hati.

Hati memproses tembaga melalui dua jalan, yaitu : tembaga diekskresi dalam empedu ke dalam traktus gastrointestinal, dimana tembaga tidak diabsorpsi kembali. Ternyata, homeostasis tembaga dipertahankan hampir seluruhnya oleh ekskresi bilier, semakin tinggi dosis tembaga, semakin banyak yang diekskresikan dalam feses. Jalan kedua metabolisme tembaga dalam hati adalah penggabungan tembaga sebagai bagian integral seroloplasmin, suatu glikoprotein yang semata-mataa disintesis dalam hati. Seruloplasmin bukan protein pembawa Cu2+  karena tembaga seruloplasmin tidak bertukar dengan ion tembaga atau tembaga yang terikat dengan dengan molekul-molekkul lain. Seroluplasmin mengandung 6 - 8 atom tembaga, setengah bagiaan ion kupro (Cu+) dan setengahnya lagi ion kupri (Cu2+).

Gejala defisiensi / kekurangan tembaga meliputi anemia, neutropenia, osteoporosis dan depigmentasi serta gangguan syaraf. Defisiensi tembaga mengganggu proses kaitan lintas jaringan ikat protein, kolagen, dan elastin. Gangguan ini dapat berupa kelainan tulang, kerusakan sistem kardiovaskuler atau kelainan struktur paru-paru. Gejala defisiensi tembaga yang paling tragis adalah kematian mendadak akibat pecahnya pembuluh darah utama atau jantungnya. defisiensi tembaga pada anaak ayam menyebakan aorta pecah. Keracunan tembaga termasuk diare dengan feses biru-hijau hemolisis akut dan kelainan fungsi ginjal.

Anda sekarang sudah mengetahui Fungsi Tembaga. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

DAFTAR PUSTAKA PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK

Artikel ini merupakan materi yang ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, Ms. (Fakultas Peternakan-perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Buku Ajar Berjudul "PENGANTAR ILMU NUTRISI TERNAK" tahun 2006.

Referensi Lainnya :

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search