Wednesday, March 20, 2013

Model dan Kelemahan Teori Atom Thomson, Pengertian, Contoh, Gambar, Kimia

Model dan Kelemahan Teori Atom Thomson, Pengertian, Contoh, Gambar, Kimia - Seorang fisikawan Inggris, Joseph John Thomson, pada 1897 menemukan elektron, suatu partikel bermuatan negatif yang lebih ringan daripada atom. Dia memperlihatkan bahwa elektron merupakan partikel subatomik. Dari penemuannya ini, J. J. Thomson mengemukakan dugaan (hipotesis) sebagai berikut: "karena elektron bermuatan negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral maka haruslah ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan elektron dalam atom". Maka ia mengusulkan suatu model atom yang dikenal dengan model atom roti kismis sebagai berikut.
  1. Atom berbentuk bola pejal bermuatan positif yang homogen (diibaratkan sebagai roti).
  2. Elektron bermuatan negatif tersebar di dalamnya (seperti kismis yang tersebar di dalam roti).
model atom thomson
Model atom thomson. [1]
Beberapa kelebihan dan kelemahan dari model atom Thomson, dapat dilihat seperti uraian berikut ini:

Kelebihan Teori Atom Thomson :
  1. Dapat menerangkan adanya partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut partikel subatomik.
  2. Dapat menerangkan sifat listrik atom.
Kelemahan Teori Atom Thomson :
  1. Tidak dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas yang dikemukakan oleh Rutherford.
  2. Tidak dapat menjelaskan adanya inti atom. [2] 
Tokoh Kimia :
Joseph John Thomson
(1856–1940)
Joseph John Thomson
Joseph John Thomson. [3]
Joseph John Thomson (1856–1940) adalah seorang ahli fisika yang pernah bercitacita menjadi insinyur kereta api. Meskipun tidak menjadi insinyur kereta api, Thomson memberikan dedikasi penuh terhadap ilmu pengetahuan. Selain penemuannya tentang model atom, dia juga membuktikan keberadaan elektron. Buah kerjanya tentang keberadaan elektron telah mengubah teori listrik dan atom. Sumber: Jendela IPTEK: Materi, 1997.

Anda sekarang sudah mengetahui Teori Atom Thomson dan Model Atom Thomson. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rahayu, I. 2009. Praktis Belajar Kimia, Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p 210.

Referensi Lainnya :

Newmark, Ann.1997. Jendela IPTEK: Kimia. Jakarta: Balai Pustaka.


[2] Permana, I. 2009. Memahami Kimia 1 : SMA/MA untuk Kelas Semester 1 dan 2. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 175.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.