Thursday, March 28, 2013

Pengertian Koefisien Reaksi Kimia, Cara Menentukan, Rumus, Stoikiometri, Penyetaraan, Perbandingan, Contoh Soal, Jawaban

Pengertian Koefisien Reaksi Kimia, Cara Menentukan, Rumus, Stoikiometri, Penyetaraan, Perbandingan, Contoh Soal, Jawaban - Koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah partikel dari zat yang terlibat dalam reaksi. Oleh karena 1 mol setiap zat mengandung jumlah partikel yang sama, maka perbandingan jumlah partikel sama dengan perbandingan jumlah mol. Jadi, koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi.

Untuk reaksi:

N2(g) + 3 H2(g) → 2 NH3(g)

koefisien reaksinya menyatakan bahwa 1 molekul N2 bereaksi dengan 3 molekul H2 membentuk 2 molekul NH3 atau 1 mol N2 bereaksi dengan 3 mol H2 menghasilkan 2 mol NH3 (koefisien 1 tidak pernah ditulis)

Dengan pengertian tersebut, maka banyaknya zat yang diperlukan atau dihasilkan dalam reaksi kimia dapat dihitung dengan menggunakan persamaan reaksi setara. Apabila jumlah mol salah satu zat yang bereaksi diketahui, maka jumlah mol zat yang lain dalam reaksi itu dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan koefisien reaksinya.

Contoh Soal 1 :

Aluminium larut dalam larutan asam sulfat menghasilkan larutan aluminium sulfat dan gas hidrogen. Persamaan reaksinya:

2 Al(s) + 3 H2SO4(aq) → Al2(SO4)3(aq) + 3 H2(g)

Berapa mol gas hidrogen dan mol larutan aluminium sulfat yang dihasilkan jika digunakan 0,5 mol aluminium?

Jawab:

Dari persamaan reaksi:

2 Al(s)
+
3 H2SO4(aq)
Al2(SO4)3(aq)
+
3 H2(g)
0,5 mol



?

?

diketahui perbandingan koefisien Al : H2SO4 : Al2(SO4)3 : H2 adalah 2 : 3 : 1 : 3

Jumlah mol gas hidrogen = (koefisien H2 / koefisien Al) x mol Al = (3/2) x 0,5 mol = 0,75 mol

Jumlah mol larutan aluminium sulfat = (koefisien Al2(SO4)3 / koefisien Al) x mol Al = (1/2) x 0,5 mol = 0,25 mol

Jadi,

2 Al(s)
+
3 H2SO4(aq)
Al2(SO4)3(aq)
+
3 H2(g)
0,5 mol



0,25 mol

0,75 mol

Contoh Soal 2 :

5,6 gram besi (Ar Fe = 56) dilarutkan dalam larutan asam klorida sesuai reaksi:

2 Fe(s) + 6 HCl(aq) → 2 FeCl3(aq) + 3 H2(g)

Tentukan volume H2 yang dihasilkan pada keadaan standar (STP)!

Kunci Jawaban :

Mol Fe = massa Fe / Ar Fe = 5,6 gram / 56 gram/mol = 0,1 mol

Perbandingan koefisien Fe : H2 = 2 : 3

Mol H2 = (koefisien H2 / koefisien Fe) x mol Fe

Mol H2 = (3/2) x 0,1 mol = 0,15 mol

Volume H2 pada keadaan standar (STP) adalah:

V = n × Vm

V = 0,15 mol × 22,4 liter/mol = 3,36 liter

Contoh Soal 3 :

Sebanyak 32 gram kalsium karbida (CaC2) dilarutkan dalam air menghasilkan gas asetilena (C2H2) menurut reaksi :

CaC2(s) + 2 H2O(l) → Ca(OH)2(s) + C2H2(g)

Tentukan:

a. mol CaC2
b. massa Ca(OH)2 yang dihasilkan
c. volume gas asetilena yang dihasilkan pada keadaan standar (Ar Ca = 40, C = 12, O = 16, dan H = 1)

Kunci Jawaban :

a. Mol CaC2 = massa CaC2 / Mr CaC2 = 32 gram / 64 gram/mol = 0,5 mol

b. Perbandingan koefisien CaC2 : Ca(OH)2 : C2H2 = 1 : 1 : 1

Mol Ca(OH)2 = (koefisien Ca(OH)2 / koefisien CaC2) x mol CaC2

Mol Ca(OH)2 = (1/1) × 0,5 mol = 0,5 mol

Massa Ca(OH)2 = (koefisien C2H2 / koefisien CaC2) x mol CaC2

Massa Ca(OH)2 = (1/1) × 0,5 mol = 0,5 mol

Volume C2H2 pada keadaan standar = n × 22,4 liter/mol = 0,5 mol × 22,4 liter/mol = 11,2 liter

(James E. Brady, 1990)

Anda sekarang sudah mengetahui Koefisien Reaksi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.


Referensi :

Utami, B. A. N. Catur Saputro, L. Mahardiani, dan S. Yamtinah, Bakti Mulyani.2009. Kimia : Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 250.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.