Sunday, March 3, 2013

Proses dan Hasil Akulturasi Budaya antara Tradisi Lokal, Hindu Budha, dan Islam di Indonesia

Artikel dan Makalah tentang Proses dan Hasil Akulturasi Budaya antara Tradisi Lokal, Hindu Budha, dan Islam di Indonesia - Posisi geografis Indonesia memberikan peluang yang besar bagi masuknya kebudayaan asing secara lebih mudah dan cepat. Keuntungan geografis ini pada melahirkan keuntungan-keuntungan ekonomis, politis, sosial, dan kultural. Keadaan ini telah berlangsung sejak awal masehi. Tak heran bila bentuk dan corak pratik kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia cukup beragam dan pluralistik. Jika kita melihat praktik dan bentuk kebudayaan, misalnya, Hindu atau Buddha di India, takkan sama dengan yang ada di Indonesia. Atau bila melihat tradisi umat Islam di Arab atau Timur Tengah lainnya akan sedikit (atau banyak) berbeda dengan apa yang dipraktikan umat Islam di Indonesia. Ini terjadi karena setiap bangsa dan suku memiliki caranya masing-masing dalam menerima, merespon, dan mengadaptasikan budaya asing yang datang padanya. Selanjutnya, orang Indonesia, khususnya bagian timur, mengenal pula agama Kristen yang dibawa orang Portugis (Katolik) dan Belanda (Protestan).

Pada bab-bab sebelumnya kalian telah melihat perkembangan pengaruh agama dan budaya Hindu Budha dan Islam terhadap tradisi agama dan kebudayaan di Indonesia. Dari hasil peninggalan-peninggalan kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, terlihat jelas pengaruh Hindu-Buddha dan Islam dari segi politis, sosial, sistem tatanegara, bahasa, kesusastraan, seni arsitektur, seni rupa, dan aspek-aspek kepercayaan.

Pada bab ini kalian akan lebih mendalami hasil interaksi antara budaya pribumi-lokal, dengan budaya Hindu Budha dan Islam sebagai tradisi dan budaya ”baru” dan sinkretis. Akan terlihat bagaimana masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia sesuai kearifan lokalnya masing-masing menyatukan ketiga tradisi tersebut secara damai dan bijak tanpa mempertentangkannya satu sama lain.



Letak geografis Indonesia telah memberikan peluang yang cukup besar bagi masuknya kebudayaan asing lebih mudah dan cepat. Keuntungan geografis ini pada perkembangannya melahirkan keuntungan-keuntungan yang baru, baik secara ekonomis, politis, sosial, dan kultural. Keadaan ini telah berlangsung sejak awal tarikh masehi yang ditandai masuknya pengaruh Hindu Budha dari India dan selanjutnya pengaruh Islam pada abad ke-13. Maka dari itu, bentuk dan corak pratik kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia cukup beragam dan pluralistik.

Kedatangan sejumlah agama dan kebudayaan asing ke Indonesia seperti Hindu, Budha, dan Islam telah ikut memperkaya kebudayaan Islam Indonesia. Asimilasi antar kebudayaan tersebut telah melahirkan tradisi agama sinkretisme, misalnya tradisi tahlilan, halal bihalal, berziarah, ajaran kebatinan dan kejawen, serta tembangan. Sedangkan dalam hal budaya telah melahirkan bentuk baru misalnya dalam hal seni arsitektur (masjid, keraton, makam), karya sastra (Melayu adan Jawa), beserta konsep kekuasaan.

Bentuk akulturasi dalam berbagai segi kehidupan telah memperkaya kebudayaan Indonesia. Kekayaan tersebut didapatkan dari hasil inklusifisme masyarakat Indonseia dari pengaruh-pengaruh asing yang positif, selama pengaruh tersebut tidak saling menjatuhkan dan sebaliknya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Anda sekarang sudah mengetahui Proses dan Hasil Akulturasi Budaya antara Tradisi Lokal, Hindu Budha, dan Islam di Indonesia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Suwito, T. 2009. Sejarah : Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 368.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.