Saturday, March 2, 2013

Sejarah PPPKI Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, Latar Belakang, Tujuan, Tokoh

Artikel dan Makalah tentang Sejarah Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, Latar Belakang, Tujuan, Tokoh - Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), merupakan badan kesatuan partai-partai politik Indonesia. PPPKI didirikan pada 17 Desember 1927. Sebagai pelopor pembentukan PPPKI adalah Partai Nasional Indonesia, ketuanya Ir. Soekarno. (Baca juga : Pengaruh Paham Baru Terhadap Kesadaran dan Pergerakan Nasionalisme di Indonesia)

Organisasi-organisasi yang tergabung dalam PPPKI adalah Partai Nasional Indonesia, Budi Utomo, Sarikat Islam, Paguyuban Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum Betawi, Indonesische Studie Club, dan Algemene Studie Club.

Tujuan PPPKI yang utama adalah:
  1. mencapai persamaan arah aksi kebangsaan dari berbagai perkumpulan;
  2. menghindarkan perselisihan antar anggota yang merugikan perjuangan;
  3. memperkuat dan memperbaiki organisasi.
Pada 1933, Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, berubah namanya menjadi Persatuan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia. Dengan terbentuknya PPPKI diharapkan akan terjadi interaksi ke arah persatuan antara organisasi-organisasi yang menjadi anggota PPPKI. Akan tetapi, karena perbedaan asas dan dasar dari partai-partai yang menjadi anggota tidak dapat dipertemukan, PPPKI akhirnya tidak mempunyai kekuasaan. Pada 1935 PPPKI dibubarkan karena partai-partai non kooperasi banyak yang keluar dari keanggotaan PPPKI.

Anda sekarang sudah mengetahui Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Suwito, T. 2009. Sejarah : Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 368.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.