Sunday, March 31, 2013

Tata Nama Senyawa Alkuna, Aturan Penamaan, Rumus Struktur, Contoh Soal, Kunci Jawaban, Kimia

Tata Nama Senyawa Alkuna, Aturan Penamaan, Rumus Struktur, Contoh Soal, Kunci Jawaban, Kimia - Secara umum, penamaan alkuna tidak jauh beda dengan penamaan alkana dan alkena. Perbedaannya terletak pada akhiran nama senyawa. Berikut langkah-langkah memberi nama senyawa alkuna. (Baca juga : Pengelompokan Senyawa Hidrokarbon)

Aturan Penamaan Senyawa Alkuna

  1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna.
  2. Hitung jumlah atom C-nya.
  3. Tuliskan awalan berdasarkan jumlah atom C-nya dan diakhiri dengan akhiran -una.
  4. Jika jumlah atom C senyawa alkuna lebih dari 3, beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga nomor paling kecil terletak pada atom C yang terikat ikatan rangkap tiga. Kemudian, penamaan senyawa diawali oleh nomor atom C pertama yang terikat ke ikatan rangkap 3, diikuti tanda (-) dan nama rantai induk.
Untuk lebih jelasnya, pelajari contoh soal berikut.

Contoh Soal 1 :

a. CH ≡ CH
b. CH3 ─ CH ≡ CH
c. CH3 ─ CH2 ─ C ≡ CH
d. CH3 ─ C ≡ C ─ CH3

Tentukan nama senyawa hidrokarbon berikut.

Kunci Jawaban :

a. CH ≡ CH memiliki atom C sebanyak 2 buah (eta-). Dengan demikian, senyawa ini memiliki nama etuna.
b. CH3 ─ CH ≡ CH memiliki atom C sebanyak 3 buah (propa-). Dengan demikian, senyawa ini memiliki nama propuna.
c. CH3 ─ CH2 ─ C ≡ CH atom C sebanyak 4 buah (buta-). Posisi ikatan rangkap 3 terletak pada atom C nomor 1 sehingga senyawa ini memiliki nama 1-butuna.
d. CH3 ─ C ≡ C ─ CHmemiliki atom C sebanyak 4 buah (buta-). Posisi ikatan rangkap 3 terletak pada atom C nomor 2 sehingga senyawa ini memiliki nama 2-butuna.
etuna asetilen
Gambar 1.Struktur molekul etuna (asetilen)
Seperti halnya senyawa alkana dan alkena, senyawa alkuna pun ada yang memiliki rantai cabang. Aturan penamaannya mirip dengan penamaan rantai alkana dan alkena bercabang.

Aturan Penamaan Senyawa Alkuna Rantai Bercabang

  1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna.
  2. Tentukan rantai induk dan rantai cabangnya. Rantai induk ditentukan dari rantai atom C terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga.
  3. Beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga nomor paling kecil terletak pada atom C yang terikat ikatan rangkap tiga.
  4. Rantai induk diberi nama sesuai aturan penamaan senyawa alkuna rantai lurus.
  5. Rantai cabang diberi nama sesuai jumlah atom C dan struktur gugus alkil.
  6. Urutan penulisan nama senyawa sama dengan urutan penulisan nama senyawa alkana dan alkena.
Agar lebih memahami hal ini, pelajarilah contoh soal berikut.

Contoh Soal 2 :

Tentukan nama senyawa hidrokarbon berikut.

Alkuna
Kunci Jawaban :

a.
3-metil-1-butuna
Jumlah atom C pada rantai induk = 4 dan ikatan rangkap tiga terikat pada atom C nomor 1 sehingga nama rantai induk adalah 1-butuna.
Jumlah atom C pada rantai cabang = 1 sehingga nama rantai cabang adalah metil.
Rantai cabang terikat pada atom C nomor 3. Dengan demikian, senyawa ini memiliki nama 3-metil-1-butuna.

b.
4-etil-2-heptuna
Jumlah atom C pada rantai induk = 7 dan ikatan rangkap tiga terikat pada atom C nomor 2 sehingga nama rantai induk adalah 2-heptuna.
Jumlah atom C pada rantai cabang = 2 sehingga nama rantai cabang adalah etil.
Rantai cabang terikat pada atom C nomor 4. Dengan demikian, senyawa ini memiliki nama 4-etil-2-heptuna.

c.
2,2-dimetil-3-heptuna
Jumlah atom C pada rantai induk = 7 dan ikatan rangkap tiga terikat pada atom C nomor 3 sehingga nama rantai induk adalah 3-heptuna.
Jumlah rantai cabang = 2 (di).
Jumlah atom C pada setiap rantai cabang = 1 sehingga nama rantai cabang adalah metil.
Rantai cabang terikat pada atom C nomor 2. Dengan demikian, senyawa ini memiliki nama 2,2-dimetil-3-heptuna.

Bagaimana jika senyawa alkuna tersebut memiliki ikatan rangkap tiga lebih dari satu? Berikut ini aturannya.

Aturan Penamaan Senyawa Alkuna yang Ikatan Rangkap Tiganya lebih dari Satu

  1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna.
  2. Hitung jumlah atom C-nya.
  3. Hitung jumlah ikatan rangkap tiganya.
  4. Jika jumlah ikatan rangkap tiganya = 2, nama senyawa diakhiri dengan akhiran -diuna. Jika jumlah ikatan rangkap tiganya = 3, nama senyawa diakhiri dengan akhiran -triuna.
  5. Beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga nomor paling kecil terletak pada dua atau tiga atom C pertama yang terikat ikatan rangkap dua. Kemudian, penamaan senyawa diawali oleh nomor atom C pertama dan kedua/ketiga yang terikat ke ikatan rangkap tiga, diikuti tanda (-) dan nama rantai induk.
  6. Jika terdapat rantai cabang, penamaan rantai cabang serupa dengan penamaan senyawa alkuna.
Tokoh Kimia

Fredrich Wohler [1]
Fredrich Wohler

Fredrich Wohler (1800–1882) merupakan kimiawan yang sangat cemerlang dalam berbagai bidang. Wohler merupakan orang pertama yang mengisolasi aluminium, berilium, boron, silikon, dan titanium. Wohler menjadi terkenal karena keberhasilannya dalam sintesis urea, pada 1828. Penemuannya ini menjadi penemuan pertama senyawa organik yang berasal dari senyawa anorganik. Pada masa itu, kebanyakan kimiawan meyakini bahwa zat-zat kimia yang berasal dari makhluk hidup seperti urea akan sangat berbeda dibanding zat-zat kimia yang diturunkan dari mineral-mineral. (Sumber: clendening.kumc.edu)

Contoh Soal 3 :

Tentukan nama senyawa hidrokarbon berikut.

a. CH ≡ C ─ C ≡ C ─ CH3
b. CH ≡ C ─ C ≡ C ─ C ≡ C ─ CH3
c. 
5-metil-1,3-heptadiuna
Kunci Jawaban :

a.
1,3-pentadiuna
Jumlah atom C pada rantai induk = 5, tidak memiliki rantai cabang, dan ikatan rangkap 3 terikat pada atom C nomor 1 dan 3 sehingga senyawa ini bernama 1,3-pentadiuna.

b.
1,3,5-heptatriuna
Jumlah atom C pada rantai induk = 7, tidak memiliki rantai cabang, dan ikatan rangkap 3 terikat pada atom C nomor 1, 3, dan 5 sehingga senyawa ini bernama 1,3,5-heptatriuna.

c.
5-metil-1,3-heptadiuna
Jumlah atom C pada rantai induk = 7 dan ikatan rangkap 3 terikat pada atom C nomor 1 dan 3 sehingga rantai induk memiliki nama 1,3-heptadiuna.
Jumlah atom C pada rantai cabang = 1 sehingga nama rantai cabang adalah metil.
Rantai cabang terikat pada atom C nomor 5.
Dengan demikian, senyawa ini memiliki nama 5-metil-1,3-heptadiuna.

Senyawa alkena juga dapat membentuk deret homolog. Senyawa alkena tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan, sedangkan senyawa alkuna memiliki 2 atom H lebih sedikit dari alkena dengan jumlah atom C yang sama. Oleh karena itu, rumus umum alkuna adalah sebagai berikut.

CnH2n–2

Contoh Soal 4 :

Suatu senyawa alkuna memiliki jumlah atom C sebanyak 6 buah. Tentukan rumus molekulnya.

Kunci Jawaban :

Senyawa alkuna memiliki rumus umum CnH2n–2 sehingga senyawa alkuna yang memiliki 6 atom C tersebut memiliki rumus molekul C6H10.

Anda sekarang sudah mengetahui Tata Nama Senyawa Alkuna. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rahayu, I. 2009. Praktis Belajar Kimia, Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p 210.

Referensi Lainnya :

1 comment:

  1. :)] harus lebih giat biar bisa paham sama materi ini =((

    ReplyDelete

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search