Saturday, March 2, 2013

Tujuan Imperialisme Jepang Serta Eksploitasi Terhadap Sumber Daya Alam Dan Manusia Di Indonesia

Artikel dan Makalah tentang Tujuan Imperialisme Jepang Serta Eksploitasi Terhadap Sumber Daya Alam Dan Manusia (SDA dan SDM) Di Indonesia - Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II dilandasi oleh ambisi membangun suatu wilayah kekuasaan di Asia. Bangsa Jepang meyakini bahwa dunia ini adalah satu keluarga dan mereka adalah bangsa yang terbaik sehingga harus dipersatukan di bawah kekuasannya. Konsep seperti ini dikenal dengan istilah Hako I Chiu. Untuk mencapai tujuan tersebut, Jepang terlebih dahulu harus menghancurkan kekuatan yang telah ada di wilayah Asia, termasuk Belanda yang berkuasa di Indonesia. Usaha untuk mewujudkan tujuannya, Jepang melancarkan serangan ke pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941. Peristiwa tersebut kemudian menyulut Amerika Serikat untuk menyatakan perang terhadap Jepang pada tanggal 8 Desember 1941. Untuk membendung kekuatan Jepang, Amerika membentuk pasukan gabungan bernama ABDACOM (American, British, Dutch, Australians Commands). (Baca juga : Dampak Penjajahan Jepang di Indonesia)

Sebelum terjadi penyerangan ke Pearl Harbour, Jepang pada tahun 1940 telah merencanakan untuk membentuk kemakmuran bersama Asia Raya. Dari rencana ini, Jepang akan menjadi pusat yang berpengaruh atas daratan Cina, Manchuria, Asia Tenggara, dan Rusia. Khusus untuk daerah Manchuria dan Cina, oleh Jepang akan dibangun sebagai tempat untuk industri berat dan industri ringan. Daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia, akan dijadikan daerah sumber bahan mentah untuk menyuplai daerah-daerah industri tersebut. Maka dari itu, ketika Jepang berhasil masuk dan menguasai Indonesia, dengan landasan Hakko Chiu, Jepang mengajak tersebut.

Setelah penyerahan kekuasaan di Kalijati, Jepang kemudian membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga wilayah pendudukan militer, yang meliputi:
  1. Wilayah I, terdiri atas Jawa dan Madura yang diperintah oleh Tentara Keenambelas Rikugun (Angkatan Darat) yang berpusat di Jakarta;
  2. Wilayah II, terdiri atas Sumatera yang diperintah oleh Tentara Keduapuluh Lima Rikugun yang berpusat di Bukittinggi;
  3. Wilayah III, terdiri atas Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, dan Nusa Tenggara yang diperintah oleh Armada Selatan Kedua Kaigun (Angkatan Laut), berpusat di Makassar.
Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang membentuk perhimpunan Gerakan Tiga A yang didirikan pada 29 Agustus 1942. Propaganda Gerakan Tiga A ini dipimpin oleh Mr. Syamsudin dengan semboyan Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia. Pada awalnya propaganda Jepang banyak mempengaruhi pola pikir bangsa Indonesia yang masih menaruh dendam terhadap Belanda sehingga kedatangan Jepang disambut dengan baik.

Karena janji-janji Jepang yang manis, pada awalnya bangsa Indonesia menyambut gembira atas kedatangan bala tentara Jepang. Sebab mereka akan segera membebaskan bangsa Indonesia, dari penjajahan Belanda. Sikap manis dan ramah itu tenyata hanya sekejap saja. Setelah itu sikap dan tindakan Jepang mulai keras, kejam, dan semena-mena serta menguras habis sumber daya alam dan tenaga rakyat Indonesia untuk mendukung kepentingan perangnya di kawasan Asia Pasifik. Akibatnya rakyat mengalami penderitaan yang lebih berat, daripada zaman penjajahan Belanda.

Berikut ini usaha-usaha Jepang dalam mencapai Kemakmuran Bersama Asia Raya, khususnya menyuplai kebutuhan industrialisasi Jepang.



Anda sekarang sudah mengetahui Tujuan Imperialisme Jepang. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Suwito, T. 2009. Sejarah : Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 368.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.