Wednesday, April 3, 2013

Contoh Kegunaan dan Manfaat Senyawa Organik di Bidang Industri dan Pertanian, Kimia

Contoh Kegunaan dan Manfaat Senyawa Organik di Bidang Industri dan Pertanian, Kimia - Bidang pertanian dan industri juga tidak mau ketinggalan dalam memanfaatkan senyawa organik. Berikut adalah pemanfaatan senyawa organik di bidang pertanian dan industri.


Di bidang pertanian, senyawa organik digunakan sebagai pembasmi hama tanaman (pestisida). Hama yang menyerang tanaman pertanian biasanya berasal dari serangga, tikus, dan jamur sehingga nama jenis-jenis pembasmi hama disesuaikan dengan sumber hamanya. Insektisida digunakan untuk membasmi serangga, rodentisida untuk membasmi tikus, sedangkan fungisida untuk membasmi serangan jamur. Pestisida jenis DDT saat ini sudah tidak digunakan lagi. Selain menyebabkan efek karsinogen, DDT juga menyebabkan hama menjadi tahan terhadap pestisida ini. Saat ini tengah dikembangkan pemanfaatan pestisida alami oleh para ilmuwan. Contohnya, zat aktif pada pohon nimba yang disebut dengan azadirachtin dapat digunakan sebagai pestisida alami. Senyawa organik apa saja yang digunakan sebagai pestisida? Perhatikan contoh-contoh pestisida pada tabel berikut.

Tabel 1. Jenis Pestisida yang Terdaftar/Diizinkan untuk Tanaman Pisang, Mangga, dan Rambutan

No.
Sasaran
Nama Pestisida
Bahan Aktif
Formulasi
1.
Pisang


• Hama


-Trips (Chaetanaphothrips signipennis)
-Klofiripos
-Dursban 1 PE
-Penggulung daun (Erionota thrax)
-Triklorfon
-Dipterex 95 SP
-Nematoda (Radhopolus similes)
-Fenamifos dan kadusafos
-Nemacur 10 G dan Rugdy 10 G
-Nematoda (Meloidogyne sp)
-Karbofuran
-Petrofur 3 G
• Penyakit


-Bercak daun sigatoka (Cercospora musicola)
-Klorotaronil
-Daconil 500 F, Daconil 75 WP, dan Tilt 250 EC
-Bercak daun sigatoka (Mycosphaerella spp.)
-Heksakonazol, siprokanazol, tridemorf, mankozeb,  tebukonazol,  difenokonazol, metil tiofanat, dan mankozeb.
-Anvil 50 SC, Alto 240 ULV, Calixin 750 EC, Dithane 430 F, Folicur 250 EO, Score 250 EO, Topsin 500 F, Topsin M 70 WP, dan Vondozeb 420 SC.
-Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)
-Dazomet
-Bazamid G
• Gulma


-Gulma berdaun lebar
-Ametrin, isopropil amina glifosat, dan monoamonium glifosfat.
-Amexone 80 W, Amexone 500 F, Gesapax 500 F, dan Polado 240/105 AS.
-Gulma berdaun sempit
-Ametrin dan parakuat diklorida.
-Polaris 200/8 A, Amexone 80 WP, Amexone 500 F, Gesapax 80 WP, Gesapax 500 F, Gramoxone*, dan Paracol*.
- Gulma golongan teki
-Ametrin
-Gesapax 500 F, dan Gesapax 50 WP.
2.
Mangga


• Hama


- Lalat buah (Dacus spp.)
-Metil eugenol
-Petrogenol 800
3.
Rambutan




• Hama


-Ulat daun rambutan
-Beta sipermetrin
-Beta 15 EC
Sumber: www.deptan.go.id


Industri yang memanfaatkan senyawa organik, baik bahan baku maupun produk akhir, di antaranya industri tekstil, cat, dan plastik. Industri tekstil menggunakan senyawa organik sebagai zat pewarna dan bahan baku kain. Zat pewarna juga digunakan dalam industri cat. Dalam industri tekstil dan cat, zat pewarna digunakan untuk mewarnai produk yang dihasilkan. Tabel berikut menginformasikan beberapa contoh senyawa organik yang digunakan sebagai zat pewarna beserta struktur kimia dan warna yang dihasilkannya.

Tabel 2. Contoh-Contoh Senyawa Organik dalam Zat Pewarna

Zat Pewarna

Struktur Kimia

Warna yang Dihasilkan
Industri yang Menggunakannya
Dinitroaniline
orange
Dinitroaniline orange

Jingga
Cat
Cu
phtalocyanine
green
Cu phtalocyanine green

Hijau
Cat, tinta, cat lukis
Phthalocyanine
blue BN
(Copper
phthalocyanine
blue)
Phthalocyanine blue BN (Copper phthalocyanine blue)

Biru
Cat, tinta, cat lukis
Alizarin red
(1,2-
dihidroksiantrakuinon)
Alizarin red (1,2- dihidroksiantrakuinon)

Merah
Cat
Pigment red
170
Pigment red 170

Merah
Otomotif
Indian yellow
(Euxanthic acid)
Indian yellow (Euxanthic acid)

Kuning
Cat lukis
Vat yellow 4
Vat yellow 4

Kuning
Tekstil

Adapun bahan baku kain merupakan senyawa kimia yang termasuk kelompok polimer. Plastik berbahan baku produk industri petrokimia juga merupakan polimer. Polimer yang digunakan sebagai bahan baku kain, di antaranya poliester dan nilon. Berikut ini beberapa contoh perkakas yang mengandung plastik.

Tabel 3. Contoh-Contoh Benda yang Mengandung Bahan Plastik

Perkakas
Senyawa Polimer
Struktur Kimia
Sampul keping VCD [1]
VCD

Polipropilena (PP)
[– CH2 – CH2 – CH2 –]n
Penggorengan teflon [2]
alat penggorengan dari teflon

Politetrafluoroetena (Teflon)
[– CF2 – CF2 –]n
Styrofoam [3]
Styrofoam

Polistirena (PS)
Polistirena (PS)


Bahan-bahan seperti bahan pewarna dan bahan plastik banyak dijadikan suatu produk seni dan estetika yang digunakan dan dimanfaatkan orang. Produk-produk tersebut diperdagangkan sehingga masyarakat dapat menggunakan dan memanfaatkannya.

Tokoh Kimia :

Wiliam Henry Perkin 
Wiliam Henry Perkin
Wiliam Henry Perkin. [4]
Wiliam Henry Perkin (1838–1907) membuat revolusi terhadap industri kimia dengan membuat warna buatan. Awalnya dia mencoba membuat obat kina dari anilin, tetapi yang diperoleh adalah senyawa lengket berwarna hitam. Ketika Henry mencuci zat tersebut dengan alkohol, dia menemukannya larut dan memberikan warna ungu gelap. Dari larutan ini Henry memperoleh kristal berwarna ungu muda. Pewarna sintesis baru ini dibeli oleh industri-industri tekstil dan dinamakan mauve (warna ungu muda).

Sumber: Jendela IPTEK, 1997

Catatan Kimia :

Struktur Molekul Plastik

Semua plastik termasuk ke dalam satu dari dua kategori (termoplastik atau termoset), bergantung pada bagaimana plastik ini apabila dipanaskan. Bahan-bahan termoplastik, seperti polietilen, menjadi lunak setiap dipanaskan sehingga dapat dibentuk ulang. Sebaliknya, plastik jenis termoset tidak akan lunak kembali setelah pemanasan pertama. Pada pemanasan pertama, molekul-molekul plastik membentuk ikatan silang yang menyebabkan strukurnya menjadi kaku. Karena sifatnya tersebut, plastik jenis termoset digunakan sebagai bahan dasar komponen-komponen listrik. Sumber: Jendela Iptek:Kimia,1997

Anda sekarang sudah mengetahui Manfaat Senyawa Organik di Bidang Industri. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rahayu, I. 2009. Praktis Belajar Kimia, Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p 210.

Referensi Lainnya :

[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Video_CD

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Polytetrafluoroethylene

[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Polystyrene

[4] http://en.wikipedia.org/wiki/William_Henry_Perkin

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search