Wednesday, April 3, 2013

Manfaat Minyak Bumi dan Gas Alam Bagi Kehidupan Sehari-hari Manusia, Produk Petrokimia

Manfaat Minyak Bumi dan Gas Alam Bagi Kehidupan Sehari-hari Manusia, Produk Petrokimia - Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mengetahui fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi. Tahukah Anda, digunakan untuk apa sajakah produk-produk yang dapat diperoleh dari pengolahan fraksi-fraksi minyak bumi?

1. Penggunaan Minyak Bumi Sebagai Bahan Bakar

Sebagian besar produk minyak bumi digunakan sebagai bahan bakar, baik bahan bakar di rumah tangga, industri maupun bahan bakar kendaraan. Bahan bakar minyak yang digunakan di rumah tangga adalah minyak tanah dan gas elpiji. Minyak tanah berasal dari fraksi kerosin, sedangkan gas elpiji berasal dari fraksi gas.
Kompor gas dan kompor minyak
Gambar 1. Pemakaian bahan bakar minyak di rumah tangga a) kompor gas menggunakan gas elpiji, b) kompor minyak menggunakan minyak tanah.
Selain digunakan sebagai bahan bakar kompor, minyak bumi juga digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Produk-produk minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor adalah bensin dan minyak solar. Bensin mengandung sekitar ratusan jenis hidrokarbon dengan jumlah rantai karbon antara 5 hingga 10. Minyak solar digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermesin diesel.

Ada tiga jenis bensin yang beredar di pasaran, yaitu premium, pertamax, dan pertamax plus. Apakah perbedaan antara premium dan pertamax? Kedua jenis bahan bakar ini dibedakan dari bilangan oktannya. Bilangan oktan menyatakan jumlah ketukan pada mesin yang dihasilkan bensin. Semakin besar nilai bilangan oktannya, semakin sedikit jumlah ketukannya. Artinya, semakin besar bilangan oktan, semakin baik kualitas bensin. Nilai bilangan oktan dapat dihitung menggunakan rumus berikut.

Bilangan Oktan = (% isooktana × 100) + (% n-heptana × 100)

Pertamax memiliki bilangan oktan yang lebih besar dari premium. Bilangan oktan pertamax adalah 94, sedangkan premium hanya 88. Bilangan oktan dapat ditingkatkan melalui berbagai cara, di antaranya dengan menambahkan TEL (tetra ethyl lead), MTBE (methyl tertier buthyl ether), dan HOMC (high octane mogas component). Penambahan zat-zat ini dapat meningkatkan bilangan oktan antara 3–5 poin.

Catatan Kimia :

Gasohol (gasoline alcohol)

Gasohol adalah bahan bakar campuran antara bensin dan alkohol. Salah satu jenis gasohol adalah gasohol BE-10 yang terdiri atas 90% bensin dan 10% bioetanol. Gasohol BE-10 merupakan hasil penelitian tim peneliti Balai Besar Teknologi Pati (B2PT) di Lampung. Bahan dasar pembuatan bioetanol adalah tanaman berpati seperti singkong yang banyak ditemukan di Indonesia.

Kandungan etanol pada gasohol BE-10 dapat meningkatkan kualitas bahan bakar. Oleh karena etanol mengandung 35% oksigen, etanol dapat meningkatkan efisiensi pembakaran. Selain itu, etanol juga ramah lingkungan karena emisi gas buangnya rendah kadar karbon monoksida, nitrogen oksida, dan polutan lainnya. (Sumber: www.tempo.co)

2. Penggunaan Minyak Bumi Sebagai Bahan Baku Industri Petrokimia

Berbagai produk bahan yang dihasilkan dari produk petrokimia dewasa ini banyak ditemukan. Petrokimia adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak dan gas bumi. Bahan-bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetis, karet sintetis, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat maupun vitamin. Terdapat tiga bahan dasar yang digunakan dalam industri petrokimia, yaitu olefin, aromatika, dan gas sintetis (syn-gas). Untuk memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu:

a. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia.
b. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara.
c. Mengubah produk antara menjadi produk akhir.

Berikut ini adalah bahan dasar produk petrokimia :

a. Olefin (alkena-alkena)

Olefin merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama. Produksi olefin di seluruh dunia mencapai milyaran kg per tahun. Di antara olefin yang paling banyak diproduksi adalah etilena (etena), propilena (propena), dan butadiena.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar etilena adalah:
  1. Polietilena, adalah plastik yang paling banyak diproduksi, plastik ini banyak digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus (sampul). Di samping polietilena sebagai bahan dasar, plastik dari polietilena ini juga mengandung beberapa bahan tambahan, yaitu bahan pengisi, plasticer, dan pewarna.
  2. PVC atau polivinilklorida, juga merupakan plastik yang digunakan pada pembuatan pipa pralon dan pelapis lantai.
  3. Etanol, adalah bahan yang sehari-hari dikenal dengan nama alkohol. Digunakan sebagai bahan bakar atau bahan antara untuk pembuatan produk lain, misalnya pembuatan asam asetat.
  4. Etilena glikol atau glikol, digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin.
Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar propilena adalah:
  1. Polipropilena, digunakan sebagai karung plastik dan tali plastik. Bahan ini lebih kuat dari polietilena.
  2. Gliserol, digunakan sebagai bahan kosmetika (pelembab), industri makanan, dan bahan untuk membuat peledak (nitrogliserin).
  3. Isopropil alkohol, digunakan sebagai bahan-bahan produk petrokimia yang lain, misalnya membuat aseton.
Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar butadiena adalah:
  1. Karet sintetis
  2. Nilon
b. Aromatika

Pada industri petrokimia, bahan aromatika yang terpenting adalah benzena, toluena, dan xilena. Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar benzena adalah:
  1. Stirena, digunakan untuk membuat karet sintetis.
  2. Kumena, digunakan untuk membuat fenol.
  3. Sikloheksana, digunakan untuk membuat nilon.
Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar toluena dan xilena adalah:
  1. Bahan peledak, yaitu trinitrotoluena (TNT)
  2. Asam tereftalat, merupakan bahan dasar pembuatan serat.
c. Syn-Gas (Gas Sintetis)

Gas sintetis ini merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar gas sintetis adalah:
  1. Amonia (NH3), yang dibuat dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Pada industri petrokimia, gas nitrogen diperoleh dari udara sedangkan gas hidrogen diperoleh dari gas sintetis.
  2. Urea (CO(NH2)2), dibuat dari amonia dan gas karbondioksida. Selain sebagai pupuk, urea juga digunakan pada industri perekat, plastik, dan resin.
  3. Metanol (CH3OH), dibuat dari gas sintetis melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis. Sebagian metanol digunakan dalam pembuatan formaldehida, dan sebagian lagi digunakan untuk membuat serat dan campuran bahan bakar.
  4. Formaldehida (HCHO), dibuat dari metanol melalui oksidasi dengan bantuan katalis. Formaldehida yang dilarutkan dalam air dikenal dengan nama formalin, yang berfungsi sebagai pengawet specimen biologi. Sementara penggunaan lainnya adalah untuk membuat resin urea-formaldehida dan lem.
Untuk lebih jelasnya, amatilah tabel berikut.

Tabel 1. Bahan Baku dan Produk yang Dihasilkan Industri Petrokimia

No.
Bahan Baku Petrokimia
Contoh
Asal Fraksi Minyak Bumi
Produk yang Dihasilkan
1
Senyawa alkena
Etena
Fraksi gas
Polietena, etanol, polivinilklorida
Propilena
Fraksi gas
Polipropilena
2-metil propilena
Fraksi gas
MTBE
2
Senyawa benzena dan turunannya (aromatik)
Benzena
Fraksi nafta
Detergen, bahan peledak
3
Gas sintetis
Metana
Fraksi gas
Metanol, urea

Anda sekarang sudah mengetahui Manfaat Minyak Bumi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rahayu, I. 2009. Praktis Belajar Kimia, Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p 210.

Referensi Lainnya :

[1] Utami, B. A. N. Catur Saputro, L. Mahardiani, dan S. Yamtinah, Bakti Mulyani.2009. Kimia : Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 250.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.