Wednesday, June 11, 2014

Pengertian Manajemen Badan Usaha, Fungsi, Peranan, Pengelolaan, Perekonomian Nasional, Unsur-unsur, Bidang-Bidang, BUMN, BUMD, Koperasi

Perpustakaan Cyber (25/5/2013) - Anda tentunya pernah mengikuti suatu organisasi di sekolah atau di masyarakat. Sebuah organisasi harus dikelola dengan baik. Dengan adanya pengelolaan dalam sebuah organisasi, setiap tujuan organisasi yang diharapkan dapat tercapai. Sementara itu, untuk mengelola sebuah organisasi, diperlukan adanya manajemen. Apa yang Anda ketahui tentang manajemen? Pada bab ini Anda akan memperoleh materi manajemen. Selain itu, Anda akan mendapatkan materi manajemen badan usaha dan peran badan usaha dalam perekonomian nasional.

A. Unsur-Unsur Manajemen


Pengetahuan manajemen menurut F. W. Taylor, yaitu sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari dan menjadi ilmu terapan (applied sciences) atau lebih dikenal dengan manajemen keilmuan (scientific management). Ia mengatakan bahwa manajemen keilmuan adalah hasil usaha penelitian secara teratur daripada semua fakta dan unsur yang berhubungan dengan pengurusan orang-orang dalam pekerjaannya. (Sumber: Manajemen, 1999)

Seperti halnya ilmu ekonomi, manajemen juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan zaman. Catatan dan ide yang berhubungan dengan manajemen sudah ada sejak zaman kuno. Misalnya, interpretasi atau penafsiran terhadap tulisan peninggalan di Mesir pada 1300 sebelum Masehi, menunjukkan pengakuan betapa pentingnya organisasi dan administrasi di dalam pemerintahan. Akan tetapi, manajemen modern seperti yang dikenal saat ini baru muncul pada 1800-an. Dari sinilah teori manajemen akhirnya terus berevolusi mengikuti perubahan zaman.

Manajemen bukanlah persoalan baru bagi manusia, karena umurnya sejalan dengan mulainya manusia hidup berkelompok dan berusaha mewujudkan cita-cita bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi setiap orang yang ingin belajar ilmu manajemen, perlu mengetahui sejarah perkembangan pemikiran manajemen yang akan membantu menemukan kembali ide-ide dasar yang telah diletakkan oleh para pendahulu. Menurut literatur/ kepustakaan bahwa manajemen berkembang dari dua aliran yaitu sebagai berikut.
  1. Aliran Continental atau yang berasal dari Eropa barat yaitu Belanda. Aliran ini berpendapat, manajemen adalah bagian dari rumpun ilmu ekonomi perusahaan dan tidak merupakan ilmu yang berdiri sendiri.
  2. Aliran Anglo Saxon yang bersumber di Amerika. Aliran ini berpendapat, manajemen merupakan suatu ilmu yang dalam perkembangannya sedang mendewasakan diri sebagai suatu disiplin ilmu yang betul-betul dapat berdiri sendiri.

1.1. Pengertian Manajemen


Konsep manajemen muncul sebagai konsekuensi logis dari tidak seimbangnya pengembangan teknis dengan kemampuan sosial. Istilah manajemen dikemukakan oleh berbagai ahli dari sudut pandang yang berbeda, sesuai dengan latar belakang yang dimiliki. Beberapa definisi yang digunakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.
  1. James A. F. Stoner, dkk. (1996), mendefinisikan manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi serta menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Paul Hersey dan Kenneth Blanchard, mendefinisikan manajemen adalah suatu usaha yang di lakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
  3. Siswanto (2005), memberi batasan manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang serta mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan beberapa definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen adalah suatu keahlian atau teknik untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan.

Efektif, artinya harus melaksanakan sesuatu dengan tepat (doing the right thing) atau menyelesaikan aktivitasnya untuk mencapai tujuan dari manajemen organisasi itu sendiri. Efisien, artinya melakukan sesuatu dengan tepat atau (doing thing right) atau memfokuskan pekerjaannya pada upaya untuk meminimalisasikan biaya sumber daya yang digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Manajemen diperlukan oleh setiap organisasi, tujuan antara lain:
  1. menjaga keseimbangan kepentingan-kepentingan yang saling bersinggungan dalam perusahaan;
  2. mencapai efisiensi dan efektivitas organisasi.
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan seni dan ilmu.

a. Manajemen sebagai Seni

Manajemen sebagai seni diartikan sebagai keahlian, kemahiran, kemampuan, serta keterampilan dalam menerapkan prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Jadi, manajemen sebagai seni secara tidak langsung menunjukkan bahwa manajemen sangat bergantung pada keahlian dan sikap atau pelaksana di dalam mencapai tujuan organisasi.

b. Manajemen sebagai Ilmu

Manajemen dikatakan sebagai ilmu karena manajemen dapat dipelajari dan tersusun atas bagian-bagian yang sistematis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Jadi, manajemen sebagai ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi.

1.2. Unsur-Unsur Manajemen


Unsur-unsur manajemen, terdiri atas manusia, mekanisme kerja, dan tujuan.

a. Manusia (Orang)

Manusia adalah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari organisasi atau badan usaha tempat ia bekerja.

b. Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja adalah tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan.

c. Tujuan Manajemen

Tujuan utama manajemen, yaitu memberi kemudahan kepada pencapaian produktivitas organisasi dengan cara mengurangi ketidakpastian dalam mewujudkan berbagai aktivitas organisasi (badan usaha) yang berbeda. Hal tersebut akan dicapai dengan cara membuat rencana bagi setiap kegiatan. Produktivitas organisasi berarti tingkatan dari nilai-nilai yang dibuat oleh suatu organisasi. Misalnya, sejumlah produk mobil yang diproduksi, sesuai dengan kualitas standar yang telah ditentukan. Tujuan manajemen mengandung hal-hal seperti sasaran, maksud, misi, batas waktu, standar, dan target.

Hasil riset yang telah dilakukan oleh Prof. Georgew England dalam majalah terkenal Academy of Management Journal bahwa tujuan manajemen mencakup efisiensi organisatoris, pertumbuhan organisasi, pertimbangan dalam bidang kesejahteraan pegawai, serta kepentingan-kepentingan sosial dan masyarakat. (Sumber: Manajemen Perusahaan, 1996)

1.3. Tingkatan dalam Manajemen


Dari definisi manajemen, dikenal istilah manajer. Manajer adalah seseorang yang bertindak sebagai perencana, pengorganisasian, pelaksana, dan pengendali sumber daya untuk mencapai tujuan. Seorang manajer yang baik harus memiliki sifat kepemimpinan. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi bawahan agar mereka mampu bekerja sama dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Manajer dibedakan berdasarkan cakupan aktivitas yang dilakukan, berdasarkan jenjang atau hierarki dan peranan manajer dalam organisasi.

1.3.1. Cakupan Aktivitas yang Dilakukan

Berdasarkan cakupan aktivitas yang dilakukan, manajer dibedakan menjadi manajer umum dan manajer fungsional.

1) Manajer Umum (General Manager)

Seorang manajer yang bertanggung jawab atas semua aktivitas seperti produksi, penjualan, pemasaran, dan keuangan untuk sebuah organisasi atau perusahaan.

2) Manajer Fungsional (Functional Manager)

Seorang manajer yang bertanggung jawab hanya atas satu aktivitas organisasi, seperti manajemen keuangan atau manajemen sumber daya manusia.

1.3.2. Jenjang dan Hierarki

Berdasarkan jenjang atau hierarkinya, manajer dibedakan sebagai berikut.

1) Manajer Puncak (Top Manager)

Manajer puncak adalah jenjang manajemen tertinggi yang biasanya terdiri atas dewan direktur dan direktur utama. Manajer puncak bertanggung jawab pada manajemen keseluruhan dari sebuah organisasi. Mereka menetapkan kebijakan operasional dan pedoman interaksi organisasi dengan lingkungannya. Biasanya nama jabatan manajer puncak adalah Chief Executive Officer (CEO), presiden, dan wakil presiden organisasi.

2) Manajer Tingkat Menengah (Middle Manager)

Setingkat di bawah manajer puncak adalah manajer tingkat menengah. Tugas utamanya adalah mengembangkan rencana-rencana operasi dan menjalankan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan manajemen puncak serta bertanggung jawab kepada manajer puncak. Termasuk ke dalam tingkat manajer tingkat menengah adalah kepala bagian/divisi dan kepala seksi.

3) Manajer Pelaksana atau Manajer Tingkat Pertama (Supervisory Manager/First-Line Manager)

Manajer pelaksana adalah manajemen tingkat paling bawah. Tugasnya terutama untuk menjalankan keputusan dan rencana yang telah ditentukan manajemen menengah. Mereka bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan pekerjaan sehari-hari (operasional) dan tidak membawahi manajer lain. Termasuk ke dalam manajer pelaksana adalah kepala mandor, mandor, manajer tim sepak bola, dan kepala sekolah.

1.4. Peranan Manajer


Untuk memahami pekerjaan seorang manajer yang kompleks adalah dengan mengetahui berbagai peranan manajer. Menurut Mintzberg peranan manager dikelompokkan dalam tiga kategori sebagai berikut.

a. Peranan Hubungan Antarpribadi
  1. Wakil organisasi, manajer harus melaksanakan tugas-tugas secara sah atau bersifat ceremonial, contohnya seperti menyambut kunjungan resmi.
  2. Pemimpin, manajer mengarahkan dan mendorong bawahan.
  3. Pejabat perantara, manajer membentuk jaringan hubungan secara ekstern, yaitu berusaha mengenali teman sejawatnya dan membangun hubungan yang saling mewakili.
b. Peranan yang Berhubungan dengan Informasi
  1. Pencatat, manajemen mendapat informasi dan menganalisa hubungan operasi serta hubungan ekstern.
  2. Penyebar Informasi, manajer mengunjungi pertemuan untuk menerima informasi dari luar kemudian menyebarkan informasi tersebut kedalam organisasi.
  3. Juru Bicara, manajer berbicara berdasarkan kepentingan organisasi dan menyampaikan informasi keluar organisasi.
c. Peranan dalam Keputusan
  1. Pemrakarsa adalah Perancang, manajer memulai perubahan dengan melaksanakan tugas kewirausahaan.
  2. Penghalau Gangguan, manajer memainkan peran sebagai pengurus gangguan sebagai pengurus gangguan mengenai masalah-masalah yang tidak diharapkan, seperti permusuhan antara dua orang bawahan.
  3. Pembagi Sumber Penghasilan, manajer menentukan penyaluran sumber dana organisasi, seperti uang, waktu, dan perlengkapan.
  4. Perunding, manajer mewakili organisasi dalam melakukan perundingan tenaga kerja baik orang luar maupun orang dalam.
Menurut Henry Fayol, untuk menjalankan proses manajemen, seorang manajer harus memiliki keahlian khusus mendasar yang meliputi keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, dan keterampilan konseptual.

a. Keterampilan Teknis (Technical Skill)

Keterampilan teknis, yaitu kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metode, prosedur, teknik, dan akal yang diperlukan untuk melaksanakan tugas spesifik yang diperoleh lewat pengalaman, pendidikan, dan pelatihan. Manajer membutuhkan keterampilan teknis yang cukup dari suatu pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Contohnya, teknisi.

b. Keterampilan Manusiawi/Sosial (Human Skill)

Keterampilan manusiawi, yaitu kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi orang lain sebagai individu atau kelompok.

c. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill)

Keterampilan konseptual, yaitu kemampuan untuk mengoordinasikan dan mengintegrasikan semua kepentingan dan aktivitas organisasi. Hal tersebut termasuk melihat permasalahan organisasi secara keseluruhan, memahami bagaimana bagian-bagiannya saling terkait, dan mengantisipasi bagaimana perubahan dalam salah satu bagian tersebut akan mempengaruhi seluruh organisasi.
Tingkatan Manajemen dalam Organisasi
Bagan 1. Tingkatan Manajemen dalam Organisasi.
Dari Bagan 1, tampak bagaimana keterkaitan antara setiap hierarki dalam organisasi dengan tujuan yang harus ditangani oleh setiap tingkatan hierarki. Tujuan suatu perusahaan yaitu untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial. Keduanya akan menjadi misi yang harus diemban oleh perusahaan dan dijabarkan dalam bentuk rencana jangka panjang serta menjadi strategi dalam menanganinya. Hal itu menjadi tugas dan tanggung jawab manajer puncak. Kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dipecah kedalam tujuan jangka pendek yang lebih spesifik baik muatan atau waktu pencapaian target-target yang dikehendaki. Hal itu menjadi tugas manajer tingkat menengah. Untuk operasionalnya diserahkan kepada unit-unit satuan terkecil yang biasa dipimpin oleh manajer tingkat bawah.

Kedudukan seseorang dalam hierarki organisasi membedakan tingkatan kualitas sasaran yang harus dicapai. Untuk memperjelas perbedaan jenis sasaran tersebut, perhatikan contoh berikut ini. Misalnya suatu perusahaan memiliki tujuan jangka panjang untuk mengekspor mesin pendingin (AC) maka sasaran untuk setiap tingkatan dapat disusun sebagai berikut.
  1. Sasaran strategi untuk manajemen puncak, dengan meningkatkan volume ekspor sehingga mencapai 30% dari produksi total dalam tiga tahun mendatang.
  2. Sasaran taktis fungsional untuk manajemen menengah, dengan memilih lokasi kantor untuk perwakilan diluar negeri dan memilih model mesin pendingin yang sesuai untuk diekspor.
  3. Sasaran operasional untuk manajer bawah, karena sebagian besar ditujukan ke negara berkembang maka harus dirancang mesin AC murah dan sesuai dengan keperluan penduduk di negara berkembang serta melatih wiraniaga (salesman) yang menguasai bahasa yang digunakan di negara sasaran pemasaran.

B. Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan Badan Usaha


Sekarang, semakin banyak organisasi menetapkan cara baru untuk memasukkan mutu ke dalam fungsi pengendalian. Salah satu pendekatan populer dalam fungsi pengendalian adalah Total Quality Management (TQM). TQM memusatkan manajemen pada perbaikan terus-menerus dalam semua operasi, fungsi, dan yang lebih penting dari semuanya adalah proses pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. (Sumber: Manajemen, 1999)

Fungsi manajemen adalah proses kegiatan yang saling berkaitan secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi atau badan usaha. Beberapa bentuk badan usaha, di antaranya perusahaan perseorangan, persekutuan firma, persekutuan komanditer, dan perseroan terbatas (PT). Bentuk-bentuk usaha tersebut digolongkan ke dalam badan usaha swasta. Selain badan usaha swasta, dikenal beberapa bentuk badan usaha lain, yaitu badan usaha milik negara dan koperasi. Masalah manajemen badan usaha jelas akan mempengaruhi pemilihan bentuk badan usaha tersebut.

Misalnya, Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Jika seseorang atau sekelompok orang merasa memiliki kapasitas untuk memimpin dan mengelola sendiri usaha yang diinginkannya, seharusnya memiliki bentuk usaha perseorangan. Sebaliknya, jika memiliki keterbatasan dalam masalah manajemen, seseorang dapat memilih bentuk badan usaha lain, seperti firma, persekutuan komanditer, atau perseroan terbatas.

2.1. Fungsi Manajemen


Para ahli mengelompokkan fungsi manajemen secara berbeda. Misalnya, George R. Terry menyatakan fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Sementara Harold Koontz dan Cyrill O'Donnel menyatakan fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Staffing, Directing, dan Controlling (POSDC). Beberapa pakar manajemen memasukkan fungsi-fungsi manajemen yang bersifat khusus, seperti staffing, directing, motivating, dan coordinating ke dalam fungsi yang bersifat lebih umum, yaitu leading.
Sifat Interaktif dari Proses Manajemen
Bagan 2. Sifat Interaktif dari Proses Manajemen.
Dari Bagan 2, terlihat bahwa proses manajemen saling berkaitan satu sama lain. Anak panah dua arah menunjukkan bahwa fungsi merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan adalah tindakan simultan dan saling berhubungan atau berinteraksi dalam manajemen sebuah badan usaha.

a. Perencanaan (Planning)

Tahap awal dan paling mendasar dari setiap kegiatan adalah perencanaan. Perencanaan adalah proses penentuan tujuan, strategi, dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan.

Beberapa kegiatan yang harus diperhatikan dalam perencanaan, di antaranya sebagai berikut.
  1. Menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Berdasarkan tujuan perusahaan atau organisasi, dibuat tujuan untuk bagian-bagian dalam perusahaan yang sejalan atau menunjang tujuan organisasi atau perusahaan.
  2. Merumuskan kebijakan dan prosedur. Setelah tujuan ditetapkan, selanjutnya menentukan langkah-langkah yang perlu diambil atau rencana kerja untuk mencapai tujuan tersebut.
  3. Melakukan peninjauan secara berkala. Tujuannya mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi, apakah sesuai dengan rencana atau tidak dan mencari alternatif lain untuk mencapai tujuan perusahaan.
Tujuan yang harus diperhatikan dalam perencanaan antara lain:
  1. mengurangi risiko dan perubahan yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang;
  2. memfokuskan kegiatan pada sasaran perusahaan yang telah ditetapkan;
  3. menjamin proses pencapaian tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien;
  4. memudahkan pengawasan.
Perencanaan pada tingkatan manajemen organisasi dibedakan dalam tiga jenis perencanaan yaitu sebagai berikut.
  1. Perencanaan strategi dibuat oleh manajemen puncak dengan jangka panjang untuk kurun waktu lebih dari lima tahun yang memperlihatkan tujuan organisasi dalam posisi dengan lingkungan.
  2. Perencanaan taktis dibuat oleh manajemen puncak dan menengah dengan jangka waktu 1 sampai 5 tahun yang di dalamnya mengatur sumber-sumber yang akan digunakan untuk menolong organisasi dalam mencapai tujuan strategis.
  3. Perencanaan operasional dibuat oleh manajemen menengah dan bawah untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun. Rencana ini sifatnya spesifik dan berwujud yang didalamnya terdapat resiko, akan tetapi biasanya banyak informasi yang masuk ke tangan manajer dalam pengambilan keputusan.
b. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah proses pembagian tugas, wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi yang berbeda akan melahirkan pengorganisasian yang berbeda pula. Jadi, pengorganisasian berarti menetapkan sistem organisasi yang dianut organisasi tersebut dan mengadakan pembagian kerja agar tujuan dapat direalisasikan dengan mudah.

Oleh karena itu, dalam pengorganisasian diperlukan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  1. penentuan dan penelitian kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan;
  2. pengklasifikasian kegiatan-kegiatan organisasi atau perusahaan;
  3. pembagian tugas kepada setiap kelompok yang telah ditentukan sesuai dengan keahliannya.
Prinsip-prinsip organisasi, antara lain:
  1. setiap organisasi hendaknya memiliki tujuan yang jelas;
  2. melakukan departementasi;
  3. mengadakan pembagian tugas pengerjaaan;
  4. adanya koordinasi;
  5. adanya kesatuan komando;
  6. mengadakan pelimpahan wewenang;
  7. harus berada dalam keseimbangan.
(Sumber: Manajemen, 1999)

c. Pengarahan (Directing)

Pengarahan sering disebut juga dengan pengaturan (leading), yaitu proses memotivasi, membimbing, dan mengarahkan karyawan dalam rangka mencapai tujuan. Seorang pemimpin dituntut untuk dapat berkomunikasi, memberikan petunjuk, berinisiatif, serta dapat memberikan stimulus kepada para karyawannya. Berhasil tidaknya tujuan organisasi sangat dipengaruhi oleh efektivitas kepemimpinan, pemberian motivasi, dan pengembangan komunikasi dari atasan kepada bawahan. Motivasi sendiri memiliki pengertian usaha untuk mengefektifkan pekerjaan dengan mencurahkan perhatian, tenaga, dan Pikirannya secara penuh kepada usaha pekerjaan yang disebabkan oleh faktor kebutuhan ekonomi sekaligus merupakan alat dan tujuan untuk mencapai kepuasan. Komunikasi memiliki arti menceritakan, mencapaikan suatu maksud atau tujuan yang berupa gagasan, ide, dan pengaruh sehingga orang lain mengerti akan apa yang kita inginkan.

Menurut G.R Terry membagi tipe-tipe kepemimipinan dalam organisasi menjadi 6 macam, yaitu sebagai berikut.
  1. Tipe Kepemimpinan Pribadi (Personal Leadership) adalah segala sesuatu tindakannya dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi baik secara lisan atau langsung yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan.
  2. Tipe Kepemimpinan Non Pribadi (Non Personal Leadership) adalah segala suatu kebijaksanaan yang menjalankan perusahaan dilaksanakan melalui bawahannya dengan mempergunakan media non pribadi baik rencana atau perintah.
  3. Tipe Kepemimpinan Otoriter (Autoritorian Leadership) adalah ia bekerja menurut peraturan yang berlaku secara ketat dan intruksi-intruksi harus ditaati.
  4. Tipe Kepemimpinan Demokratis (Democratic Leadership) adalah kepemimpinan yang menganggap dirinya bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggungjawab mengenai terlaksananya tujuan bersama.
  5. Tipe Kepemimpinan Paternalistis (Paternalistic Leadership) adalah kepemimpinan yang dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok.
  6. Tipe Kepemimpinan Menurut Bakat (Indogenious Leadership) adalah kepemimpinan yang timbul kelompok-kelompok organisasi informal yang melahirkan bidang keahlian dimana ia ikut berkecimpung pada organisasi tersebut.
d. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan atau disebut juga pengendalian, yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan prosedur pengukuran hasil kerja terhadap tujuan perusahaan. Dengan kata lain, pengontrolan atau pengendalian adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Terdapat tiga hal penting dalam pengawasan antara lain:
  1. menentukan standar atau tolok ukur prestasi kerja;
  2. mengukur hasil kerja dengan standar yang ada;
  3. membandingkan prestasi dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan;
  4. mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki hasil kerja yang tidak sesuai dengan standar atau tolok ukur.

2.2. Bidang-Bidang Manajemen


Penerapan manajemen disesuaikan dengan bidang kerja yang ada dalam organisasi atau badan usaha. Bidang-bidang tersebut di antaranya manajemen produksi, keuangan, pemasaran, personalia, dan administrasi.

a. Manajemen Produksi (Production Management)

Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka menciptakan serta menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen produksi, yaitu sebagai berikut.
  1. Seleksi dan desain produk berhubungan dengan upaya untuk mengembangkan produk melalui penelitian terus-menerus.
  2. Manajemen persediaan berhubungan dengan penetapan jumlah produk agar setiap permintaan konsumen dapat terlayani.
  3. Pengendalian mutu, berhubungan dengan penetapan kualitas produk untuk memuaskan konsumen.
b. Manajemen Keuangan (Financial Management)

Manajemen keuangan berhubungan dengan tanggung jawab pengumpulan, penggunaan, maupun pengelolaan dana perusahaan/organisasi secara efisien. Beberapa aspek yang termasuk kegiatan dalam manajemen keuangan, yaitu sebagai berikut.
  1. Merencanakan keuangan perusahaan pada periode tertentu. Hal ini berhubungan dengan upaya memperoleh dana dan memilih sumber dana yang dibutuhkan.
  2. Mengawasi, mengatur, dan mengendalikan posisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan yang sistematis.
  3. Mengatur pelaksanaan kredit.
c. Manajemen Pemasaran (Marketing Management)

Manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan penetapan konsep produk, penetapan harga, promosi, dan pendistribusian gagasan, barang, atau jasa yang memungkinkan terjadinya pertukaran untuk memenuhi tujuan individu dan organisasi. Konsep pemasaran harus dibedakan dengan penjualan. Menurut konsep pemasaran pencapaian sasaran organisasi bergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan pencapaian kepuasan yang diinginkan lebih efektif dan efisien daripada pesaing.

Adapun menurut konsep penjualan konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup, kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Pemasaran merupakan orientasi manajemen yang beranggapan bahwa tugas utama perusahaan adalah memaksimalkan kepuasan konsumen (consumer satisfaction). Adapun penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan pemasaran yang lebih berorientasi kepada peningkatan volume pen jualan yang maksimal. Dalam manajemen pemasaran, terdapat empat hal pokok yang akan menjamin keberhasilan perusahaan dalam memasarkan produknya. Keempat hal pokok tersebut disebut bauran pemasaran (marketing mix), yaitu produk, harga, tempat, dan promosi.

1) Produk (Product)

Produk adalah sesuatu yang ditawarkan kepada pasar baik produk fisik maupun jasa-jasa. Dalam menghasilkan produk, produsen hendaknya lebih memerhatikan kebutuhan keinginan konsumen di pasaran.

Produk dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu produk inti, produk aktual, dan produk tambahan.
  1. Produk inti adalah produk paling dasar yang terdiri atas jasa untuk memecahkan masalah atau manfaat inti yang dicari konsumen ketika mereka akan membeli suatu produk. Oleh karena itu, ketika merancang produk, pemasar harus menetapkan inti manfaat yang diberikan produk bagi konsumen.
  2. Produk aktual adalah produk yang berada disekitar produk inti. Produk aktual, di antaranya memiliki lima karakteristik, yaitu tingkat mutu, sifat, desain, nama merek, dan kemasan.
  3. Produk tambahan adalah tambahan jasa dan manfaat bagi konsumen yang diberikan di sekitar produk produk inti dan produk aktual.
2) Harga (Price)

Harga adalah kompensasi yang harus dilakukan untuk mendapatkan sejumlah barang dan jasa. Dalam menetapkan harga produk, produsen harus memperhitungkan biaya produksi sehingga tidak terlalu tinggi atau rendah yang akan memengaruhi konsumen dan produsen sendiri dalam mendapatkan keuntungan.

Ada empat kebijakan harga yang biasa dipakai perusahaan, yaitu price discount, promotional discounts, nem product pricing, dan geographic pricing.
  1. Price discount (potongan harga) ini dapat dilakukan berdasarkan jumlah pembelian, musim, tujuan tertentu perusahaan, atau sistem pembayaran yang ditetapkan perusahaan. Misalnya, toko buku akan memberikan discount sesuai banyaknya pembelian. Semakin banyak pembelian, potongan yang diberikan akan semakin besar. Contoh discount menurut musim biasanya dilakukan oleh toko pakaian. Untuk menghabiskan persediaan pakaian musim dingin, toko memberikan discount kepada konsumen.
  2. Promotional discounts dilakukan melalui dua cara, yaitu markdown discount dan loss leaders. Markdown discount, yaitu discount yang dilakukan agar konsumen berani membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Misalnya, toko pakaian mengadakan markdown discount untuk menghabiskan persediaan barang lama cepat habis dan akan diganti dengan barang baru. Adapun loss leaders dilakukan dengan menjual barang di bawah harga pokoknya. Loss leaders dilakukan untuk merangsang konsumen mau membeli barang lain selain barang yang dijual murah tersebut.
  3. Nem product pricing atau penetapan harga barang baru dilakukan melalui dua cara, yaitu price skimming dan penetration pricing. Price skimming, yaitu kebijakan harga yang dilakukan dengan menetapkan harga setinggi mungkin karena barang saingan belum ada. Adapun penetration pricing merupakan kebalikan dari price skimming, yaitu kebijakan penetapan harga serendah mungkin karena barang saingan sudah banyak di pasar.
  4. Geographic pricing, yaitu kebijakan penetapan harga dengan mempertimbangkan ongkos pengiriman. Setelah penjualan terjadi harus ditentukan siapa yang akan menanggung ongkos pengiriman, pembeli atau penjual.
3) Saluran Distribusi (Place)

Saluran distribusi, adalah perantara perdagangan (intermediaries) yang melakukan kegiatan menyalurkan produk dari produsen kepada konsumen, mulai dari distributor, pedagang besar, sampai pengecer. Peranan saluran distribusi ini penting karena pada umumnya tidak semua barang dapat dikonsumsi secara langsung oleh pemakai. Saluran distribusi dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu sebagai berikut.
  1. Distribusi yang dilakukan langsung dari produsen ke konsumen, misalnya dilakukan untuk produk pertanian.
  2. Distribusi yang dilakukan dari produsen melalui distributor, kemudian ke konsumen, misalnya distribusi produk makanan.
  3. Distribusi yang dilakukan dari produsen ke distributor, agen, kemudian konsumen, misalnya distribusi gas elpiji.
  4. Distribusi yang dilakukan dari produsen ke distributor, agen, pengecer, dan konsumen, misalnya distribusi produk minyak tanah, beras, dan barang sembako lainnya.
4) Promosi (Promotion)

Promosi adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan secara aktif untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Selain itu, promosi berfungsi mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk tertentu.

Promosi dapat dilakukan teknik-teknik berikut.
  1. Personal selling, adalah teknik promosi yang dilakukan oleh pramuniaga/salesman yang bertugas menghubungi relasi perusahaan.
  2. Advertising, adalah teknik promosi yang dilakukan melalui pemasangan iklan, baik di media cetak maupun media elektronik. Selain itu, teknik ini dapat juga dilakukan dengan teknik reklame seperti pemasangan spanduk atau papan reklame di pinggir jalan.
  3. Publicity, adalah teknik promosi berupa pemuatan berita di media massa. Berita yang dimuat, di antaranya berupa berita tentang kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh perusahaan atau tentang mutu produk yang dihasilkan perusahaan.
  4. Sales promotion, adalah teknik promosi yang dilakukan dengan mengadakan penjualan obral, pemberian potongan secara besar-besaran, dan undian hadiah dengan cara mengumpulkan dan mengirimkan merek dagang, bungkus produk, atau kupon-kupon hadiah yang dicetak perusahaan. Teknik promosi ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek.
d. Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management)

Manajemen sumber daya manusia adalah kegiatan merencanakan, mengarahkan, dan mengkoordinasikan semua pekerjaan yang menyangkut pegawai, mencari pegawai, berlatih atau mengorganisasi dan melayani mereka.

Tujuan utama manajemen sumber daya manusia, yaitu untuk meningkatkan kontribusi karyawan terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan.

Fungsi yang dilakukan oleh manajemen sumber daya manusia, di antaranya:
  1. memilih tenaga kerja sesuai dengan jabatan;
  2. melakukan pelatihan terhadap tenaga kerja yang sudah dipilih dengan baik;
  3. menciptakan kondisi kerja yang menunjang moral pekerja dan produktivitas tinggi;
  4. memberikan balas jasa yang seimbang dengan tugas;
  5. menyusun job description, yaitu rumusan tertulis yang didasarkan pada analisis jabatan tertentu. Job description mencakup nama pekerjaan; tempat bekerja dan hubungan dengan pekerja lain; peralatan atau mesin yang digunakan; deskripsi syarat fisik dan mental yang harus dipenuhi pekerja; kondisi kerja; serta kewajiban dan tanggung jawab pekerja/karyawan.
Seleksi atau pemilihan tenaga kerja dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya sebagai berikut.
  1. Memanfaatkan sumber internal yaitu mencari karyawan untuk mengisi lowongan dari karyawan yang sudah ada.
  2. Menggunakan jasa karyawan lama. Biasanya cara ini dilakukan untuk mencari tenaga kerja tingkat bawah. Misalnya, meminta karyawan lama untuk mencari teman-temannya yang mau ditempatkan dalam posisi tersebut.
  3. Melalui sekolah atau lembaga pendidikan.
  4. Mencari langsung ke daerah tenaga kerja, misalnya perusahaan perkebunan akan mencari pekerja langsung ke daerah perkebunan dengan terlebih dahulu memberi pengarahan dan izin dari kepala daerah setempat.
  5. Melalui iklan, baik di media cetak maupun di media elektronik.
Karyawan yang dimiliki perusahaan harus dilatih dan di tingkatkan keterampilannya dengan tujuan:
  1. pekerjaan dapat dilakukan lebih baik, lebih tepat, dan lebih efisien;
  2. mengurangi terjadinya kecelakaan kerja;
  3. tanggung jawab dan disiplin semakin meningkat;
  4. profesionalisasi dalam jabatan semakin mantap.
Selain pelatihan, karyawan juga harus diberi motivasi untuk meningkatkan semangat kerjanya. Cara yang dilakukan untuk memotivasi, di antaranya:
  1. memberikan imbalan yang memadai;
  2. memberikan santapan rohani secara periodik atau rutin;
  3. menciptakan suasana informal, suasana santai, rekreasi, dan malam bersama keluarga;
  4. memberikan perhatian secara individual kepada karyawan;
  5. menggunakan "manajemen tepuk", yaitu dilakukan dengan mendekati dan menepuk bahu karyawan serta menghargai mereka sebagai sahabat;
  6. memberikan kesempatan untuk maju dan merencanakan masa depannya;
  7. meningkatkan loyalitas karyawan;
  8. meminta pendapat dan saran-saran karyawan dalam hal-hal tertentu.
e. Manajemen Akuntansi (Accounting Management)

Kegiatan manajemen akuntansi adalah mengumpulkan, mencatat, menganalisis, dan melaporkan keuangan perusahaan sebagai bahan pengambilan keputusan. Tahapan dalam manajemen administrasi/akuntansi adalah sebagai berikut.
  1. Pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dapat berbentuk data harian, mingguan, dan bulanan yang diperoleh dari setiap bagian perusahaan.
  2. Pencatatan data. Data yang telah dikumpulkan dicatat secara sistematis, berurutan, dan terperinci.
  3. Pengelompokan data. Setelah dicatat, data dikelompokkan menurut golongan, rekening, atau penggolongan yang lain menurut kebutuhan.
  4. Pelaporan. Dilakukan secara periodik agar terdapat kesinambungan dan manajemen dapat membandingkan laporan untuk mengetahui kemajuan atau kemunduran perusahaan.
  5. Penafsiran data. Data yang telah ditafsirkan kemudian dibandingkan dengan kondisi perusahaan periode sebelumnya atau kondisi perusahaan lain.
Tips dalam memasarkan produk usaha kecil sebagai berikut.
  1. Lihatlah apa yang Anda kerjakan.
  2. Fokus pada kebutuhan konsumen.
  3. Buatlah tim pemasaran yang efektif.
  4. Bagilah konsumen Anda ke dalam beberapa kelompok.
  5. Lakukan identifikasi apa yang dibutuhkan konsumen.
  6. Perhatikan mutu produk, harga yang sesuai, dan tempat di mana konsumen bisa memperoleh barang atau jasa yang ditawarkan.
  7. Pesan yang disampaikan hendaknya menjelaskan manfaat dari produk atau jasa yang ditawarkan.
  8. Buatlah rencana pemasaran efektif yang bisa digunakan antara enam bulan sampai lima tahun ke depan.
  9. Jalankan sesuai rencana.
  10. Rencana pemasaran yang telah dijalankan harus terkontrol dan terukur.
(Sumber: www.scottish-enterprise.com)

C. Peran Badan Usaha dalam Perekonomian Nasional


3.1. Pengertian dan Bentuk-Bentuk Badan Usaha


Badan usaha adalah kesatuan yuridis dan ekonomis dari penggunaan faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari keuntungan atau memberi pelayanan kepada masyarakat. Aspek yuridis berarti bahwa untuk mendirikan suatu badan usaha harus memenuhi aspek hukum antara lain akta notaris dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Adapun aspek ekonomis berarti bahwa dalam mendirikan badan usaha harus memiliki modal, tenaga kerja, kemampuan atau skill, dan perusahaan. Dengan dua aspek tersebut, badan usaha menyusun strategi untuk mencapai tujuannya yaitu memperoleh keuntungan. Menurut bentuk hukumnya, badan usaha dapat dibedakan menjadi bentuk badan usaha berikut.
  1. Badan usaha perseorangan adalah badan usaha swasta yang didirikan dan dimiliki perseorangan serta melakukan kegiatan usaha untuk mendapatkan laba dan biasanya tidak memiliki badan hukum. Misalnya, salon kecantikan, bengkel, dan usaha kerajinan.
  2. Badan usaha firma (Vennootschap Onder Fen Firma atau Fa) adalah persekutuan dua orang atau lebih yang sepakat untuk melakukan usaha dengan menggunakan nama bersama.
  3. Persekutuan komanditer (Commanditaire Vennootschap atau CV) adalah adalah persekutuan satu atau beberapa orang pengusaha, dan seorang atau beberapa orang yang menyetorkan modal.
  4. Perseroan terbatas (PT) atau Naamloze Vennootschap (NV) adalah perusahaan yang modalnya terdiri dari saham-saham dan tanggung jawab sekutu pemegang saham terbatas sesuai jumlah saham yang dimilikinya.
Badan usaha yang sesuai dengan sistem demokrasi ekonomi atau sistem ekonomi kerakyatan yang dianut oleh negara Indonesia terdiri atas tiga bentuk badan usaha, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi.

3.1.1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah usaha yang didirikan pemerintah dengan modal milik pemerintah/negara. Selain untuk melayani kepentingan umum, BUMN juga sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Ada tiga bentuk BUMN, yaitu Perusahaan Umum, Perseroan (Persero), dan Perusahaan Jawatan (Perjan). Contoh BUMN yang berupa perusahaan umum yaitu Perum Peruri. Contoh BUMN yang berupa Persero, yaitu PT Pertamina dan PT Telkom. Adapun contoh BUMN dalam bentuk Perjan yaitu PJKA (sekarang menjadi PT KAI) dan Perjan Pegadaian (sekarang Perum Pegadaian).

3.1.2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang didirikan pihak swasta dengan modal sepenuhnya milik swasta, baik perseorangan maupun kerja sama beberapa orang. Kegiatan badan usaha swasta bergerak, di ataranya bergerak dalam bidang industri ekstraktif, pertanian, perdagangan, dan jasa. Perusahaan swasta dalam menjalankan usahanya dapat berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), Firma (Fa), dan perusahaan perseorangan. Contoh badan usaha milik swasta, yaitu PT ASTRA Internasional, PT Panasonic, PT Indofood, dan PT Maspion.

3.1.3. Koperasi

Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi kerakyatan yang berdasarkan asas kekeluargaan. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 33, badan usaha yang paling sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi. Koperasi didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur. Contoh badan usaha koperasi, yaitu Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa), Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Sekolah, Koperasi Mahasiswa (Kopma), dan Koperasi Unit Desa (KUD).

3.2. Peran Badan Usaha


a. Peranan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 

BUMN memiliki peranan penting dalam perekonomian, yaitu sebagai berikut.
  1. BUMN dapat mengelola dan menggunakan cabang-cabang produksi yang pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pada umumnya.
  2. Pemerintah melalui perusahaan negara (BUMN) dapat melayani masyarakat secara maksimal.
  3. BUMN menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang berasal dari pendapatan nonpajak.
  4. BUMN dapat menyediakan lapangan pekerjaan sehingga dapat membantu mengatasi pengangguran.
  5. BUMN dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Peranan BUMN ditegaskan dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2003, yaitu sebagai berikut.
  1. Memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional umumnya dan penerimaan negara khususnya.
  2. Mengadakan pemupukan keuntungan dan pendapatan.
  3. Menyediakan kebutuhan umum berupa barang dan jasa yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat orang banyak.
  4. Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha swasta dan koperasi.
  5. Menyelenggarakan kegiatan usaha yang bersifat melengkapi kegiatan swasta dan koperasi, antara lain menyediakan kebutuhan masyarakat, baik dalam bentuk barang maupun jasa dengan memberikan pelayanan yang bermutu dan memadai.
  6. Turut aktif memberikan bimbingan kegiatan sektor swasta, khususnya pengusaha golongan ekonomi lemah.
  7. Turut aktif melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan umumnya.
b. Peranan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

BUMS memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, antara lain:
  1. meningkatkan penerimaan devisa negara dari perusahaan swasta yang melakukan kegiatan ekspor dan impor;
  2. membantu pemerintah mengusahakan kegiatan produksi dalam rangka meningkatkan kemakmuran masyarakat;
  3. meningkatkan lapangan kerja untuk mengatasi pengang guran;
  4. membantu pemerintah meningkatkan penerimaan negara melalui berbagai pajak.
c. Peranan Koperasi

Koperasi memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, antara lain:
  1. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
  2. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kehidupan manusia dan masyarakat;
  3. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya;
  4. berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

3.3. Fungsi Badan Usaha


Sebagai lembaga atau institusi bisnis yang bertujuan memperoleh keuntungan maksimal, badan usaha memiliki fungsi atau peranan sebagai fungsi komersial dan fungsi sosial.

a. Fungsi Komersial

Fungsi komersial badan usaha meliputi fungsi operasional dan fungsi manajerial.

1) Fungsi Operasional

Fungsi operasional adalah fungsi yang memungkinkan badan usaha dapat melaksanakan kegiatannya dengan baik untuk mencapai tujuan. Fungsi ini meliputi fungsi pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, serta administrasi/akuntansi.

2) Fungsi Manajerial

Fungsi manajerial adalah fungsi badan usaha yang menyatakan bagaimana suatu badan usaha dikelola secara efisien agar memberikan keuntungan maksimal. Fungsi ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Kedua fungsi tersebut bersifat internal, artinya sampai sejauh mana sebuah badan usaha tersebut mampu menjaga kelangsungan usahanya sehingga tetap berfungsi bagi badan usaha yang bersangkutan.

b. Fungsi Sosial

Berbeda dengan fungsi sebelumnya, fungsi sosial badan usaha lebih bersifat eksternal. Fungsi sosial menyatakan sampai sejauh mana suatu badan usaha mampu memberikan peran secara nyata bagi lingkungan di luar badan usaha yang bersangkutan. Fungsi sosial antara lain sebagai berikut.

1) Penyedia Kesempatan Kerja

Sebagai suatu institusi bisnis, badan usaha akan menyerap tenaga kerja dari masyarakat. Semakin maju dan berkembang suatu badan usaha, semakin banyak tenaga kerja terserap karena kesempatan kerja yang tersedia lebih luas.

2) Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup

Etika bisnis yang sehat, mengharuskan setiap badan usaha meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Misalnya, menyediakan tempat pengolahan limbah pabrik dalam rangka mengurangi pencemaran.

3) Fungsi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kemajuan dunia usaha akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Semakin maju dan berkembang dunia usaha, semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia. Selain itu, skala usaha juga akan lebih besar karena produk yang dihasilkan akan lebih banyak dan pangsa pasar juga lebih luas. Dalam jangka panjang akan mempengaruhi tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara yang berarti peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Rangkuman :
  1. Manajemen adalah suatu keahlian atau teknik untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengawasi penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan.
  2. Tingkatan dalam manajemen, meliputi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer pelaksana atau manajer lini pertama.
  3. Fungsi manajemen adalah proses kegiatan yang saling berkaitan secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
  4. Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengoordinasikan penggunaan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka menciptakan serta menambah kegunaan suatu barang dan jasa.
  5. Manajemen keuangan berhubungan dengan tanggung jawab pengumpulan, penggunaan, maupun pengelolaan dana perusahaan/organisasi secara efisien.
  6. Manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan penetapan konsep produk, penetapan harga, promosi, dan pendistribusian gagasan, barang, atau jasa yang memungkinkan terjadinya pertukaran untuk memenuhi tujuan individu dan organisasi.
  7. Tujuan utama manajemen sumber daya manusia, yaitu untuk meningkatkan kontribusi karyawan terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan.
Referensi :

Arifin, I. dan G. H. Wagian. 2009. Membuka Cakrawala Ekonomi 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 130.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.