Teknik Menulis Laporan Penelitian, Kerangka, Cara Menyusun, Langkah-langkah, Sosiologi

Leave a Comment
Sebelumnya, pada materi sebelumnya sudah dijelaskan tentang rancangan penelitian sosial. Proposal atau rancangan penelitian terdiri atas judul penelitian, masalah penelitian, tujuan, dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis, dan metode pengumpulan data. Pernahkah Anda merancang metode penelitian?  Dalam Bab ini, Anda telah mempelajari, mengumpulkan, dan mengolah data penelitian. Anda pasti sudah mengerjakan tugas dan paham materi tersebut. Pengumpulan data dapat melalui angket, wawancara, observasi, dokumen, ataupun media massa. Adapun pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan statistik ataupun analisis deskriptif. Lalu, dalam materi bab ini, Anda akan belajar penulisan laporan penelitian. Pernahkah Anda meneliti sesuatu dan hasilnya dicatat?

Kemudian, bagaimanakah penulisan laporan yang baik? Penulisan laporan merupakan tahap akhir dari suatu penelitian dan merupakan hasil kerja keras yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Laporan secara utuh belum tentu langsung didapat dari hasil penelitian maka perlu adanya bimbingan dari guru-guru mata pelajaran yang memiliki kemampuan melakukan bimbingan karya ilmiah bagi setiap siswa (khususnya mata pelajaran Sosiologi).

Hasil penelitian sebelum dibuat laporan secara utuh memerlukan bimbingan penulisan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Laporan penelitian harus baik secara ilmiah dan dapat dipahami oleh orang lain yang membacanya. Suatu laporan penulisan yang baik terlebih dahulu harus memiliki bahasa yang baik karena angka-angka yang merupakan data penelitian harus dijelaskan dan disampaikan kepada orang lain yang membacanya.

Laporan ditulis harus dengan teliti dan jelas. Laporan penelitian merupakan kegiatan menuangkan pikiran-pikiran ke dalam kalimat yang baik, menyusun kalimat ke dalam alinea, dan merangkaikan alinea tersebut menjadi suatu karya ilmiah. Jika siswa menginginkan suatu karya tulis yang baik, tentu saja tidak langsung menyelesaikan laporan penelitian setelah selesai pengumpulan data, tetapi perlu pula bantuan bimbingan selain dari guru pembimbing, juga dari guru Bahasa Indonesia.
Laporan penelitian
Gambar 1. Peta konsep laporan penelitian.
Dalam bab ini, akan dibahas tentang pembuatan laporan penelitian dan mempresentasikan hasil penelitian. Anda diharapkan memahami dan memiliki kemampuan untuk membuat laporan hasil penelitian serta keterampilan dalam mempresentasikan hasil penelitian.

A. Garis Besar Laporan


Laporan penelitian menjadi salah satu bagian penting dalam penelitian. Hal ini menjadi mutlak karena melalui laporan ini, ilmuwan lain dan masyarakat dapat memahami, menilai, atau mungkin menyempurnakan hasil penelitian melalui penelitian lanjutan. Laporan penelitian agar dapat dipahami pembaca, penulisannya harus memperhatikan persyaratan-persyaratan tertentu. Penulisan laporan ilmiah berbeda dengan aturan-aturan jika Anda menulis novel atau cerita sejarah. Syarat-syarat tersebut seperti penggunaan bahasa yang komunikatif, mengetahui untuk siapa laporan tersebut dibuat dan ditujukan, menggambarkan langkah-langkah penelitian yang dilakukan, serta adanya kejelasan dan kemampuan meyakinkan para pembacanya.

Laporan penelitian sebelum diajukan sebagai hasil penelitian, perlu dibuat kerangka laporan. Kerangka laporan berfungsi sebagai arah dari setiap isi dan bagian laporan. Menulis laporan penelitian diperlukan beberapa tahapan, sebagai berikut.

1.1. Laporan Sementara


Laporan sementara dibuat apabila data telah terkumpul, buku penunjang telah lengkap, dan kerangka laporan telah disiapkan. Anda mempersiapkan diri menulis laporan sementara terutama bagian-bagian penting dari isi laporan tersebut. Hal ini dilakukan agar setiap bagian dari penelitian disusun secara bertahap sehingga bahan-bahan laporan tidak ditumpuk yang akibatnya menjadi malas untuk dikerjakan.

Laporan sementara sebaiknya ditulis tidak sekaligus, tetapi secara bertahap yang dimulai dari awal penulisan laporan. Kemudian, meminta pembimbing untuk mengkaji dan mengoreksi sebagian laporan yang telah disusun. Hal ini dilakukan terus menerus sampai akhir laporan penelitian selesai.

1.2. Penyusunan Kerangka Laporan


Kerangka laporan dibuat karena tidak setiap orang dapat menuangkan hasil pemikirannya secara langsung dan terperinci, tetapi dibuat dahulu garis besar laporan yang akan ditulisnya. Kerangka laporan ini semacam pembuatan rencana kerja yang disusun oleh setiap organisasi atau instansi sehingga rencana-rencana harus diselesaikan sesuai dengan target waktu yang ditentukan.

Kerangka laporan harus ada pada setiap penelitian karena kerangka ini merupakan garis besar dari laporan yang sebenarnya. Jika hal ini lalai dilakukan, akan menyebabkan data bertumpuk atau kurang dari yang diharapkan. Akibatnya, penulis laporan menjadi bingung dan tidak tahu yang harus dikerjakannya terlebih dahulu. Kerangka laporan dibuat sebagai awal dan selesainya penelitian. Kerangka laporan merupakan rancangan inti atau pokok laporan yang sebenarnya dengan tujuan memudahkan menuangkan pikiran-pikiran yang berhubungan data ke dalam bentuk tulisan.

Ada kerangka laporan untuk memudahkan penulisan. Ketika penulisan laporan dilaksanakan kadangkala muncul ide-ide yang menambah isi atau bentuk laporan. Ide atau gagasan yang sebelumnya tidak diperhitungkan muncul di tengah-tengah penulisan. Hal ini wajar terjadi karena setiap orang menginginkan kesempurnaan dalam setiap karya yang akan dihasilkan. Bahkan, kerangka laporan dapat mengalami perubahan.

1.3. Pokok-Pokok Pikiran dalam Kerangka Laporan


Kerangka laporan telah dibuat maka disusun isi yang penting dari setiap urutan kerangka laporan tersebut. Tentu saja penuangan isi kerangka laporan harus sesuai dengan masalah yang diajukan. Misalnya, jangan sampai penelitian mengenai masalah kenakalan remaja, ternyata banyak membahas tentang pedagang asongan di bus kota sehingga tidak ada kesesuaian antara masalah dan isi laporan. Oleh karena itu, isi dari laporan yang dikembangkan dari suatu kerangka harus ada kesinambungan dari awal sampai akhir penulisan.

Pembuatan pokok-pokok pikiran merupakan penulisan garis besar laporan. Anda ketika membuat pokok pikiran dalam kerangka laporan Anda perlu membicarakan dengan pembimbing agar isi tidak keluar dari jalur masalah yang ditentukan. Jika hal ini telah diselesaikan, siswa dapat menulis laporan yang sesungguhnya, dengan tidak menyia-nyiakan waktu yang tersedia.

1.4. Penggunaan Waktu

Waktu yang disediakan dalam penulisan karya tulis ilmiah, tampaknya sangat singkat atau kurang dari satu semester. Walaupun begitu, sebaiknya Anda mengajukan masalah penelitian yang mudah dijangkau, yaitu yang ada di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan sosial sekitar tempat tinggal Anda. Pembuatan karya tulis ilmiah ini jangan sampai ditunda-tunda. Jika ditunda dengan alasan sulit memahami masalah, ketidaktahuan akan sumber bacaan yang berhubungan dengan masalah atau memang malas untuk melakukan penulisan, terutama apabila penulisan karya ilmiah ini dikerjakan secara berkelompok, jangan sampai terjadi saling mengandalkan orang lain dalam kelompoknya. Akhirnya, waktu yang tersedia tidak terlewati sehingga mengakibatkan laporan penelitian tidak selesai dikerjakan. Setiap kesukaran dalam penulisan patut untuk diselesaikan, baik bertanya kepada siswa lain, bertanya kepada guru, atau kepada orang lain yang memahami pembuatan penelitian.

Karya laporan penelitian sekecil apapun patut dihargai karena karya ilmiah yang telah dihasilkan merupakan landasan pertama ke arah kemajuan dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin mutakhir. Dengan demikian, diperlukan orang-orang yang kritis dalam menanggapi setiap masalah yang muncul dalam kehidupan.

B. Menyusun Hasil Penelitian


Laporan penelitian merupakan hasil akhir dari proses penelitian yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Baik-buruknya suatu laporan penelitian yang dilakukan bukan merupakan masalah, karena adanya kemauan untuk menyusun laporan penelitian adalah langkah yang baik untuk mencapai perkembangan pemikiran manusia.

2.1. Isi Laporan


Pembuatan laporan penelitian terdiri atas beberapa bab yang terbagi menurut kerangka laporan. Hal ini menolong penulisan karya ilmiah dan pembaca untuk mengkaji isi dari setiap laporan. Pembagian isi laporan terdiri atas judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, tubuh laporan, ikhtisar (abstrak), lampiran, dan kepustakaan (daftar bacaan). Untuk lebih jelasnya, pembagian laporan penelitian yaitu sebagai berikut.

a. Judul

Judul laporan penelitian sebaiknya ringkas, jelas, dan menggambarkan isi laporan. Judul yang baik sekurang-kurangnya terdiri atas dua variabel yang saling berhubungan atau terkait. Judul dan isi harus senantiasa berkaitan karena judul yang baik akan menarik untuk dibaca atau dikaji ulang oleh peneliti lainnya dengan masalah yang berlainan. Judul sebaiknya disusun di saat membuat kerangka laporan walaupun nantinya mengalami perubahan, tetapi tidak keluar dari masalah yang diteliti.

b. Kata Pengantar

Kata pengantar merupakan keterangan dari penulis mengenai isi laporan penelitiannya, tetapi belum secara khusus diuraikan. Oleh karena itu, kata pengantar umumnya pendek dan singkat yang di dalamnya tersusun mengenai judul, masalah yang dibahas, pendukung penelitian (sponsor kalau ada) dan ucapan terima kasih kepada yang memberikan berbagai bantuan sehingga penulisan laporan dapat diselesaikan.

c. Daftar Isi

Daftar isi pada umumnya ditempatkan setelah kata pengantar. Daftar isi menunjukkan bagian dari laporan yang merupakan isi setiap bagian yang dibahas dan membantu penulis sebagai bagian dari kerangka penulisan, serta membantu pembaca untuk melihat struktur, urutan, dan pokok-pokok yang dibahas dalam laporan. Selain daftar isi, kadang-kadang terdapat pula daftar tabel, grafik, daftar gambar, diagram, atau peta yang dibuat tersendiri setelah daftar isi.

d. Pendahuluan

Bagian pertama dari laporan penelitian adalah pendahuluan, isinya sudah menyangkut laporan secara khusus, dijelaskan mengenai latar belakang dan perumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penulisan atau penelitian, pedoman penulisan (metode, pengumpulan data, dan analisis data).

e. Tubuh Laporan

Tubuh laporan merupakan bagian-bagian (bab) setelah pendahuluan yang berisi bagian pokok laporan. Setiap bab membahas dan menguraikan inti dari penelitian seperti uraian konsep atau teori yang berhubungan masalah, lokasi penelitian dan proses pengumpulan data, analisis data, akhirnya kesimpulan dan saran.

f. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan berisi bagian yang telah dibahas sebelumnya dan merupakan inti dari hasil penelitian atau adanya temuan-temuan selama pengumpulan dan pengolahan data. Kesimpulan sifatnya berbeda dengan ikhtisar karena kesimpulan berfungsi sebagai hasil penelitian atau penulisan secara keseluruhan. Pada bagian yang sama setelah kesimpulan kadangkala terdapat saran yang ditujukan kepada pembaca, peneliti selanjutnya, atau pihak yang berkaitan dengan masalah.

g. Lampiran

Lampiran berisi bahan yang kurang praktis atau mengganggu penyajian jika dimasukkan ke dalam bagian atau bab, baik terlalu panjang maupun dapat mengganggu isi bagian atau bab yang bersangkutan. Meskipun demikian, bahan ini dirasakan penting untuk disajikan sehingga bahan ini memerlukan bagian tersendiri, yaitu ditempatkan di bagian lampiran.

h. Kepustakaan

Kepustakaan disebut daftar bacaan, yaitu bagian yang menampilkan sumber pendukung laporan, berupa buku, majalah, surat kabar, jurnal, dokumen yang dipublikasikan (atau belum).

2.2. Merumuskan Kesimpulan dan Saran


Bagian akhir dari laporan penelitian adalah kesimpulan yang merupakan hasil dari keseluruhan laporan penelitian. Sebelum dibuat kesimpulan, terlebih dahulu penulis harus memahami isi penelitiannya, terutama dari hasil pengolahan data dan temuan-temuan selama pengumpulan data. Kesimpulan tidak dibuat semata-mata bahwa penelitian selesai dilaksanakan, tetapi harus mencakup keseluruhan penelitian sehingga penulis memberikan laporannya secara lengkap apa adanya tanpa memasukkan unsur-unsur perasaan pribadi berdasarkan isi dari laporan tersebut. Kesimpulan dapat disebut juga pembahasan kualitatif dari penelitian.

Saran disajikan bersama-sama dengan kesimpulan, tetapi saran ini sifatnya tidak wajib dan merupakan pelengkap dari penelitian. Tidak semua penelitian dapat membahas masalah secara utuh sehingga penulis dapat menyarankan kepada peneliti lain untuk melanjutkan masalah yang tidak terbahas dalam laporannya. Di samping itu, saran diberikan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian. Pihak yang terlibat dalam penelitian bisa dari perorangan ataupun lembaga. Hal ini bertujuan pihak yang terlibat dalam penelitian mengkaji kembali hasil penelitian atau temuan-temuan dalam proses pengambilan data. Jika hasil penelitian tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak tersebut, saran dari pihak yang terlibat dalam penelitian dapat dimasukkan dalam kolom saran penelitian.

Kesimpulan dan saran merupakan bagian yang paling penting dari laporan penelitian. Keduanya saling berhubungan dan berkaitan erat sekali sehingga kesimpulan belumlah lengkap apabila tidak ada saran. Begitu pula saran tidak akan terwujud tanpa adanya kesimpulan. Jadi, keduanya merupakan suatu sistem yang saling melengkapi.

Contoh Soal (UN SMA IPS, 2005) :

Bagian pokok dari keseluruhan laporan penelitian adalah ....

a. tujuan penelitian
b. hasil penelitian
c. bab pendahuluan
d. tubuh kerangka
e. kesimpulan dan saran

Jawaban: b

Bagian pokok dari keseluruhan laporan penelitian adalah hasil penelitian.

Cara menulis laporan penelitian perlu mengikuti suatu aturan yang telah diterima di kalangan ilmuwan. Ada dua model penulisan laporan penelitian, yaitu model Turabian (1973) dan model American Psychological Association (APA) 1988. Model Turabian menggunakan catatan kaki (footnote) untuk menunjukkan referensi, dan menggunakan istilah ibid, op cit, dan loc cit.

Model APA, penulisannya lebih praktis karena tidak menggunakan catatan kaki. Model ini digunakan dalam penulisan artikel untuk jurnal-jurnal. Model APA ini, kunci referensinya pada daftar pustaka. (Sumber: Metode Penelitian Sosial, 2004)

2.3. Menyajikan Laporan


Laporan penelitian sebagai karya tulis ilmiah perlu dipertanggung jawabkan sebagai suatu kebenaran berdasarkan masalah-masalah yang diajukan dalam penelitian. Pertanggung jawaban penelitian dilakukan melalui diskusi di dalam kelas, antara siswa yang menyajikan hasil penelitiannya dan siswa lain sebagai peserta diskusi. Jalannya diskusi harus dibimbing oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan agar siswa dapat diarahkan sesuai dengan isi penelitiannya yang tentu saja sesuai dengan mata pelajaran Sosiologi.

Beberapa bentuk diskusi kelas yang sering digunakan antara lain sebagai berikut.

a. The Social Problem Meeting

Di mana para siswa berdiskusi tentang masalah-masalah sosial? Diskusi dilakukan oleh siswa di kelas atau di lingkungan sekolahnya. Dalam hal ini, diharapkan setiap siswa terpanggil untuk belajar dan bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. The Opened Meeting

Para siswa berdiskusi mengenai masalah apa saja yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

c. The Educational - Diagnosis Meeting

Para siswa berdiskusi mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran yang diterimanya. Dengan demikian, setiap anggota memperoleh pemahaman yang lebih baik. Penyajian laporan penelitian yang dilakukan melalui diskusi diharapkan dapat terjadi saling tukar pikiran antara yang menyajikan dan peserta diskusi lainnya sehingga dapat mencapai titik temu atau memecahkan persoalan yang dihadapi.

Menyajikan laporan melalui diskusi memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
  1. mempertinggi peran perorangan dalam kelompok, baik yang menyajikan maupun yang membahas hasil laporan, sehingga setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing;
  2. mempertinggi peran serta kelas secara keseluruhan; dan
  3. memupuk sikap saling menghargai pendapat orang lain.
Diskusi hasil penelitian bertumpu pada siswa sebagai titik pusat perhatian kelas sehingga setiap orang yang ada di dalam kelas berperan dalam kegiatan diskusi. Adapun peran-peran tersebut yaitu sebagai berikut.
  1. Kelompok penyaji terdiri atas siswa yang menyajikan laporan penelitiannya.
  2. Moderator adalah siswa yang mengatur jalannya diskusi, seperti membuka diskusi, mempersilakan penyajian laporan penelitian, mengatur jalannya tanya jawab, dan menutup diskusi dengan kesimpulan hasil yang dicapai dari diskusi.
  3. Notulis atau yang mencatat jalannya diskusi dan membuat kesimpulan untuk dibacakan di akhir diskusi.
  4. Guru mengawasi dan memberikan pengarahan sesuai dengan fungsinya sebagai pembimbing dan motivator, seperti mengembangkan kemampuan siswa untuk mampu bermusyawarah.
Penerapan diskusi laporan penelitian di dalam kelas yaitu untuk menggali daya kepemimpinan siswa sehingga muncul potensi-potensi secara perorangan ataupun kelompok yang dimiliki siswa. Guru sebagai pembimbing dan pengarah diskusi senantiasa meluruskan arah jalannya diskusi, baik pertanyaan yang diajukan maupun jawaban dari pertanyaan tersebut.

Berikut ini beberapa bentuk diskusi, yaitu sebagai berikut.

a. Seminar

Diskusi kelas yang diselenggarakan dalam rangka membahas laporan penelitian sebenarnya dan mendekati seminar, yaitu pembahasan yang bersifat ilmiah. Pembahasannya berkisar pada masalah kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan siswa sendiri. Arti sebenarnya dari seminar adalah sebuah kegiatan pembahasan yang mencari pedoman atau pemecahan-pemecahan masalah tertentu. Oleh karena itu, seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan dan keputusan yang merupakan hasil kebulatan pendapat semua peserta. Seminar bertolak dari lembaran kerja yang merupakan pembahasan teoretis mengenai persoalan pokok, dalam hal ini membahas lembar hasil penelitian siswa.

b. Panel

Panel merupakan bentuk diskusi yang terdiri atas beberapa orang. Perbedaan panel dengan diskusi terletak pada cara mereka berdikusi. Panel biasanya diselenggarakan dalam acara diskusi di televisi sehingga pemirsa tidak turut ambil bagian dalam diskusi. Pokok persoalan yang didiskusikan dalam panel dipilih sesuai dengan tema yang diajukan oleh moderator atau terlebih dahulu diberitahukan sebelum panel dilaksanakan. Panel ditujukan pada khalayak yang mendengar atau mengikuti diskusi agar muncul rangsangan berpikir sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

c. Simposium

Simposium menyerupai panel karena terdiri atas beberapa pembicara. Perbedaannya terletak pada pembahasan masalah yang diajukan. Simposium sifatnya lebih formal, yaitu beberapa pembicara terlebih dahulu mempersiapkan pembicaraannya tentang suatu masalah tertentu. Pembahasan terhadap sebuah masalah ditinjau dari berbagai sudut pandang dan disoroti dari titik tolak yang berbeda. Simposium dapat pula diatur dengan cara lain, misalnya sebuah aspek dari suatu persoalan ditentukan untuk disoroti secara khusus, kemudian dibicarakan secara khusus.

Para penyaji atau pembicara dalam simposium berasal dari berbagai pihak yang mengikuti simposium, seperti ahli atau peserta. Mereka dapat bertanya tentang isi masalah yang dijadikan tema simposium atau menyanggah materi (pokok persoalan) yang dijadikan materi simposium. Pendengar atau peserta simposium diberi kesempatan berbicara tentang pandangannya mengenai materi simposium dan menggantikan beberapa pertanyaan atau sanggahan setelah penyajian dan penyanggah utama selesai berbicara.

Moderator dalam simposium tidak seaktif pada panel. Moderator hanya mengkoordinasikan sanggahan dan pertanyaan yang ditujuan kepada penyaji.

Contoh Soal (UN SMA IPS, 2002)

Laporan hasil penelitian siswa sebaiknya didiskusikan di kelas agar membawa manfaat bagi siswa seperti hal-hal berikut, kecuali....

a. melatih siswa untuk pandai berbicara
b. memupuk siswa untuk berani berpendapat
c. membina siswa agar mampu berpikir kreatif
d. memupuk rasa toleransi di antara siswa
e. memilih siswa untuk menggunakan pengetahuan

Jawaban: a

Laporan hasil penelitian siswa sebaiknya didiskusikan di kelas agar membawa manfaat bagi siswa untuk:
a. memupuk siswa agar berani berpendapat;
b. membina siswa agar mampu berpikir kreatif;
c. memupuk rasa toleransi di antara siswa;
d. melatih siswa untuk pandai berbicara;

Rangkuman :

Laporan penelitian sebelum diajukan sebagai hasil penelitian perlu dibuat kerangka laporan yang berfungsi sebagai arah dari setiap isi dan bagian laporan. Untuk menulis laporan penelitian diperlukan beberapa tahapan, seperti laporan sementara, penyusunan kerangka laporan, pokok-pokok pikiran dalam kerangka laporan, dan penggunaan waktu. Laporan penelitian merupakan hasil akhir dari proses penelitian yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Untuk menyusun laporan penelitian, perlu memperhatikan pula isi laporan, rumusan kesimpulan dan saran, serta penyajian laporan.

Pembagian isi laporan terdiri atas judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, tubuh laporan, ikhtisar (abstrak), lampiran, dan kepustakaan (daftar bacaan). Menyajikan laporan melalui diskusi dapat dilakukan dalam bentuk seminar, panel, dan simposium melalui diskusi dalam kelas. Banyak keuntungan yang didapatkan dari diskusi, antara lain mempertinggi peran perorangan dalam kelompok, baik yang menyajikan maupun yang membahas hasil laporan, sehingga setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing; mempertinggi peran serta kelas secara keseluruhan; dan memupuk sikap saling menghargai pendapat orang lain.

Anda sekarang sudah mengetahui Teknik Menulis Laporan Penelitian. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Waluya, B. 2009. Sosiologi 3 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 146.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.