Wednesday, June 19, 2013

Hubungan antara Molaritas dengan Kadar Larutan, Contoh Soal, Pembahasan, Kimia

Hubungan antara Molaritas dengan Kadar Larutan, Contoh Soal, Pembahasan, Kimia - Molaritas merupakan salah satu cara untuk menyatakan kosentrasi larutan, selain molalitas, normalitas maupun fraksi mol. Molaritas menyatakan jumlah mol zat yang terlarut dalam satu liter larutan. Molaritas dilambangkan dengan notasi M dan satuannya adalah mol/liter (James E. Brady, 2000). Rumus yang digunakan untuk mencari molaritas larutan adalah :

M = n/V

Jika zat yang akan dicari molaritasnya ada dalam satuan gram dan volumenya dalam mililiter, maka molaritasnya dapat dihitung dengan rumus:

 atau 

Keterangan :

M = molaritas (mol/liter)
n = mol zat terlarut (mol)
V = volume larutan (liter)
g = massa zat terlarut (gram)
Mr = massa molekul relatif zat terlarut

Contoh Soal Molaritas (1) :

Tentukan molaritas 0,2 mol HCl dalam 1 liter larutan!

Pembahasan :

n = 0,2 mol
V = 1 liter
M = n/V = 0,2/1 = 0,2 mol/liter

Contoh Soal Molaritas (2) :

Tentukan molaritas larutan yang dibuat dari 2 gram NaOH yang dilarutkan ke dalam air sampai volumenya menjadi 500 mL!

Penyelesaian :

Massa zat terlarut (NaOH) = 2 gram
Volume larutan = 500 mL

1. Hubungan antara Molaritas dengan Kadar Larutan

Di laboratorium ditemui banyak zat kimia yang berwujud larutan dengan satuan kadar kepekatan (%) tertentu, sehingga untuk memanfaatkan dalam kegiatan praktikum harus ditentukan untuk diencerkan sesuai dengan molaritas yang dikehendaki. Untuk itu harus ditentukan terlebih dahulu molaritasnya dengan mengubah satuan kadar kepekatan (%) dengan molaritas.

Untuk dapat mengubah kadar kepekatan menjadi molaritas, perhatikan contoh berikut.

Contoh Soal Hubungan antara Molaritas dengan Kadar Larutan (3) :

Tentukan molaritas dari asam sulfat pekat yang mengandung 96% H2SO4 dan massa jenis 1,8 kg L–1! (diketahui Ar H = 1, S = 32, dan O = 16)

Jawaban :

Larutan memiliki massa jenis 1,8 kg/liter, artinya dalam setiap 1 liter larutan, massanya adalah 1,8 kg atau 1.800 gram.

Kandungan massa H2SO4 dalam larutan tersebut = 96% × massa larutan = (96/100) x 1.800 gram = 1.728 gram
Molaritas H2SO4 =  =  =  = 17,63 M

2. Pengenceran Larutan

Seringkali di laboratorium, larutan yang tersedia mempunyai molaritas tidak sesuai dengan yang kita kehendaki. Jika larutan yang tersedia mempunyai molaritas yang lebih besar dari yang kita butuhkan, maka kita harus melakukan pengenceran. Pengenceran menyebabkan volume dan molaritas larutan berubah, tetapi jumlah mol zat terlarut tidak berubah.

Rumus yang digunakan adalah:

V1M1 = V2M2

dengan: 

V1 = volume larutan sebelum pengenceran
V2 = volume larutan setelah pengenceran
M1 = molaritas larutan sebelum pengenceran
M2 = molaritas larutan setelah pengenceran

Contoh Soal (4) :

Tentukan molaritas larutan yang terjadi, jika 50 mL larutan H2SO4 2 M ditambah dengan 150 mL air!

Penyelesaian :

V1M1 = V2M2
50 × 2 = 200 × M2
M2 = 0,5 M

Anda sekarang sudah mengetahui Molaritas. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Utami, B. A. Nugroho C. Saputro, L. Mahardiani, S. Yamtinah, dan B. Mulyani. 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 274.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.