Wednesday, July 17, 2013

Contoh Metode Perubahan Bilangan Oksidasi, Reaksi Redoks, Biloks, Soal, Kimia

Contoh Metode Perubahan Bilangan Oksidasi, Reaksi Redoks, Biloks, Soal, Kimia - Untuk menyetarakan reaksi redoks dengan metode bilangan oksidasi, kamu harus dapat menentukan bilangan oksidasi unsur yang terlibat dalam reaksi. Jika kamu sudah memahami cara menentukan bilangan oksidasi, kamu dapat menyetarakan reaksi redoks dengan mudah. Langkah-langkah dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks dengan metode bilangan oksidasi adalah seperti berikut.
  1. Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.
  2. Memberi koefisien yang sesuai pada unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.
  3. Menentukan jumlah penambahan bilangan oksidasi untuk reaksi oksidasi dan penurunan bilangan oksidasi untuk reaksi reduksi. Kalikan jumlah unsur yang terlibat dengan muatannya.
  4. Menyetarakan perubahan bilangan oksidasi dengan memberi koefisien yang sesuai.
  5. Setarakan muatan dengan menambahkan H+ (dalam suasana asam) dan OH¯ (dalam suasana basa).
  6. Setarakan jumlah atom H dengan menambahkan H2O.
Perhatikan contoh berikut agar lebih jelas.

Contoh Soal 1 :

MnO4(aq) + Cl(aq) → Mn2+(aq) + Cl2(g) (dalam suasana asam)

Langkah 1 : Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.

MnO4(aq) + Cl(aq) → Mn2+(aq) + Cl2(g)

Unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah Mn, yaitu dari +7 menjadi +2 dan Cl yaitu dari -1 menjadi 0.

Langkah 2 : Memberi koefisien yang sesuai pada unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Atom Mn sudah setara. Atom Cl belum setara, di ruas kanan terdapat 2 atom Cl sedangkan di sebelah kiri hanya terdapat satu atom Cl. Untuk menyetarakan, atom Cl di ruas kiri diberi koefisien 2.

MnO4(aq) + 2Cl(aq) → Mn2+(aq) + Cl2(g)

Langkah 3 : Menentukan jumlah penambahan bilangan oksidasi untuk reaksi oksidasi dan penurunan bilangan oksidasi untuk reaksi reduksi. Kalikan jumlah unsur yang terlibat dengan muatannya. 

Perubahan bilangan oksidasi Mn dari +7 menjadi +2 = 5.
Perubahan bilangan oksidasi Cl dari -2 (= 2 x (-1))menjadi 0 = 2.

Langkah 4 : Menyetarakan perubahan bilangan oksidasi dengan memberi koefisien yang sesuai.

Untuk menyetarakan reaksi, maka koefisien Mn dikalikan 2 sedangkan koefisien Cl dikalikan 5.

2MnO4(aq) + 10Cl(aq) → 2Mn2+(aq) + 5Cl2(g)

Langkah 5 : Setarakan muatan dengan menambahkan H+ (dalam suasana asam) dan OH¯ (dalam suasana basa).

Total muatan di sebelah kiri adalah (-2) + (-10) = -12
Total muatan di sebelah kanan adalah (+4) + 0 = +4

Oleh karena dalam suasana asam, agar muatan seimbang maka tambahkan 16 ion H+ di sebelah kiri, sehingga persamaan reaksi menjadi seperti berikut.

2MnO4(aq) + 10Cl(aq) + 16H+(aq) → 2Mn2+(aq) + 5Cl2(g)

Langkah 6 : Setarakan jumlah atom H dengan menambahkan H2O.

Jumlah atom H di sebelah kiri = 16 dan di sebelah
kanan tidak terdapat atom H, sehingga di sebelah kanan ditambahkan 8 molekul H2O.

2MnO4(aq) + 10Cl(aq) + 16H+(aq) → 2Mn2+(aq) + 5Cl2(g) + 8H2O(l)(reaksi telah seimbang)

Contoh Soal 2 :

Cl2(g) + IO3¯(aq) → IO4¯(aq) + 2Cl¯(aq) (dalam suasana basa)

Langkah 1 :Unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah I, yaitu dari +5 menjadi +7 dan Cl yaitu dari 0 menjadi -1.

Langkah 2 : Di ruas kiri terdapat 2 atom Cl sedangkan di sebelah kanan hanya terdapat satu atom Cl. Untuk menyetarakan, atom Cl di ruas kanan diberi koefisien 2. Adapun jumlah atom I sudah setara.

Cl2(g) + IO3¯(aq) → IO4¯(aq) + 2Cl¯(aq)

Langkah 3 : Perubahan bilangan oksidasi I dari +5 menjadi +7 = 2.
Perubahan bilangan oksidasi Cl dari 0 menjadi -2 (2 x -1) = 2.

Langkah 4 : Koefisien Cl maupun I sudah setara.
Langkah 5 : Total muatan di sebelah kiri adalah 0 + -1 = -1.
Total muatan di sebelah kanan adalah (-1) + (-2) = -3.

Oleh karena dalam suasana basa, agar muatan seimbang maka tambahkan 2 ion OH¯ di sebelah kiri, sehingga persamaan reaksi menjadi seperti berikut.

Cl2(g) + IO3¯(aq) + 2OH¯(aq) → IO4¯(aq) + 2Cl¯(aq)

Langkah 6 : Jumlah atom H di sebelah kiri = 2 dan di sebelah kanan tidak terdapat atom H, sehingga di sebelah kanan ditambahkan 1 molekul H2O.

Cl2(g) + IO3¯(aq) + 2OH¯(aq) → IO4¯(aq) + 2Cl¯(aq) + H2O(l)reaksi telah seimbang)

Anda sekarang sudah mengetahui Metode Perubahan Bilangan Oksidasi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sukmanawati, W. 2009. Kimia 3 : Untuk SMA/ MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 266.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search