Pembuatan dan Kegunaan Amonia, Asam Nitrat dan Sulfat, Hidrogen Sulfida, Belerang Oksida, Senyawa Kimia

Leave a Comment
Pembuatan dan Kegunaan Amonia, Asam Nitrat dan Sulfat, Hidrogen Sulfida, Belerang Oksida, Senyawa Kimia - Amonia, NH3 merupakan senyawa komersial penting dari nitrogen. Amonia adalah gas tidak berwarna dan berbau menyengat. Amonia dibuat secara komersial melalui proses Haber dari N2 dan H2. Gambar 1. menunjukkan diagram alir pembuatan amonia secara industri dari gas alam, uap, dan udara.
Amonia fontain
Gambar 1. Amonia fontain Jika pipet dipijit-pijit, air akan naik ke dalam labu membentuk air mancur berwarna merah. Warna merah tersebut akibat NH3 (basa) larut dalam air.
Amonia mudah dicairkan dan cairannya digunakan sebagai pupuk nitrogen. Garam amonium, seperti sulfat dan nitrat juga digunakan sebagai pupuk. Sejumlah besar amonia diubah menjadi urea, CO(NH2)2, yang digunakan sebagai pupuk, suplemen makanan ternak, dan industri plastik formaldehid.

Asam nitrat, HNH3 adalah asam yang penting bagi industri dan digunakan untuk bahan peledak, nilon, dan plastik poliuretan. Asam nitrat dibuat secara komersial melalui proses Ostwald (Gambar 2).
proses Ostwald tahap 1 dan tahap 2
Gambar 2. Diagram proses Ostwald tahap 1 dan tahap 2.
Dalam proses Ostwald, asam nitrat dibuat dari oksidasi amonia. Proses secara umum, amonia dibakar dengan adanya katalis platina menjadi gas NO dan diubah lebih lanjut menjadi NO2, kemudian dilarutkan dalam air menjadi asam nitrat.




Pt

Tahap (1)
:
4NH3(g) + 5O2(g)
4NO(g) + 6H2O(g)





Tahap (2)
:
2NO(g) + O2(g)
2NO2(g)





Tahap (3)
:
3NO2(g) + H2O(l)
2HNO3(aq) + NO(g)

Gas NO pada tahap akhir dapat digunakan kembali.

Hidrogen sulfida (H2S) adalah gas tak berwarna dengan bau telur busuk yang kuat dan bersifat racun. Dalam larutan asam, H2S berperan sebagai reduktor menghasilkan belerang.

2Fe3+(aq) + H2S(g) → 2Fe2+(aq) + 2H+(aq) + S(s)

Belerang dioksida (SO2) adalah gas tak berwarna dengan bau menyengat, diperoleh dari pembakaran belerang atau sulfida. Belerang dioksida digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering, yaitu untuk menghambat pertumbuhan jamur.

Asam sulfat dibuat dari belerang melalui proses kontak. Proses tersebut terdiri atas pembakaran belerang menjadi SO2 dan dioksidasi lanjut menjadi SO3 dengan katalis platina atau V2O5. Gas SO3 yang terbentuk dilarutkan dulu dalam asam sulfat kemudian diencerkan.

Tahap (1)
:
S(s) + O2(g)
SO2(g)



∆/V2O5

Tahap (2)
:
2SO2(g) + O2(g)
2SO3(g)





Tahap (3)
:
SO3(g) + H2O(l)
H2SO4(aq)

Asap belerang trioksida yang dihasilkan pada tahap (2) sukar larut dalam air sehingga SO3 dilarutkan lebih dulu dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat (H2S2O7), kemudian diencerkan dengan air menghasilkan asam sulfat pekat.
proses kontak
Gambar 3. Diagram singkat proses kontak pada pembuatan asam sulfat.
Asam sulfat pekat berupa cairan kental dan bersifat dapat menarik molekul H2O dari udara maupun dari senyawa (higroskopis). Asam pekat juga tergolong oksidator kuat.

Asam sulfat digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan amonium fosfat yang larut dalam air. Asam sulfat juga digunakan dalam pemurnian minyak bumi dan banyak industri kimia lainnya.

Anda sekarang sudah mengetahui Amonia, Asam Nitrat, Asam Sulfat, Hidrogen Sulfida, Belerang Oksida. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.