Penurunan Tekanan Uap Jenuh (ΔP) Larutan, Rumus, Contoh Soal, Pembahasan, Praktikum, Kimia


Penurunan Tekanan Uap Jenuh (ΔP) Larutan, Rumus, Contoh Soal, Pembahasan, Praktikum, Kimia - Menguap adalah gejala yang terjadi pada molekul-molekul zat cair meninggalkan permukaan cairan membentuk fasa gas. Gejala ini disebabkan oleh molekul-molekul pada bagian permukaan cairan memiliki energi yang dapat mengatasi gaya antar aksi di antara molekul-molekul cairan. Gaya antar aksi antarmolekul pada permukaan cairan dinamakan tegangan permukaan. Jadi, molekul-molekul yang menguap memiliki energi lebih besar daripada tegangan permukaan.

1. Tekanan Uap

Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul (tegangan permukaan). Semakin lemah gaya antarmolekul semakin mudah senyawa itu menguap.

Pada suhu rendah, molekul-molekul zat dapat meninggalkan permukaan cairan membentuk kesetimbangan dengan cairan yang berada di permukaanya Gambar 1). Molekul-molekul fasa uap menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap.
Uap dan cairan membentuk kesetimbangan dinamis.
Gambar 1. Uap dan cairan membentuk kesetimbangan dinamis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan uap salah satunya adalah suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin besar tekanan uapnya. Contohnya adalah tekanan uap air berbeda pada setiap temperatur seperti ditunjukan pada Tabel 1.

Tabel 1. Tekanan Uap Air Jenuh

Suhu (°C)
Tekanan (mmHg)
0
4,60
5
6,50
10
9,20
15
12,80
20
17,50
22
19,80
24
22,40
25
23,80
27
26,70
28
28,30
29
30,00
30
31,80
35
42,20
40
55,30
45
71,90
50
92,50
55
118,00
60
149,40
65
187,50
70
233,70
75
289,10
80
355,10
90
525,80
100
760,00
Sumber:General Chemistry, 1990

Bila kita memanaskan air (atau zat yang dapat menguap lainnya) dalam ketel yang tertutup, maka ketika air mendidih tutup ketel dapat terangkat, mengapa hal ini terjadi? Apa sebenarnya yang menekan tutup ketel tersebut, air atau uap airnya? Dalam ruang tertutup air akan menguap sampai ruangan tersebut jenuh, yang disertai dengan pengembunan sehingga terjadi kesetimbangan air dengan uap air. [1]

H2O(l) D H2O(g)

Terjadinya uap air ini akan menimbulkan tekanan sehingga menekan ketel. Ketika air mendidih (suhu 100°C) banyak air yang menguap sehingga tekanan yang ditimbulkan lebih besar hingga tutup ketel terangkat. Tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh air ini disebut tekanan uap jenuh air. [1]

Besarnya tekanan uap jenuh untuk setiap zat tidak sama, bergantung pada jenis zat dan suhu. Zat yang lebih sukar menguap, misalnya glukosa, garam, gliserol memiliki uap yang lebih kecil dibanding zat yang lebih mudah menguap, misalnya eter. Bila suhu dinaikkan, energi kinetik molekul-molekul zat bertambah sehingga semakin banyak molekul-molekul yang berubah menjadi gas akibatnya tekanan uap semakin besar. [1] 

Tekanan uap suatu larutan dapat diukur dengan alat manometer merkurium.
manometer merkurium
Gambar 2. Penggunaan sebuah manometer merkurium untuk mengukur tekanan uap suatu larutan dalam air.
2. Penurunan Tekanan Uap Larutan (ΔP)

Apa yang terjadi dengan tekanan uap jika ke dalam suatu cairan (misalnya, air) dimasukkan zat yang tidak mudah menguap (misalnya, gula pasir)?
Zat terlarut non volatil menurunkan penguapan pelarut.
Gambar 3. Zat terlarut non volatil menurunkan penguapan pelarut.
Adanya zat terlarut non volatile (tidak mudah menguap) di dalam suatu pelarut dapat menurunkan tekanan uap pelarut. Akibatnya, tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Mengapa? Untuk memahami bagaimana pelarutan zat yang tidak mudah menguap berpengaruh terhadap tekanan uap pelarut, lakukan oleh Anda eksperimen berikut.

Percobaan / Praktikum Aktivitas Kimia 1 :

Pelarutan Zat yang Tidak Menguap

Tujuan :

Menjelaskan pelarutan zat yang tidak menguap.

Alat :
  1. Gelas
  2. Wadah tertutup
Bahan :
  1. Aquades
  2. Larutan gula 60% b/b
Langkah Kerja :
  1. Sediakan dua buah gelas. Gelas pertama diisi dengan aquades dan gelas kedua diisi dengan larutan gula 60% b/b. Usahakan volume cairan dalam kedua gelas sama.
  2. Simpan kedua gelas itu dalam wadah yang tertutup rapat, misalnya desikator selama satu hari.
  3. Setelah satu hari, amati yang terjadi dalam kedua cairan itu.
Praktikum Pelarutan Zat yang Tidak Menguap
Pertanyaan :
  1. Apa yang terjadi dengan cairan dalam kedua wadah itu?
  2. Mengapa air murni berpindah ke gelas yang berisi larutan gula?
  3. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.
Setelah dibiarkan beberapa waktu, volume larutan gula bertambah, sedangkan volume air murni berkurang. Mengapa? Fakta tersebut dapat dijelaskan jika tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan larutan yang mengandung zat nonvolatil, dan adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dan cairannya. Oleh karena tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan uap larutan gula maka untuk mencapai keadaan kesetimbangan, uap air murni akan diserap oleh larutan gula sampai tekanan uap di atas permukaan kedua cairan itu sama dan setimbang. Proses tersebut menghasilkan perpindahan molekul-molekul air dari pelarut murni melalui fasa uap ke dalam larutan gula sampai tekanan uap pada kedua permukaan cairan mencapai kesetimbangan.

3. Hukum Raoult

Baca rumus penurunan tekanan uap air jenuh di Hukum Raoult.

Anda sekarang sudah mengetahui Penurunan Tekanan Uap Jenuh. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

Referensi Lainnya :

[1] Pangajuanto, T. 2009. Kimia 3 : Untuk SMA/ MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.



Pengunjung dapat menyalin materi di blog ini menggunakan Browser Google Chrome. Google Chrome
Bacalah terlebih dahulu Panduan Pengunjung jika anda ingin menggunakan materi dari blog ini.
DMCA.com
Judul : Penurunan Tekanan Uap Jenuh (ΔP) Larutan, Rumus, Contoh Soal, Pembahasan, Praktikum, Kimia

Rating : 9 out of 10 based on 666 ratings. 9 user reviews.

Reviewer : Puri Maulana

Masukkan Kata Kunci




Artikel Terkait :

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.