Perbedaan antara Suspensi Kasar, Koloid, dan Larutan Sejati, Dispersi Molekuler, Praktikum, Kimia


Perbedaan antara Suspensi Kasar, Koloid, dan Larutan Sejati, Dispersi Molekuler, Praktikum, Kimia - Awan yang berperan dalam peristiwa penghamburan cahaya matahari merupakan salah satu contoh sistem koloid. Selain awan, sebenarnya kalian sering melihat atau menggunakan bahan-bahan yang termasuk dalam koloid, seperti susu, santan, dan minyak. Selain contoh-contoh tersebut, bahan-bahan apa saja yang termasuk dalam koloid? Untuk mcnjawab pertanyaan tersebut, coba kalian lakukan percobaan berikut.

1. Praktikum Mengamati Perbedaan antara Suspensi Kasar, Koloid, dan Larutan Sejati

A. Dasar Teori

Campuran dapat dikelompokkan menjadi larutan sejati, koloid, dan suspensi. Apabila campuran tersebut terdistribusi secara homogen, campuran tersebut dinamakan larutan sejati. Apabila campuran terpisah menjadi dua fase dan dapat dipisahkan dengan penyaringan, campuran tersebut dinamakan suspensi, sedangkan jika tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan campuran tersebut dinamakan koloid.

Larutan sejati, koloid, dan suspensi mempunyai ukuran partikel solut yang berlainan, sehingga ada yang lolos dari penyaringan dan ada yang tidak. Perbedaan ukuran partikel solut tersebut juga menyebabkan campuran tersebut memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki oleh campuran lainnya. (Syukri, 1999, Hlm. 453.)

B. Tujuan Percobaan

Membagi campuran dalam suspensi kasar, sistem koloid, dan larutan sejati. Lalu, menyebutkan perbedaan ketiganya

C. Alat dan Bahan Percobaan

Alat Percobaan :

• 5 buah gelas baker 250 mL
• Corong
• Pengaduk
• 3 buah labu erlenmeyer
• Kertas saring
• 3 buah sendok makan
• Lampu senter

Bahan Percobaan:

• Gula pasir
• Susu bubuk putih
• Terigu
• Air
• Santan
• Kecap

D. Langkah Percobaan / Cara Kerja
  1. Masukkan masing-masing 200 mL santan dan 100 mL kecap ke dalam dua buah gelas beker.
  2. Tuangkan 200 mL air masing-masing ke dalam tiga buah gelas beker 250 mL. Masukkan masing-masing 5 sendok makan gula pasir, susu bubuk, dan terigu ke dalam ketiga gelas beker. Aduklah hingga merata (bercampur semua).
  3. Saringlah kelima larutan di atas, kemudian amatilah apa yang terjadi.
  4. Sorotlah masing-masing beker tersebut.
  5. Amatilah berkas sinar cahaya dengan arah tegak lurus.
  6. Manakah larutan yang dapat meneruskan cahaya?
E. Hasil Percobaan

Coba isilah tabel di bawah ini dengan memberikan tanda V berdasarkan hasil pengamatan kalian.

Campuran
Keruh
Bening
Timbul
endapan
Dapat
disaring
Tidak
dapat
disaring
Sinar
diteruskan
Sinar di -
hamburkan
Air + gula pasir







Air + susu bubuk







Air + terigu







Santan







Kecap








F. Pembahasan

Untuk memperjelas percobaan ini, coba kalian jawab pertanyaan berikut.
  1. Sebutkan campuran mana yang terlihat bening.
  2. Sebutkan campuran mana yang timbul endapan.
  3. Sebutkan campuran mana yang dapat disaring.
  4. Sebutkan campuran mana yang dapat meneruskan sinar.
  5. Sebutkan campuran mana yang dapat menghamburkan sinar.
G. Kesimpulan

Apa kesimpulan dari percobaan ini? Campuran manakah yang termasuk larutan sejati, suspensi, dan koloid? Bagaimana sifat masing-masing? Diskusikan dengan kelompok kalian dan tuliskan dalam laporan kegiatan, kemudian kumpulkan hasilnya kepada guru kalian.

Setelah melakukan percobaan di atas, tentu kalian dapat mengelompokkan jenis-jenis campuran, bukan? Larutan gula merupakan contoh larutan sejati. Dalam larutan tersebut, ukuran-ukuran partikelnya adalah sebesar molekul atau ion-ion, sehingga ukurannya sangat kecil. Partikel ini tersebar merata dan menghasilkan satu fase yang homogen sehingga tidak dapat dipisahkan. Dari hasil pengamatan dengan mikroskop ultra, diketahui bahwa ukuran partikel larutan sejati adalah 0,1–1 μm (nm). Larutan sejati bersifat stabil (tidak dapat memisah) dan tidak dapat disaring. Contoh larutan sejati yang lain adalah larutan garam, alkohol, larutan cuka, bensin, dan air laut.

Nah, sekarang bagaimana campuran antara tepung terigu dengan air?

Campuran tersebut termasuk dalam suspensi kasar. Ukuran partikel yang terdapat dalam suspensi kasar lebih besar dari 100 μm. Suspensi kasar pada umumnya dapat kalian lihat dengan menggunakan mikroskop biasa, bahkan dengan mata telanjang. Suspensi kasar terdiri atas dua fase den bersifat heterogen, sehingga mudah sekali dipisahkan. Salah satu cara memisahkan suspensi kasar adalah dengan melakukan penyaringan. Selain itu, suspensi kasar juga bersifat tidak stabil, sehingga setelah dilakukan pengadukan secara terus menerus kemudian didiamkan, make akan terjadi pengendapan. Contoh suspensi kasar yang lain adalah campuran kopi bubuk dengan air, campuran air dengan minyak, dan campuran pasir dengan air sungai.

Selanjutnya bagaimana dengan campuran antara susu bubuk dengan air? 

Campuran tersebut menghasilkan suatu "larutan" yang keruh. Sepintas campuran ini tampak homogen, sehingga tidak dapat dipisahkan maupun disaring. Namun, ternyata setelah dilihat dengan mikroskop ultra, partikel-partikel susu tersebut masih tersebar dalam air. Sistem campuran seperti susu ini disebut koloid. Ukuran partikel koloid relatif kecil antara 1-100 μm, maka hanya dapat disaring dengan filter ultra atau kolodium yang mempunyai ukuran diameter pori-pori saringan 1 μm. Susu yang termasuk salah satu contoh koloid, memiliki ukuran partikel solut yang berada di antara partikel larutan den partikel suspensi kasar. Karena partikel koloid tersebar merata dalam mediumnya, maka di sini tidak digunakan

istilah solut dan solven, melainkan fase terdispersi dan pendispersi. Jadi, koloid termasuk campuran yang heterogen den merupakan sistem dua fase. Susu bubuk yang terdapat di dalam koloid ini disebut zat yang didispersikan atau fase terdispersi, sedangkan air merupakan medium untuk mendispersikan atau medium dispersi. Contoh koloid yang lain adalah santan, cat, asap, jeli, sedan, buih, busa, den batu apung.

Kalian telah mengetahui bahwa partikel-partikel yang ada dalam larutan terdispersi secara merata membentuk larutan homogen yang membentuk satu fase. Nah, jika partikel-partikel tersebut tidak terlarut sempurna dalam mediumnya, maka akan terbentuk suatu sistem yang baru. Kemungkinan sistem membentuk suspensi atau koloid.

2. Komponen Penyusun Koloid [1]

Sistem koloid tersusun atas dua komponen, yaitu fasa terdispersi dan medium dispersi atau fasa pendispersi. Fasa terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Pada campuran susu dengan air yang disebut di atas, fasa terdispersi adalah susu, sedangkan medium dispersi adalah air. Perbandingan sifat antara larutan, koloid, dan suspensi disimpulkan dalam tabel 1. berikut ini.

Tabel 1. Perbandingan Sifat larutan, koloid dan suspensi.

Larutan
(Dispersi Molekuler)
Koloid
(Dispersi Koloid)
Suspensi
(Dispersi Kasar)
  1. Homogen, tak dapat dibedakan walaupun menggunakan mi-kroskop ultra
  2. Semua partikel berdimensi (panjang, lebar, atau tebal) kurang dari 1 nm
  3. Satu fasa
  4. Stabil
  5. Tidak dapat disaring
  6. Contoh: larutan gula, larutan garam, spiritus, alkohol 70%, larutan cuka, air laut, udara yang bersih, dan bensin.
  1. Secara makroskopis bersifat homogen, tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra
  2. Partikel berdimensi antara 1 nm sampai 100 nm
  3. Dua fasa
  4. Pada umumnya stabil
  5. Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaringan ultra
  6. Contoh: sabun, susu, santan, jeli, selai, mentega, dan mayones.

  1. Heterogen
  2. Salah satu atau semua dimensi partikelnya lebih besar dari 100 nm
  3. Dua fasa
  4. Tidak stabil
  5. Dapat disaring 
  6. Contoh: air sungai yang keruh, campuran air dengan pasir, campuran kopi dengan air, dan campuran minyak dengan air.


Anda sekarang sudah mengetahui Perbedaan antara Suspensi Kasar, Koloid, dan Larutan Sejati. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Premono, S. A. Wardani, dan N. Hidayati. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Referensi Lainnya :

[1] Utami, B. A. Nugroho C. Saputro, L. Mahardiani, S. Yamtinah, dan B. Mulyani. 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 274.



Pengunjung dapat menyalin materi di blog ini menggunakan Browser Google Chrome. Google Chrome
Bacalah terlebih dahulu Panduan Pengunjung jika anda ingin menggunakan materi dari blog ini.
DMCA.com
Judul : Perbedaan antara Suspensi Kasar, Koloid, dan Larutan Sejati, Dispersi Molekuler, Praktikum, Kimia

Rating : 9 out of 10 based on 666 ratings. 9 user reviews.

Reviewer : Puri Maulana

Masukkan Kata Kunci




Artikel Terkait :

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.