Sunday, July 28, 2013

Sifat dan Pembuatan Asam Halida, Sintesis, Senyawa, Gas, Kegunaan, Manfaat, Halogen, Kimia

Sifat dan Pembuatan Asam Halida, Sintesis, Senyawa, Gas, Kegunaan, Manfaat, Halogen, Kimia - Senyawa halogen yang penting adalah asam hidrogen halida (HX), asam okso-halida (HXOn), dan garamnya (MX). Setiap unsur halogen dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF, HCl, HBr, dan HI. Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam. Titik didih asam halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = –85 °C; HBr = –67 °C; HI = –35 °C), kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi, yaitu 20 °C. Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain.

Kekuatan asam halida di dalam pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin lemah, akibatnya atom H mudah lepas. Asam-asam halida di dalam air terionisasi sempurna, kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2,9%. Persamaan ionisasinya:

HF(aq) H+(aq) + F(aq)

Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya, seperti berikut ini.

a. Gas F2 dan H2 bereaksi sangat dahsyat membentuk senyawa HF, tetapi reaksinya tidak memiliki nilai komersial, sebab gas F2 sendiri dibuat dari penguraian HF.

H2(g) + F2(g) → 2HF(g)

b. Senyawa HCl dibuat melalui reaksi gas Cl2 dan H2 berlebih.

H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g)

c. HBr dan HI dibuat dengan cara serupa, tetapi menggunakan katalis platina sebab reaksi tanpa katalis sangat lambat.


∆/Pt

H2(g) + Br2(g)
2HBr(g)




∆/Pt

H2(g) + I2(g)
2HI(g)

Umumnya, asam-asam halida disintesis melalui pemanasan garam halida dengan asam yang tidak mudah menguap, seperti berikut ini.

a. HF, dibuat dari garam CaF2 dan asam sulfat pekat. Reaksinya:



CaF2(s) + H2SO4(l)
CaSO4(s) + 2HF(g)

b. HCl, dibuat dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. Reaksinya:



NaCl(s) + H2SO4(l)
NaHSO4(s) + HCl(g)

Pada suhu tinggi, hasil yang terbentuk adalah natrium sulfat:



NaCl(s) + NaHSO4(l)
Na2SO4(s) + HCl(g)

c. HBr dan HI, tidak dapat dibuat dengan H2SO4, sebab dapat mengoksidasi Br dan I menjadi unsur-unsurnya. Dalam hal ini digunakan asam fosfat. Reaksinya:



NaBr(s) + H3PO4(l)
HBr(g) + NaH2PO4(s)

Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl3F, freon, dan teflon. Senyawa CCl3F digunakan sebagai pendingin dan bahan bakar aerosol, yang disintesis dari CCl4 dan HF dengan antimon pentafluorida sebagai katalis. Reaksinya:


SBF5

CCl4(l) + HF(g)
CCl3F(aq) + HCl(g)

Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas.

Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan mineral aluminium dan untuk mengetsa gelas. Dalam etsa gelas, HF bereaksi dengan silika (SiO2), kemudian bereaksi dengan gelas. Reaksinya:

6HF(aq)
+
SiO2(s)
H2SiF6(aq) + 2H2O(l)
Silika






CaSiO3(s) + 8HF(aq)
H2SiF6(aq)
+
CaF2(aq)
+
3H2O(l)


Asam heksafluorosilikat





Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam sulfat, fosfat, dan nitrat. Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu, seperti tungsten.

Dalam elektrolisis larutan NaCl, gas Cl2 yang dihasilkan pada anode dapat bereaksi dengan larutan NaOH yang dihasilkan di katode membentuk natrium hipoklorit. Reaksinya:

Cl2(g) + 2NaOH(aq) → NaClO(aq) + NaCl(aq) + H2O(l)

Larutan NaClO digunakan sebagai pemutih pada industri tekstil. Ion hipoklorit tidak stabil, dan terdisproporsionasi membentuk ion klorat, ClO3 dan ion klorida, Cl. Reaksinya:

3ClO(aq) → ClO3(aq) + 2Cl(aq)

Percobaan / Praktikum Penentuan Kadar NaClO dalam Produk Pemutih :

Tujuan :

Menentukan kadar NaClO dalam produk pemutih.

Alat :
  1. Labu erlenmenyer
  2. Buret
  3. Pipet tetes
  4. Gelas ukur
  5. Timbangan
Bahan :
  1. 1 g pemutih komersial
  2. Air
  3. Larutan kanji
  4. Larutan KI 0,1 M
Langkah Kerja :
  1. Timbang 1 g pemutih komersial dan larutkan ke dalam 25 mL air.
  2. Masukkan ke dalam labu erlenmeyer dan tambahkan 5 tetes larutan kanji sebagai indikator.
  3. Titrasi campuran tersebut dengan larutan KI 0,1 M hingga terbentuk warna biru muda dari kompleks I2–kanji (titik akhir titrasi).
  4. Hitung berapa kadar NaClO.
Pertanyaan :
  1. Mengapa diperlukan indikator untuk mengetahui titik akhir titrasi?
  2. Bagaimanakah persamaan reaksi antara larutan KI dan larutan pemutih?
  3. Berapakah kadar NaClO?
  4. Buatlah hasil laporan per kelompok untuk percobaan ini. Kemudian, presentasikan di depan kelas.
Anda sekarang sudah mengetahui Sifat dan Pembuatan Asam Halida. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search