Monday, July 22, 2013

Sifat Kimia dan Fisika Golongan IIIA, 3A, Unsur, Boron dan AluminiumTabel, Contoh, Reaksi

Sifat Kimia dan Fisika Golongan IIIA, 3A, Unsur, Boron dan AluminiumTabel, Contoh, Reaksi - Unsur-unsur golongan IIIA tidak sereaktif unsur golongan IA dan golongan IIA. Anggota unsur golongan IIIA adalah boron (B), aluminium (Al), gallium (Ga), indium (In), dan talium (Ti).

a. Sifat Fisika Golongan IIIA

Boron merupakan unsur pertama dalam golongan IIIA yang tergolong metaloid, sedangkan unsur-unsur lainnya tergolong logam. Reaktivitas unsur-unsur golongan ini tidak ada kecenderungan. Potensial reduksi golongan IIIA negatif, ini menunjukkan bahwa unsur IIIA bersifat lebih logam dibanding hidrogen. Al3+ mempunyai potensial reduksi negatif yang paling besar di antara kation golongan IIIA. Oleh karena itu Al merupakan logam golongan IIIA yang paling aktif. Perhatikan sifat-sifat golongan IIIA pada tabel berikut.

Tabel 1. Sifat Fisika Golongan IIIA

Sifat
Al
Ga
In
Ti
Titik leleh (°C)
660,4
29,8
156,6
303,5
Titik didih (°C)
1.470
2.403
2.080
1.457
Konfigurasi elektron
[Ne]3s23p1
[Ar]3d104s2p1
[Kr]4d105s2p1
[Xe]4f145d106s26p1
Jari-jari logam (pm)
143
141
166
171
Jari-jari ion M+ (pm)
-
113
132
140
Jari-jari ion M3+ (pm)
50
62
81
95
Potensial elektrode (V)




M3+(aq) + 3e- → M(s)
-1,56
-0,56
-0,34
+0,72
M+(aq) + e- M(s)
-
-
-0,25
-0,34
Sumber: Kimia Universitas

b. Sifat Kimia Boron dan Aluminium

1) Boron

Boron adalah unsur yang tidak reaktif pada suhu biasa. Bila bereaksi, tidak ada kecenderungan dari atom unsur boron untuk kehilangan elektron-elektron terluar dan membentuk kation sederhana yaitu B3+.

Adapun reaksi pada boron adalah sebagai berikut.

a) Reaksi dengan halogen

Boron bereaksi dengan halogen secara umum, bahkan sampai terbakar dalam gas fluor.

2B + 3X2 → 2BX3 
X = atom halogen

b) Membentuk asam oksi

Jika dipanaskan dalam udara, unsur boron bereaksi dengan oksigen dalam pembakaran yang sangat eksotermik untuk membentuk oksida B2O3. Oksida ini bersifat asam. Adapun reaksinya adalah sebagai berikut.

B2O3(s) + 3H2O(l) D 2H3BO3(l)

asam borat

c) Semua boron yang larut membentuk larutan yang bersifat basa bila dilarutkan dalam air, di mana ion BO32¯ bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air. 

BO32¯(aq) + H2O(l) D HBO3¯(aq) + OH¯(aq)

d) Boron membentuk molekul-molekul ion raksasa dengan atom oksigen menempati kedudukan yang berselang-seling dengan reaksi seperti berikut.

2) Sifat Kimia Unsur Aluminium

Sejumlah garam aluminium seperti halnya logam golongan IIIA mengkristal dalam larutannya sebagai hidrat. Misal senyawa AlX3 . 6H2O (di mana X = Cl, Br, I). Aluminium bersifat amfoter. Perhatikan reaksi berikut.


OH-

H2O+

(Al(H2O)6)3+(aq)
D
Al(OH)3(aq)
D
(Al(OH)4)-(aq)

H2O+

OH-


Aluminium dapat berlaku asam atau basa dikarenakan kecenderungan yang kuat untuk dioksidasi menjadi Al3+. Perhatikan reaksi berikut.

2Al(s) + 6H2O(l) → 2Al(OH)3(aq) + 3H2(g)

Reaksi ini terjadi pada permukaan aluminium yang bersih tetapi dalam larutan asam atau dengan kehadiran basa kuat, lapisan tipis Al(OH)3 ini larut dengan reaksi seperti berikut.

2Al(OH)3(aq) + 2OH¯(aq) → 2(Al(OH)4)¯(aq)

Anda sekarang sudah mengetahui Golongan IIIA. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sukmanawati, W. 2009. Kimia 3 : Untuk SMA/ MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 266.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.