Sifat-sifat Sistem Koloid, Efek Tyndall dan Gerak Brown, Contoh, Praktikum, Kimia

Leave a Comment
Sifat-sifat Koloid, Efek Tyndall dan Gerak Brown, Contoh, Praktikum, Kimia - Selain peristiwa penghamburan cahaya matahari yang menembus awan di pagi atau sore hari, contoh lain yang menunjukkan sifat koloid adalah sorot lampu mobil yang terjadi di daerah berkabut. Coba, amatilah apa yang terjadi. Ternyata sama dengan pada saat sinar matahari menembus awan, yaitu terjadi penghamburan cahaya oleh partikel-partikel, sehingga tampak lintasan berkas sinar tersebut. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan salah satu sifat optik dari koloid atau yang dikenal dengan Efek Tyndall. Berikut sifat-sifat yang dimiliki oleh koloid.


Sistem koloid biasanya keruh, tetapi ada beberapa yang tampak bening seperti larutan. Bagaimana cara membedakan larutan sejati dengan koloid? Pada percobaan sebelumnya (Baca : Koloid), sebenarnya kalian telah melakukan percobaan tentang Efek Tyndall. Dari hasil percobaan tersebut, ternyata ada larutan yang meneruskan cahaya dan ada larutan yang menghamburkan cahaya. Meskipun tidak tampak dengan mata maupun mikroskop biasa, partikel-partikel koloid dapat dipengaruhi oleh cahaya tampak sehingga terjadi penghamburan cahaya. Hal ini disebabkan oleh ukuran partikelnya yang cocok untuk menyebabkan cahaya tersebar dengan sudut-sudut yang besar. Jadi, Efek Tyndall adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid sehingga tampak lintasan berkas sinar tersebut. Peristiwa penghamburan ini terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai ukuran yang cocok untuk ditembus oleh cahaya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengamati efek Tyndall ini, antara lain: [1]
  1. Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut.
  2. Sorot lampu proyektor dalam gedung bioskop yang berasap atau berdebu.
  3. Berkas sinar matahari melalui celah daun pohon-pohon pada pagi hari yang berkabut.

Apa yang kalian lihat ketika cahaya dilewatkan pada sistem koloid? Ternyata partikel koloid dapat menghamburkan cahaya. Jika diamati dengan mikroskop optik, terlihat bahwa partikel koloid selalu bergerak ke segala arah karena partikel tersebut bebas dalam mediumnya. Gerakannya selalu lurus dan akan patah jika bertabrakan dengan partikel lain. Gerak zig-zag partikel koloid ini disebut Gerak Brown. Nama Brown diambil dari nama Robert Brown, botaniawan asal Skotlandia yang mengamati gerakan partikel tepung sari dalam air di bawah mikroskop. Energi yang menyebabkan terjadinya gerak Brown adalah energi kinetik yang dihasilkan oleh partikel koloid yang terdispersi dalam medium pendispersi yang senantiasa bergerak bebas. Gerakan bebas partikel koloid terdispersi ini, menyebabkan terjadinya tumbukan yang tidak seimbang dengan partikel-partikel pendispersi yang lebih besar, sehingga terjadilah Gerak Brown.
gerak Brown
Gambar 1. Gambar sketsa gerak Brown di bawah mikroskop ultra.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, partikel-partikel koloid mampu menghamburkan cahaya karena adanya Gerak Brown. Seperti pada aliran arus listrik, dimana elektron-elektron selalu bergerak, partikel-partikel koloid juga bergerak. Apakah gerakan tersebut juga dapat membuat koloid bermuatan listrik? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah uraian berikut.


4. Kestabilan Koloid

5. Praktikum Mengidentifikasi Sifat-sifat Koloid

A. Dasar Teori

Sistem koloid dapat menghamburkan cahaya jika ada sinar yang dilewatkan. Sinar tersebut dihamburkan oleh partikel-partikel yang ada dalam koloid tersebut. Peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid ini disebut efek Tyndall koloid.

Selain Efek Tyndall, koloid juga memiliki sifat dapat bermuatan, teremulsi, dan terkoagulasi. Bagaimana cara menentukan muatan koloid? Bagaimana koloid dapat teremulsi ataupun terkoagulasi? Dengan melakukan percobaan ini kalian dapat menemukan jawabannya. (Syukri, 1999, Film. 456)

B. Tujuan Percobaan

Mengetahui sifat-sifat koloid berupa muatan listrik (elektroforesis), emulsi don koagulasi.

C. Alat dan Bahan Percobaan

Alat :
  • 2 buah tabung reaksi
  • Gelas ukur 10 mL
  • Gelas beker 50 mL
  • Rangkaian alat elektroforesis
  • Pengaduk
Bahan :
  • Air
  • H2SO4
  • Minyak
  • Larutan sabun
  • Sol Fe(OH)3
  • Sol As2S3
D. Langkah Percobaan

1. Elektroforesis

a. Buatlah rangkaian alat elektroforesis seperti pada gambar di samping.
b. Masukkan sol Fe(OH)3 ke dalam pipa U.
c. Celupkan kedua ujung elektroda ke dalam pipa.
d. Nyalakan arus listrik yang terhubung pada elektroda.
e. Amatilah arah pergerakan koloid.
f. Ulangi langkah di atas untuk sol As2S3.
praktikum koloid

2. Kestabilan koloid (emulsi)

a. Masukkan ke dalam dua buah tabung reaksi I dan II, masing-masing 2 mL air dan 2 mL minyak.
b. Kocoklah kedua tabung tersebut, lalu amati. Kemudian diamkan selama 5 menit. Perhatikan perubahan pada campuran tersebut?
c. Masukkan 2 mL larutan sabun dalam tabung reaksi I. Kocok larutan tersebut dan amati perubahannya. Kemudian, diamkan selama 5 menit, lalu bandingkan hasilnya dengan tabung reaksi II.

3. Koagulasi

a. Masukkan ke dalam dua buah gelas beker 50 mL masing-masing 3 mL sol Fe(OH)3.
b. Tambahkan 5 mL H2SO4 pada gelas beker I, lalu aduk hingga merata. Diamkan beberapa saat, lalu amati perubahan yang terjadi.
c. Tambahkan 3 mL sol As2S3 pada gelas beker II, aduk hingga merata. Amati perubahan yang terjadi.

WARNING ! :

H2SO4 adalah asam kuat. Ketika menambahkan H2SO4 jangan langsung dimasukkan ke dalam bahan, tetapi tuangkan melalui dinding tabung (untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan).

E. Hasil Percobaan

Isilah tabel di bawah ini berdasarkan hasil pengamatan kalian.

Percobaan
Keterangan
Elektroforesis
- Sol Fe(OH)3
- Sol As2S3

……………………………………..
……………………………………..
Kestabilan koloid
- Air + minyak
- Air + minyak + sabun

……………………………………..
……………………………………..
Koagulasi
- Sol Fe(OH)3 + H2SO4
- Sol Fe(OH)3 + sol As2S3

……………………………………..
……………………………………..

F. Pembahasan

Untuk memperjelas percobaan ini, jawablah empat pertanyaan berikut.
  1. Bagaimana arah pergerakan sol Fe(OH)3 dan As2S3 dalam sel elektroforesis?
  2. Bagaimana kestabilan koloid yang terbentuk dari campuran air dan minyak?
  3. Bagaimana koagulasi dapat terjadi?
G. Kesimpulan

Apa kesimpulan dari percobaan ini? Diskusikan dengan kelompok kalian dan tuliskan dalam laporan kegiatan, kemudian presentasikan hasilnya di depan kelas.

Anda sekarang sudah mengetahui Sifat-sifat Koloid. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Premono, S. A. Wardani, dan N. Hidayati. 2009. Kimia : SMA/ MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Referensi Lainnya :

[1] Utami, B. A. Nugroho C. Saputro, L. Mahardiani, S. Yamtinah, dan B. Mulyani. 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 274.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.