Wednesday, September 25, 2013

Manfaat, Kegunaan Senyawa Benzena Sebagai Zat Aditif pada Makanan, Kimia

Manfaat, Kegunaan Senyawa Benzena Sebagai Zat Aditif pada Makanan, Kimia - Disadari atau tidak, sejumlah zat kimia telah banyak dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara langsung, misalnya zat aditif pada makanan dan obat-obatan.

Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara tidak langsung misalnya pupuk dan pestisida.

1. Manfaat Senyawa Benzena Sebagai Zat Aditif pada Makanan

Zat aditif makanan adalah zat kimia yang tidak biasa dimakan secara langsung, tetapi ditambahkan ke dalam makanan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Contoh zat aditif adalah cita rasa, bentuk, aroma, warna, dan tahan lama (awet).

a. Pemanis

Pemanis makanan yang tradisional biasanya menggunakan gula tebu atau gula aren (kelapa). Pemanis buatan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan adalah sakarin, aspartam, dan sorbitol. Sakarin adalah senyawa turunan benzena berupa kristal putih, hampir tidak berbau. Rasa manis sakarin 800 kali dari rasa manis gula tebu. Sakarin ditambahkan ke dalam minuman atau biskuit dengan dosis yang dikonsumsi tidak melebihi 1 g per hari.

Aspartam merupakan serbuk berwarna putih, tidak berbau, dan bersifat higroskopis. Rasa manis aspartam sama dengan 200 kali dibandingkan gula tebu. Untuk setiap kg berat badan jumlah aspartam yang boleh dikonsumsi setiap harinya adalah 40 mg.
Sakarin Na-aspartam

b. Pengawet

Penambahan zat pengawet pada makanan berguna untuk mencegah oksidasi dan menghambat pertumbuhan bakteri. Bahan pengawet buatan sebagai antioksidan adalah butilasihidroksianisol (BHA), butilasihidroksitoluena (BHT), paraben (p–hidroksibenzoat), dan propilgalat, sedangkan untuk menghambat pertumbuhaan bakteri atau jamur adalah natrium benzoat.
Propilgalat BHT BHA Paraben Natriumbenzoat

c. Pewarna Makanan

Pewarna buatan bertujuan menjadikan makanan seolah-olah memiliki banyak warna daripada yang sesungguhnya. Pewarna buatan umumnya berasal dari senyawa aromatik diazonium. Beberapa pewarna buatan yang diizinkan oleh Depkes di antaranya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Beberapa Merk Dagang Pewarna Makanan

Nama
Nama Niaga
Amaran
Food Red
Eritrosin
Food Red
Fast green
Food reen
Indigotin
Food lue
Sunset ellow
Food Yello
Tartrazin
Food Yello
Sumber: Biokimia, Nutrisi, dan Metabolisme, 1985

Beberapa pewarna berbahaya dan dilarang penggunaannya karena berpotensi menimbulkan karsinogen adalah auramin (merk dagang, basic yellow 2), ponceau 3R (solvent yellow 5), sudan I (food yellow 14), dan rhodamin B (food red 15).
Amaran (merah 2)

Sunset yellow (kuning 6)

Tartrazin (kuning 5)

Indigotin (biru 2)

Eritrosin (merah 3)

Contoh Soal SPMB 2004 :

Kegunaan senyawa turunan benzena dengan rumus struktur berikut adalah ....
Fenol
A. aspirin
B. zat warna
C. pengawet
D. antiseptik
E. bahan-bahan nilon 66

Pembahasan

Fenol adalah senyawa turunan benzena yang mempunyai rumus struktur:
Fenol

Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam lemah, sifat lain dari fenol adalah seperti alkohol. Fenol dapat mematikan mikroorganisme sehingga digunakan untuk membuat karbol. Fenol digunakan juga sebagai antiseptik. (D)



Anda sekarang sudah mengetahui Kegunaan Benzena Sebagai Zat Aditif pada Makanan. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search