Thursday, December 5, 2013

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kurs Valuta Asing

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kurs Valuta Asing - Mempelajari perubahan kurs sangat penting. Kalian tentu masih ingat peristiwa krisis moneter yang melanda Indonesia mulai tahun 1997. Kurs rata-rata yang biasanya US $ 1 = Rp 2.600,-, setelah terjadi krisis moneter tiba-tiba mencapai US $ 1 = Rp 9.000,-. Akibatnya, perusahaan-perusahaan yang berbahan baku impor menjadi sangat terpukul, karena harga bahan-bahan baku impor menjadi sangat mahal. Untuk membeli bahan baku impor seharga US $ 1000, dulu hanya diperlukan uang Rp 2.600.000,-. Setelah krisis moneter, untuk bahan baku impor seharga US $ 1000 harus dikeluarkan uang Rp 9.000.000,-s. Akibatnya, banyak perusahaan gulung tikar dan mem-PHK puluhan ribu karyawannya. Inflasi pun menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perekonomian Indonesia. Bahkan, sampai saat ini pun Indonesia masih terus berjuang memperbaiki perekonomiannya. Kurs (nilai tukar) memang tidak tetap. Kurs selalu berubah, bahkan dalam sehari kurs bisa berubah sampai 9 kali. Mengapa kurs selalu berubah?

Banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan kurs. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah:

a. Sistem Kurs yang Dianut

Ada tiga macam sistem kurs, yaitu sistem kurs bebas, sistem kurs tetap dan sistem kurs mengambang terkendali. Sistem kurs yang dianut suatu negara sangat mempengaruhi cepat lambatnya perubahan kurs. Pada sistem kurs bebas, kurs sangat mudah berubah. Pada sistem kurs tetap, kurs tidak pernah berubah (kecuali diinginkan oleh pemerintah). Pada sistem kurs mengambang terkendali, perubahan kurs bisa dikendalikan pemerintah.

b. Selera (Cita Rasa) Masyarakat

Selera masyarakat yang meningkat pada produk suatu negara, membuat permintaan terhadap produk negara tersebut juga meningkat. Peningkatan permintaan terhadap produk negara tersebut, tentu akan diikuti oleh peningkatan permintaan terhadap mata uang negara tersebut (untuk membayar impor). Sehingga, nilai tukar mata uang negara tersebut juga akan meningkat. Itu berarti, bila masyarakat Indonesia sangat menyukai produk-produk Amerika maka pada akhirnya akan menaikkan nilai tukar dolar Amerika.

c. Keadaan Neraca Pembayaran

Apabila neraca pembayaran Indonesia mengalami surplus (lebih), itu berarti telah terjadi kelebihan permintaan terhadap rupiah. Permintaan yang lebih terhadap rupiah akan menyebabkan nilai tukar rupiah mengalami kenaikan sehingga terjadilah perubahan kurs.

d. Adanya Kebijakan Devaluasi dan Revaluasi

Adanya kebijakan devaluasi dan revaluasi yang dilakukan pemerintah bisa menyebabkan terjadinya perubahan kurs. Karena, yang dimaksud dengan devaluasi adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing dengan tujuan meningkatkan ekspor. Sedangkan revaluasi adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menaikkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing karena keadaan ekonomi sudah memungkinkan. 

e. Keadaan Kurs Antarnegara Maju

Jika kurs di negara-negara maju mengalami perubahan, maka perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap kurs negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mengapa demikian? Karena, negara-negara maju memiliki pengaruh kuat terhadap perekonomian negara berkembang. Negara-negara maju umumnya bertindak sebagai pemberi pinjaman kepada negara-negara berkembang, sehingga bila kurs antar negara maju berubah maka perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap kurs negara berkembang sebagai penerima pinjaman. Agar lebih jelas, bacalah sekilas info berikut.

“Perubahan Kurs (Nilai Tukar) di Negara-negara Maju bisa Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah"

Tahun 1995/1996 tercatat kenaikan nilai tukar dolar Amerika terhadap yen. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap tingkat inflasi dan defisit transaksi berjalan Amerika Serikat sempat menekan nilai tukar dolar Amerika terhadap yen menjadi di bawah 80 yen per dolar pada awal periode laporan. Namun, sejalan dengan kesepakatan negara-negara Kelompok G-7 dan membaiknya perekonomian Amerika Serikat, nilai tukar dolar Amerika terhadap yen mulai menguat kembali sejak Juli 1995 dan pada akhir periode laporan mencapai sekitar 107 yen per dolar. Bagi Indonesia, melemahnya yen terhadap dolar Amerika memberikan dampak mengurangi beban pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri Indonesia karena sebagian utang Indonesia terdiri atas valuta asing yang mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika seperti yen Jepang dan mark Jerman.

Akibat dari naiknya nilai tukar dolar Amerika terhadap yen, maka nilai tukar rupiah terhadap yen juga mengalami kenaikan (apresiasi) sebesar 13,27%.

f. Kekuatan Permintaan dan Penawaran

Pada umumnya, perubahan kurs disebabkan oleh perubahan kekuatan permintaan dan penawaran terhadap suatu mata uang. Bila permintaan terhadap suatu mata uang bertambah, sedang penawarannya tetap, maka nilai tukar (kurs) mata uang tersebut akan meningkat. Sebaliknya bila permintaan terhadap suatu mata uang berkurang, sedangkan penawarannya tetap maka nilai tukar (kurs) mata uang tersebut akan menurun.

Anda sekarang sudah mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kurs. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Sa’diyah, C. dan D. A. Purnomo. 2009. Ekonomi 2 : Untuk Kelas XI SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 351.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus.
Aturan Berkomentar :
1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.
2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.
Terima kasih.

Search